Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau
Penyerahan piala lomba Perahu Panjang, di Tepian Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Gelaran lomba Perahu Panjang yang masuk dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73 dan Kota Tanjung Redeb ke-216 resmi ditutup di Tepian Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb, Minggu sore (27/9/2026).
Kegiatan tersebut ditutup langsung Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, serta turut dihadiri Sultan Sambaliung Datu Amir, Sultan Gunung Tabur, Adji Raden Muhammad Bakrun, para Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta masyarakat Berau.
Perlombaan tersebut diikuti oleh 18 perahu naga se-Kabupaten Berau yang beradu dalam pertandingan tersebut. Sebagai informasi juara satu berhasil diraih oleh perahu Naga Samudra yang juga menjadi juara umum, kemudian disusul juara dua diraih perahu Mambas Parrang dan terakhir juara tiga diraih perahu Laksamana.
Dalam sambutannya, Wabup Berau, Gamalis menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat dan suksesnya gelaran Lomba Perahu Panjang tersebut meski digelar di tengah tantangan cuaca ekstrem. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan serta meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi kemarau panjang dan munculnya titik-titik panas (hotspot) yang fluktuatif di wilayah Berau.
"Alhamdulillah, di tengah situasi ini kita masih diberikan kesempatan untuk berkumpul, menikmati kebersamaan, dan menyaksikan kemeriahan Lomba Perahu Panjang," ujar Wabup.
Ia menekankan pentingnya Lomba Perahu Panjang sebagai wadah pelestarian adat budaya sekaligus sarana mempererat rasa persaudaraan antar warga. Menurutnya, tradisi mendayung ini tak lepas dari sejarah dan pola kehidupan masyarakat Berau serta Kalimantan Timur yang sejak dulu hidup dan tumbuh di sepanjang bantaran sungai.
"Kaprais bakula, sama-sama orang Banuanta (Semua bersaudara, sama-sama orang Banua)," ungkapnya.
Dirinya pun mengatakan bahwa keberadaan Lomba Perahu Panjang diharapkan tidak hanya menjadi hiburan dalam rangkaian hari jadi daerah, tetapi juga dapat terus dikembangkan sebagai agenda budaya dan olahraga air yang melibatkan masyarakat secara luas. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut penting agar tradisi mendayung tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda.
"Jangan sampai kegiatan seperti ini hanya kita laksanakan ketika ada momentum hari jadi. Kita berharap ke depan bisa terus dikembangkan, sehingga generasi muda juga mengenal tradisi dan budaya yang kita miliki sekaligus ikut menjaga dan melestarikannya," katanya.
Tak hanya itu, Gamalis juga menilai bahwa potensi perairan dan bahari Berau memiliki daya tarik wisata yang luar biasa untuk dipromosikan hingga tingkat nasional maupun internasional.
"Selamat kepada para pemenang. Teruslah bersemangat mengasah keahlian dan giat berlatih. Saya yakin atlet-atlet Kabupaten Berau mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau

Penyerahan piala lomba Perahu Panjang, di Tepian Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Gelaran lomba Perahu Panjang yang masuk dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73 dan Kota Tanjung Redeb ke-216 resmi ditutup di Tepian Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb, Minggu sore (27/9/2026).
Kegiatan tersebut ditutup langsung Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, serta turut dihadiri Sultan Sambaliung Datu Amir, Sultan Gunung Tabur, Adji Raden Muhammad Bakrun, para Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta masyarakat Berau.
Perlombaan tersebut diikuti oleh 18 perahu naga se-Kabupaten Berau yang beradu dalam pertandingan tersebut. Sebagai informasi juara satu berhasil diraih oleh perahu Naga Samudra yang juga menjadi juara umum, kemudian disusul juara dua diraih perahu Mambas Parrang dan terakhir juara tiga diraih perahu Laksamana.
Dalam sambutannya, Wabup Berau, Gamalis menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat dan suksesnya gelaran Lomba Perahu Panjang tersebut meski digelar di tengah tantangan cuaca ekstrem. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan serta meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi kemarau panjang dan munculnya titik-titik panas (hotspot) yang fluktuatif di wilayah Berau.
"Alhamdulillah, di tengah situasi ini kita masih diberikan kesempatan untuk berkumpul, menikmati kebersamaan, dan menyaksikan kemeriahan Lomba Perahu Panjang," ujar Wabup.
Ia menekankan pentingnya Lomba Perahu Panjang sebagai wadah pelestarian adat budaya sekaligus sarana mempererat rasa persaudaraan antar warga. Menurutnya, tradisi mendayung ini tak lepas dari sejarah dan pola kehidupan masyarakat Berau serta Kalimantan Timur yang sejak dulu hidup dan tumbuh di sepanjang bantaran sungai.
"Kaprais bakula, sama-sama orang Banuanta (Semua bersaudara, sama-sama orang Banua)," ungkapnya.
Dirinya pun mengatakan bahwa keberadaan Lomba Perahu Panjang diharapkan tidak hanya menjadi hiburan dalam rangkaian hari jadi daerah, tetapi juga dapat terus dikembangkan sebagai agenda budaya dan olahraga air yang melibatkan masyarakat secara luas. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut penting agar tradisi mendayung tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda.
"Jangan sampai kegiatan seperti ini hanya kita laksanakan ketika ada momentum hari jadi. Kita berharap ke depan bisa terus dikembangkan, sehingga generasi muda juga mengenal tradisi dan budaya yang kita miliki sekaligus ikut menjaga dan melestarikannya," katanya.
Tak hanya itu, Gamalis juga menilai bahwa potensi perairan dan bahari Berau memiliki daya tarik wisata yang luar biasa untuk dipromosikan hingga tingkat nasional maupun internasional.
"Selamat kepada para pemenang. Teruslah bersemangat mengasah keahlian dan giat berlatih. Saya yakin atlet-atlet Kabupaten Berau mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)