Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Potensi Besar Kelay Jadi Sorotan dalam Rakor Pembangunan Berkelanjutan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    14 April 2026 pukul 16:58 WITA

    Rakor Percepatan Pembangunan Berkelanjutan Kecamatan Kelay, di Hotel Mercure, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/ seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Berkelanjutan Kecamatan Kelay, di Hotel Mercure, Tanjung Redeb, Selasa (14/4/2026). 

    Kegiatan ini menyoroti besarnya potensi Kecamatan Kelay yang dinilai dapat menjadi penggerak utama pembangunan wilayah perbatasan.

    Mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Asisten Administrasi Umum, Maulidiyah, menyampaikan bahwa Kelay memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi daya tarik unggulan daerah.

    "Kelay memiliki potensi luar biasa, mulai dari Bukit Merabu, Danau Nyadeng, kekayaan hayati, budaya etnis Dayak yang masih terjaga, hingga produk khas seperti cokelat dengan cita rasa yang unik," ujar Maulidiyah.

    Ia pun menegaskan bahwa potensi tersebut harus dikelola secara optimal agar mampu memberikan dampak ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

    "Kami berharap potensi ini dapat menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkuat posisi Kecamatan Kelay sebagai wilayah yang mandiri dan berdaya saing," tambahnya.

    Berdasarkan Indeks Desa Tahun 2025, dari total 14 kampung di Kecamatan Kelay, sebanyak enam kampung telah berstatus maju, sementara delapan lainnya masih berada pada kategori berkembang. 

    "Hingga saat ini belum ada kampung yang berstatus mandiri di Kecamatan Kelay," ujarnya.

    Oleh karena itu, dirinya menegaskan akan pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi nirlaba (NGO) seperti Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dalam pembangunan di Kecamatan Kelay.

    Selain itu, Maulidiyah juga menyoroti tantangan pembangunan yang masih dihadapi, terutama pada aspek aksesibilitas serta layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Sehingganya, untuk mempercepat pembangunan, Pemkab Berau pun telah membentuk tim percepatan pembangunan berkelanjutan Kecamatan Kelay yang akan fokus pada perencanaan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor.

    "Kami ingin seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran demi kemajuan Kelay," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Potensi Besar Kelay Jadi Sorotan dalam Rakor Pembangunan Berkelanjutan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    14 April 2026 pukul 16:58 WITA

    Rakor Percepatan Pembangunan Berkelanjutan Kecamatan Kelay, di Hotel Mercure, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/ seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Berkelanjutan Kecamatan Kelay, di Hotel Mercure, Tanjung Redeb, Selasa (14/4/2026). 

    Kegiatan ini menyoroti besarnya potensi Kecamatan Kelay yang dinilai dapat menjadi penggerak utama pembangunan wilayah perbatasan.

    Mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Asisten Administrasi Umum, Maulidiyah, menyampaikan bahwa Kelay memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi daya tarik unggulan daerah.

    "Kelay memiliki potensi luar biasa, mulai dari Bukit Merabu, Danau Nyadeng, kekayaan hayati, budaya etnis Dayak yang masih terjaga, hingga produk khas seperti cokelat dengan cita rasa yang unik," ujar Maulidiyah.

    Ia pun menegaskan bahwa potensi tersebut harus dikelola secara optimal agar mampu memberikan dampak ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

    "Kami berharap potensi ini dapat menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkuat posisi Kecamatan Kelay sebagai wilayah yang mandiri dan berdaya saing," tambahnya.

    Berdasarkan Indeks Desa Tahun 2025, dari total 14 kampung di Kecamatan Kelay, sebanyak enam kampung telah berstatus maju, sementara delapan lainnya masih berada pada kategori berkembang. 

    "Hingga saat ini belum ada kampung yang berstatus mandiri di Kecamatan Kelay," ujarnya.

    Oleh karena itu, dirinya menegaskan akan pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi nirlaba (NGO) seperti Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dalam pembangunan di Kecamatan Kelay.

    Selain itu, Maulidiyah juga menyoroti tantangan pembangunan yang masih dihadapi, terutama pada aspek aksesibilitas serta layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Sehingganya, untuk mempercepat pembangunan, Pemkab Berau pun telah membentuk tim percepatan pembangunan berkelanjutan Kecamatan Kelay yang akan fokus pada perencanaan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor.

    "Kami ingin seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran demi kemajuan Kelay," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)