Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Perkuat Sinergi Penanggulangan Bencana, Pemkab Berau Susun Rencana Kontingensi Banjir 2025

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    29 Juli 2025 pukul 13:43 WITA

    Penandatanganan MoU saat acara penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi dan Sinergi Penanggulangan Banjir Kabupaten Berau Tahun 2025, di Ruang Rapat Sangalaki, Kantor Bupati Berau, Selasa (29/7/2025). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat langkah antisipasi dan penanggulangan bencana, khususnya bencana banjir yang kerap mengancam sejumlah wilayah di Kabupaten Berau. 

    Salah satu upaya yang dilakukan melalui penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi dan Sinergi Penanggulangan Banjir Kabupaten Berau Tahun 2025, di Ruang Rapat Sangalaki, Kantor Bupati Berau, Selasa (29/7/2025).

    Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun kerangka koordinasi dan strategi mitigasi yang terpadu dalam menghadapi potensi banjir di masa mendatang.

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menekankan bahwa banjir merupakan ancaman tahunan yang nyata bagi masyarakat, terutama di wilayah-wilayah rawan seperti Kecamatan Teluk Bayur, Sambaliung, Tanjung Redeb, serta daerah pesisir dan kampung-kampung di sekitar aliran sungai Segah dan Kelay.

    "Seperti beberapa waktu lalu melanda kampung Long Ayap, Merasa, Tumbit Melayu, dan Meraang. Oleh sebab itu hal ini penting untuk dibahas," tutur Bupati Berau.

    Ia mengatakan bahwa dokumen yang disusun bukan sekadar bentuk formalitas administratif, melainkan sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menyelamatkan nyawa, meminimalkan kerugian, dan mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.

    "Penyusunan dokumen ini harus menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri dalam menghadapi bencana. Diperlukan satu kesatuan yang saling mendukung," ujarnya.

    Selain itu, ia juga berpesan kepada jajaran BPBD Berau untuk menjadi motor penggerak kolaborasi dan perencanaan yang lebih sistematis serta komprehensif, termasuk dalam hal pelatihan, simulasi, koordinasi terpadu, dan penyediaan sumber daya yang memadai.

    "Saya sangat berharap, proses penyusunan dokumen ini tidak berhenti pada kertas, melainkan benar-benar diimplementasikan melalui pelatihan, simulasi, koordinasi terpadu, dan alokasi sumber daya yang memadai," tandasnya.

    Sri berharap melalui kegiatan ini dapat memperkuat koordinasi dan kemitraan lintas sektor, guna membentuk kesiapsiagaan yang tangguh dan responsif terhadap potensi bencana banjir. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Perkuat Sinergi Penanggulangan Bencana, Pemkab Berau Susun Rencana Kontingensi Banjir 2025

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    29 Juli 2025 pukul 13:43 WITA

    Penandatanganan MoU saat acara penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi dan Sinergi Penanggulangan Banjir Kabupaten Berau Tahun 2025, di Ruang Rapat Sangalaki, Kantor Bupati Berau, Selasa (29/7/2025). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat langkah antisipasi dan penanggulangan bencana, khususnya bencana banjir yang kerap mengancam sejumlah wilayah di Kabupaten Berau. 

    Salah satu upaya yang dilakukan melalui penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi dan Sinergi Penanggulangan Banjir Kabupaten Berau Tahun 2025, di Ruang Rapat Sangalaki, Kantor Bupati Berau, Selasa (29/7/2025).

    Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun kerangka koordinasi dan strategi mitigasi yang terpadu dalam menghadapi potensi banjir di masa mendatang.

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menekankan bahwa banjir merupakan ancaman tahunan yang nyata bagi masyarakat, terutama di wilayah-wilayah rawan seperti Kecamatan Teluk Bayur, Sambaliung, Tanjung Redeb, serta daerah pesisir dan kampung-kampung di sekitar aliran sungai Segah dan Kelay.

    "Seperti beberapa waktu lalu melanda kampung Long Ayap, Merasa, Tumbit Melayu, dan Meraang. Oleh sebab itu hal ini penting untuk dibahas," tutur Bupati Berau.

    Ia mengatakan bahwa dokumen yang disusun bukan sekadar bentuk formalitas administratif, melainkan sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menyelamatkan nyawa, meminimalkan kerugian, dan mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.

    "Penyusunan dokumen ini harus menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri dalam menghadapi bencana. Diperlukan satu kesatuan yang saling mendukung," ujarnya.

    Selain itu, ia juga berpesan kepada jajaran BPBD Berau untuk menjadi motor penggerak kolaborasi dan perencanaan yang lebih sistematis serta komprehensif, termasuk dalam hal pelatihan, simulasi, koordinasi terpadu, dan penyediaan sumber daya yang memadai.

    "Saya sangat berharap, proses penyusunan dokumen ini tidak berhenti pada kertas, melainkan benar-benar diimplementasikan melalui pelatihan, simulasi, koordinasi terpadu, dan alokasi sumber daya yang memadai," tandasnya.

    Sri berharap melalui kegiatan ini dapat memperkuat koordinasi dan kemitraan lintas sektor, guna membentuk kesiapsiagaan yang tangguh dan responsif terhadap potensi bencana banjir. (Adv)

    (Sf/Rs)