Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemkab Berau Tekankan Optimalisasi Dana Kampung, Dorong Pembangunan Berbasis Potensi Lokal

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    26 Agustus 2025 pukul 16:29 WITA

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Bupati menekankan bahwa pembangunan kampung kedepan harus berbasis pada kekuatan dan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah, bukan hanya bergantung pada bantuan dana dari pusat maupun daerah. Hal ini disampaikannya setelah melaksanakan Rapat tertutup terkait Koordinasi dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Kampung bersama para camat se-Kabupaten Berau kemarin.

    Ia pun menyebut bahwa rapat tersebut juga merupakan bagian strategis untuk meninjau kembali arah penggunaan Alokasi Dana Kampung (ADK), yang dinilai perlu difokuskan pada pengembangan potensi lokal di masing-masing kampung. 

    "Kita sadar bahwa tidak selamanya APBD atau ADK akan besar. Maka dari itu, saya ingin agar kampung-kampung bisa mulai membangun dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki, terutama di sektor pariwisata," ujar Sri, Selasa, (26/8/2025).

    Selain itu, dirinya pun menjelaskan bahwa rapat tersebut juga menjadi sarana untuk menyelaraskan pemahaman seluruh camat dalam mendampingi kepala kampung, khususnya dalam hal pengelolaan keuangan dan perencanaan pembangunan kampung. Sebab, menurutnya salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan dana kampung saat ini adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di tingkat kampung.

    "Tidak semua kepala kampung memiliki latar belakang atau kemampuan dalam mengelola anggaran secara maksimal. Disinilah pentingnya peran camat sebagai pendamping dan pembina," tuturnya.

    Sementara itu, ia juga telah menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar memperkuat sinergi dengan para camat, kepala kampung, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK). ia juga menekankan perlunya kolaborasi dengan OPD serta lembaga-lembaga pendamping seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau NGO salah satunya seperti adanya konsultan.

    "Kalau hanya mengandalkan kepala kampung saja seringkali tidak maksimal. Dengan adanya konsultan nanti kita bisa melihat apa saja yang cocok di setiap kampung. Jadi, 100 kampung di Berau bisa dipetakan untuk transisi ke depan," ujarnya.

    Kendati demikian, dirinya pun menyampaikan bahwa Kabupaten Berau saat ini tengah berada dalam masa transisi pembangunan, dari ketergantungan terhadap sumber daya alam (SDA) khususnya batu bara ke arah pemanfaatan potensi wisata yang lebih berkelanjutan. Sehingga, menurutnya, proses ini tidak bisa berlangsung instan dan memerlukan komitmen jangka panjang.

    "Transisi ini tidak bisa selesai dalam satu atau dua tahun, bahkan tidak cukup dalam satu periode pemerintahan. Tapi harus dimulai sekarang dan dilakukan secara berkelanjutan," katanya.

    Terakhir, Sri menyebut bahwa potensi wisata Berau sangat besar dan menjadi peluang ekonomi baru jika dikelola dengan baik. Sehingga, ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun kampung secara mandiri dan berkelanjutan.

    "Pendapatan asli kampung harus mulai dibangun. Potensi kita ada, tinggal bagaimana kita mengelolanya. Ini tugas kita bersama," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemkab Berau Tekankan Optimalisasi Dana Kampung, Dorong Pembangunan Berbasis Potensi Lokal

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    26 Agustus 2025 pukul 16:29 WITA

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Bupati menekankan bahwa pembangunan kampung kedepan harus berbasis pada kekuatan dan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah, bukan hanya bergantung pada bantuan dana dari pusat maupun daerah. Hal ini disampaikannya setelah melaksanakan Rapat tertutup terkait Koordinasi dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Kampung bersama para camat se-Kabupaten Berau kemarin.

    Ia pun menyebut bahwa rapat tersebut juga merupakan bagian strategis untuk meninjau kembali arah penggunaan Alokasi Dana Kampung (ADK), yang dinilai perlu difokuskan pada pengembangan potensi lokal di masing-masing kampung. 

    "Kita sadar bahwa tidak selamanya APBD atau ADK akan besar. Maka dari itu, saya ingin agar kampung-kampung bisa mulai membangun dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki, terutama di sektor pariwisata," ujar Sri, Selasa, (26/8/2025).

    Selain itu, dirinya pun menjelaskan bahwa rapat tersebut juga menjadi sarana untuk menyelaraskan pemahaman seluruh camat dalam mendampingi kepala kampung, khususnya dalam hal pengelolaan keuangan dan perencanaan pembangunan kampung. Sebab, menurutnya salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan dana kampung saat ini adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di tingkat kampung.

    "Tidak semua kepala kampung memiliki latar belakang atau kemampuan dalam mengelola anggaran secara maksimal. Disinilah pentingnya peran camat sebagai pendamping dan pembina," tuturnya.

    Sementara itu, ia juga telah menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar memperkuat sinergi dengan para camat, kepala kampung, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK). ia juga menekankan perlunya kolaborasi dengan OPD serta lembaga-lembaga pendamping seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau NGO salah satunya seperti adanya konsultan.

    "Kalau hanya mengandalkan kepala kampung saja seringkali tidak maksimal. Dengan adanya konsultan nanti kita bisa melihat apa saja yang cocok di setiap kampung. Jadi, 100 kampung di Berau bisa dipetakan untuk transisi ke depan," ujarnya.

    Kendati demikian, dirinya pun menyampaikan bahwa Kabupaten Berau saat ini tengah berada dalam masa transisi pembangunan, dari ketergantungan terhadap sumber daya alam (SDA) khususnya batu bara ke arah pemanfaatan potensi wisata yang lebih berkelanjutan. Sehingga, menurutnya, proses ini tidak bisa berlangsung instan dan memerlukan komitmen jangka panjang.

    "Transisi ini tidak bisa selesai dalam satu atau dua tahun, bahkan tidak cukup dalam satu periode pemerintahan. Tapi harus dimulai sekarang dan dilakukan secara berkelanjutan," katanya.

    Terakhir, Sri menyebut bahwa potensi wisata Berau sangat besar dan menjadi peluang ekonomi baru jika dikelola dengan baik. Sehingga, ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun kampung secara mandiri dan berkelanjutan.

    "Pendapatan asli kampung harus mulai dibangun. Potensi kita ada, tinggal bagaimana kita mengelolanya. Ini tugas kita bersama," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)