Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemkab Berau Perkuat Upaya Tekan Stunting, Fokus Kolaborasi Lintas Sektor

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    06 April 2026 pukul 17:02 WITA

    Acara Pra Musrenbang Tematik Stunting Kabupaten Berau tahun 2026, di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang, Jalan Apt Pranoto, Tanjung Redeb. (Foti: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat upaya penanganan stunting dengan menitikberatkan pada kolaborasi lintas sektor guna mencapai target penurunan yang telah ditetapkan.

    Ini disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis dalam kegiatan Pra Musrenbang Tematik Stunting Kabupaten Berau 2026, di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang, Senin (6/4/2026).

    Dalam sambutannya Gamalis menegaskan Pemkab Berau terus berkomitmen menurunkan angka stunting menjadi 14,4 persen pada 2029 dan mencapai lima persen pada 2045. Sesuai yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) 2025-2045.

    Ia menekankan penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.

    "Saya minta kita semua untuk bekerja lebih maksimal, bukan hanya mengejar angka penilaian semata, tetapi sebagai wujud kehadiran di tengah masyarakat dalam mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan," ujar Gamalis.

    Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Berau tercatat sebesar 23,4 persen. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dan masih berada di atas rata-rata nasional.

    Sementara data Sistem Informasi Gizi dan Kesehatan Keluarga (SIGIZI KESGA) 2025 menunjukkan jumlah balita di Berau mencapai 23.105 anak. Namun hanya sekitar 40,06 persen balita yang telah terdata dan diukur pertumbuhannya.

    "Artinya kunjungan ke posyandu masih rendah dan harus kita tingkatkan untuk memastikan tumbuh kembang anak terpantau dengan baik," jelasnya.

    Ia menyampaikan hasil evaluasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada 2025 menempatkan Berau di posisi ke-10 dari 10 kabupaten/kota dalam penilaian kinerja pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting dengan capaian skor 94.

    Meski demikian, dia mengakui capaian tersebut menjadi catatan penting bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kinerja, terutama dalam memperkuat koordinasi lintas sektor.

    "Kita harus lebih fokus dan serius dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Berau," tegasnya.

    Melalui strategi kolaborasi, integrasi, serta pelaksanaan delapan aksi konvergensi, diharapkan penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

    "Rapat pra musrenbang ini juga menjadi wadah untuk mengintegrasikan usulan dari tingkat kampung, kelurahan, hingga kecamatan ke dalam perencanaan pembangunan kabupaten," katanya.

    Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Berau, Gamalis mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk aktif berkontribusi dalam merealisasikan program percepatan penurunan stunting.

    "Saya berharap dari pertemuan ini lahir rekomendasi nyata yang dapat segera ditindaklanjuti, sehingga setiap program benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat," katanya.

    Gamalis juga menyampaikan capaian Berau yang berhasil masuk dalam 20 kabupaten/kota terbaik dalam pelaksanaan PMT lokal serta menyelesaikan Web Bangda 100 persen melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting dari BKKBN.

    "Ini adalah hasil kerja bersama yang harus terus kita tingkatkan demi mewujudkan generasi sehat di Kabupaten Berau," pungkasnya. (Adv)
    (Sf/Lo)

     

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemkab Berau Perkuat Upaya Tekan Stunting, Fokus Kolaborasi Lintas Sektor

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    06 April 2026 pukul 17:02 WITA

    Acara Pra Musrenbang Tematik Stunting Kabupaten Berau tahun 2026, di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang, Jalan Apt Pranoto, Tanjung Redeb. (Foti: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat upaya penanganan stunting dengan menitikberatkan pada kolaborasi lintas sektor guna mencapai target penurunan yang telah ditetapkan.

    Ini disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis dalam kegiatan Pra Musrenbang Tematik Stunting Kabupaten Berau 2026, di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang, Senin (6/4/2026).

    Dalam sambutannya Gamalis menegaskan Pemkab Berau terus berkomitmen menurunkan angka stunting menjadi 14,4 persen pada 2029 dan mencapai lima persen pada 2045. Sesuai yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) 2025-2045.

    Ia menekankan penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.

    "Saya minta kita semua untuk bekerja lebih maksimal, bukan hanya mengejar angka penilaian semata, tetapi sebagai wujud kehadiran di tengah masyarakat dalam mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan," ujar Gamalis.

    Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Berau tercatat sebesar 23,4 persen. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dan masih berada di atas rata-rata nasional.

    Sementara data Sistem Informasi Gizi dan Kesehatan Keluarga (SIGIZI KESGA) 2025 menunjukkan jumlah balita di Berau mencapai 23.105 anak. Namun hanya sekitar 40,06 persen balita yang telah terdata dan diukur pertumbuhannya.

    "Artinya kunjungan ke posyandu masih rendah dan harus kita tingkatkan untuk memastikan tumbuh kembang anak terpantau dengan baik," jelasnya.

    Ia menyampaikan hasil evaluasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada 2025 menempatkan Berau di posisi ke-10 dari 10 kabupaten/kota dalam penilaian kinerja pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting dengan capaian skor 94.

    Meski demikian, dia mengakui capaian tersebut menjadi catatan penting bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kinerja, terutama dalam memperkuat koordinasi lintas sektor.

    "Kita harus lebih fokus dan serius dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Berau," tegasnya.

    Melalui strategi kolaborasi, integrasi, serta pelaksanaan delapan aksi konvergensi, diharapkan penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

    "Rapat pra musrenbang ini juga menjadi wadah untuk mengintegrasikan usulan dari tingkat kampung, kelurahan, hingga kecamatan ke dalam perencanaan pembangunan kabupaten," katanya.

    Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Berau, Gamalis mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk aktif berkontribusi dalam merealisasikan program percepatan penurunan stunting.

    "Saya berharap dari pertemuan ini lahir rekomendasi nyata yang dapat segera ditindaklanjuti, sehingga setiap program benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat," katanya.

    Gamalis juga menyampaikan capaian Berau yang berhasil masuk dalam 20 kabupaten/kota terbaik dalam pelaksanaan PMT lokal serta menyelesaikan Web Bangda 100 persen melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting dari BKKBN.

    "Ini adalah hasil kerja bersama yang harus terus kita tingkatkan demi mewujudkan generasi sehat di Kabupaten Berau," pungkasnya. (Adv)
    (Sf/Lo)