Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemkab Berau Dukung GPM, Upaya Polres dan Bulog Jaga Stabilitas Harga dan Tekan Inflasi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    14 Agustus 2025 pukul 21:45 WITA

    Penyerahan simbolis beras SPHP dalam kegiatan GPM di depan Pasar Sanggam Adji Dilayas, Kamis (14/8/2025). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Polres Berau kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di depan Pasar Sanggam Adji Dilayas, Kamis (14/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari GPM serentak yang digelar Polri di seluruh Indonesia.

    Penyaluran beras murah jenis SPHP ini dilakukan bekerja sama dengan Bulog Berau. Fokus distribusi kali ini diarahkan untuk menjangkau masyarakat Kecamatan Gunung Tabur hingga Teluk Bayur, yang dinilai rawan terdampak gejolak harga bahan pokok. Sehingga ini pun menjadi salah satu upaya dalam menekan inflasi yang terjadi di Kabupaten Berau.

    Bupati Berau Sri Juniarsih Mas yang diwakili Staf Ahli Bidang Keuangan dan SDM Setkab Berau, Jaka Siswanta, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Berau bersama Bulog. Ia menyebut program GPM sangat strategis dalam pengendalian inflasi daerah.

    "Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat bisa membeli beras dengan harga murah. Semoga ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," kata Jaka.

    Ia juga menjelaskan bahwa beras SPHP yang disalurkan merupakan bagian dari cadangan beras pemerintah pusat melalui Bulog. Pemerintah daerah turut mendukung penuh distribusi hingga Desember mendatang.

    "Pemkab Berau juga support buat kegiatan seperti ini. Selain itu, kita juga ada panen raya seperti di daerah Buyung-Buyung sama Semurud. Semoga itu juga berkelanjutan dan dapat menambah stok pemerintah daerah," ujarnya.

    Oleh karena itu, dirinya pun berharap hasil panen tersebut dapat menambah ketersediaan stok beras lokal dan menjaga stabilitas harga. Mengingat beberapa waktu lalu dimana ada kasus beras oplosan dan kenaikan harga beras.

    "Saya mendorong setiap kampung di Berau menanam padi agar harga tetap stabil dan tidak melebihi HET," tungkas Jaka.

    Sementara itu, Kapolres Berau, AKBP Khairul Bahsyar mengatakan bahwa hingga saat ini, pihaknya telah menyalurkan sekitar 20 ton beras SPHP ke masyarakat sejak program dimulai sepekan lalu. Kegiatan ini juga digelar di seluruh polsek untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.

    "Tujuan kegiatan ini juga kami ingin menekan angka inflasi, jangan sampai harga beras dan lainnya tinggi, sehingga masyarakat jadi susah untuk membeli. Dengan program ini diharapkan bisa membantu masyarakat sehingga kegiatan ini dapat lebih bermanfaat," tutur AKBP Khairul Bahsyar.

    Ia pun menyebut bahwa program GPM ini merupakan wujud nyata sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan Bulog.

    "Gerakan pasar murah ini kita lakukan di semua polsek. Dengan maksud GPN Ini menyentuh semua kalangan masyarakat terutama yang jauh dari kota," ujarnya.

    AKBP Khairul Bahsyar pun menyampaikan bahwa di Berau polres menargetkan total penyaluran hingga Desember dapat mencapai 400 ton, dengan target nasional sebesar 15 ribu ton beras. Kendati demikian, hingga pertengahan Agustus ini Berau tercatat sebagai daerah dengan distribusi tertinggi di wilayah Kaltim.

    "Alhamdulillah, jatah untuk Berau saat ini yang tertinggi, yakni sudah mencapai 20 ton hingga hari ini. Mudah-mudahan target sebelum Desember bisa tercapai," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemkab Berau Dukung GPM, Upaya Polres dan Bulog Jaga Stabilitas Harga dan Tekan Inflasi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    14 Agustus 2025 pukul 21:45 WITA

    Penyerahan simbolis beras SPHP dalam kegiatan GPM di depan Pasar Sanggam Adji Dilayas, Kamis (14/8/2025). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Polres Berau kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di depan Pasar Sanggam Adji Dilayas, Kamis (14/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari GPM serentak yang digelar Polri di seluruh Indonesia.

    Penyaluran beras murah jenis SPHP ini dilakukan bekerja sama dengan Bulog Berau. Fokus distribusi kali ini diarahkan untuk menjangkau masyarakat Kecamatan Gunung Tabur hingga Teluk Bayur, yang dinilai rawan terdampak gejolak harga bahan pokok. Sehingga ini pun menjadi salah satu upaya dalam menekan inflasi yang terjadi di Kabupaten Berau.

    Bupati Berau Sri Juniarsih Mas yang diwakili Staf Ahli Bidang Keuangan dan SDM Setkab Berau, Jaka Siswanta, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Berau bersama Bulog. Ia menyebut program GPM sangat strategis dalam pengendalian inflasi daerah.

    "Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat bisa membeli beras dengan harga murah. Semoga ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," kata Jaka.

    Ia juga menjelaskan bahwa beras SPHP yang disalurkan merupakan bagian dari cadangan beras pemerintah pusat melalui Bulog. Pemerintah daerah turut mendukung penuh distribusi hingga Desember mendatang.

    "Pemkab Berau juga support buat kegiatan seperti ini. Selain itu, kita juga ada panen raya seperti di daerah Buyung-Buyung sama Semurud. Semoga itu juga berkelanjutan dan dapat menambah stok pemerintah daerah," ujarnya.

    Oleh karena itu, dirinya pun berharap hasil panen tersebut dapat menambah ketersediaan stok beras lokal dan menjaga stabilitas harga. Mengingat beberapa waktu lalu dimana ada kasus beras oplosan dan kenaikan harga beras.

    "Saya mendorong setiap kampung di Berau menanam padi agar harga tetap stabil dan tidak melebihi HET," tungkas Jaka.

    Sementara itu, Kapolres Berau, AKBP Khairul Bahsyar mengatakan bahwa hingga saat ini, pihaknya telah menyalurkan sekitar 20 ton beras SPHP ke masyarakat sejak program dimulai sepekan lalu. Kegiatan ini juga digelar di seluruh polsek untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.

    "Tujuan kegiatan ini juga kami ingin menekan angka inflasi, jangan sampai harga beras dan lainnya tinggi, sehingga masyarakat jadi susah untuk membeli. Dengan program ini diharapkan bisa membantu masyarakat sehingga kegiatan ini dapat lebih bermanfaat," tutur AKBP Khairul Bahsyar.

    Ia pun menyebut bahwa program GPM ini merupakan wujud nyata sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan Bulog.

    "Gerakan pasar murah ini kita lakukan di semua polsek. Dengan maksud GPN Ini menyentuh semua kalangan masyarakat terutama yang jauh dari kota," ujarnya.

    AKBP Khairul Bahsyar pun menyampaikan bahwa di Berau polres menargetkan total penyaluran hingga Desember dapat mencapai 400 ton, dengan target nasional sebesar 15 ribu ton beras. Kendati demikian, hingga pertengahan Agustus ini Berau tercatat sebagai daerah dengan distribusi tertinggi di wilayah Kaltim.

    "Alhamdulillah, jatah untuk Berau saat ini yang tertinggi, yakni sudah mencapai 20 ton hingga hari ini. Mudah-mudahan target sebelum Desember bisa tercapai," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)