Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemkab Berau Dorong Gerakan Satu Orang Satu Pohon untuk Reboisasi Pelestarian Lingkungan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    13 Agustus 2025 pukul 16:39 WITA

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten Berau menginisiasi gerakan "Satu Orang Satu Pohon" sebagai bagian dari upaya reboisasi dan pelestarian lingkungan di tengah meningkatnya kerusakan alam.

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas dalam pernyataannya menegaskan pentingnya peran seluruh masyarakat dalam menjaga keseimbangan alam melalui aksi nyata. Salah satunya dengan penanaman kembali atau reboisasi pohon secara massal, yang dinilai sebagai langkah sederhana namun berdampak besar bagi masa depan lingkungan.

    "Kalau kita menanam satu orang satu pohon, itu akan memberikan dampak terbaik untuk masa depan lingkungan kita," ujar Sri.

    Ia mengatakan bahwa program ini telah mulai disosialisasikan dan akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari lingkungan sekolah. Dirinya menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan OPD terkait Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk segera mungkin dimulai dan memastikan program berjalan optimal di tingkat SD, SMP, hingga SMA.

    "Ini sangat bermanfaat untuk kita semua," tuturnya.

    Selain itu, dirinya juga mendorong perubahan budaya dalam pemberian hadiah di lingkungan pendidikan. Ia pun menyarankan agar masyarakat mulai menggantikan karangan bunga dengan bibit tanaman atau pohon hidup sebagai bentuk apresiasi yang lebih bermakna dan ramah lingkungan.

    "Saya lebih senang diberi kado bunga hidup atau pohon, lebih baik daripada karangan bunga yang berakhir jadi sampah," katanya.

    Ia juga menyebut meski Pemkab Berau memiliki keterbatasan kewenangan dalam menangani pertambangan ilegal, dirinya menegaskan bahwa pihaknya tetap mengambil langkah cepat dalam merespons kerusakan lingkungan, salah satunya melalui gerakan penanaman pohon ini.

    "Sempat terjadinya illegal mining, kami terkesan membiarkan, padahal kami tidak punya kewenangan. Tapi tetap ada hal yang bisa kita lakukan, salah satunya lewat gerakan penanaman pohon ini," tuturnya.

    Dirinya pun mengatakan bahwa Pemkab Berau akan menyediakan bibit tanaman, menetapkan lokasi penanaman, serta melakukan pemantauan secara berkala terhadap pertumbuhan pohon-pohon yang ditanam.

    Sri berharap dengan Program Satu Orang Satu Pohon tersebut menjadi awal dari terbentuknya kesadaran kolektif masyarakat untuk mencintai dan menjaga lingkungan, sekaligus menjadikan Kabupaten Berau sebagai wilayah yang lebih hijau, sehat, dan tahan terhadap dampak perubahan iklim.

    "Saya berharap Berau dapat menjadi daerah yang lebih hijau, sehat, dan tangguh terhadap perubahan iklim serta kerusakan lingkungan di masa depan," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemkab Berau Dorong Gerakan Satu Orang Satu Pohon untuk Reboisasi Pelestarian Lingkungan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    13 Agustus 2025 pukul 16:39 WITA

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten Berau menginisiasi gerakan "Satu Orang Satu Pohon" sebagai bagian dari upaya reboisasi dan pelestarian lingkungan di tengah meningkatnya kerusakan alam.

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas dalam pernyataannya menegaskan pentingnya peran seluruh masyarakat dalam menjaga keseimbangan alam melalui aksi nyata. Salah satunya dengan penanaman kembali atau reboisasi pohon secara massal, yang dinilai sebagai langkah sederhana namun berdampak besar bagi masa depan lingkungan.

    "Kalau kita menanam satu orang satu pohon, itu akan memberikan dampak terbaik untuk masa depan lingkungan kita," ujar Sri.

    Ia mengatakan bahwa program ini telah mulai disosialisasikan dan akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari lingkungan sekolah. Dirinya menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan OPD terkait Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk segera mungkin dimulai dan memastikan program berjalan optimal di tingkat SD, SMP, hingga SMA.

    "Ini sangat bermanfaat untuk kita semua," tuturnya.

    Selain itu, dirinya juga mendorong perubahan budaya dalam pemberian hadiah di lingkungan pendidikan. Ia pun menyarankan agar masyarakat mulai menggantikan karangan bunga dengan bibit tanaman atau pohon hidup sebagai bentuk apresiasi yang lebih bermakna dan ramah lingkungan.

    "Saya lebih senang diberi kado bunga hidup atau pohon, lebih baik daripada karangan bunga yang berakhir jadi sampah," katanya.

    Ia juga menyebut meski Pemkab Berau memiliki keterbatasan kewenangan dalam menangani pertambangan ilegal, dirinya menegaskan bahwa pihaknya tetap mengambil langkah cepat dalam merespons kerusakan lingkungan, salah satunya melalui gerakan penanaman pohon ini.

    "Sempat terjadinya illegal mining, kami terkesan membiarkan, padahal kami tidak punya kewenangan. Tapi tetap ada hal yang bisa kita lakukan, salah satunya lewat gerakan penanaman pohon ini," tuturnya.

    Dirinya pun mengatakan bahwa Pemkab Berau akan menyediakan bibit tanaman, menetapkan lokasi penanaman, serta melakukan pemantauan secara berkala terhadap pertumbuhan pohon-pohon yang ditanam.

    Sri berharap dengan Program Satu Orang Satu Pohon tersebut menjadi awal dari terbentuknya kesadaran kolektif masyarakat untuk mencintai dan menjaga lingkungan, sekaligus menjadikan Kabupaten Berau sebagai wilayah yang lebih hijau, sehat, dan tahan terhadap dampak perubahan iklim.

    "Saya berharap Berau dapat menjadi daerah yang lebih hijau, sehat, dan tangguh terhadap perubahan iklim serta kerusakan lingkungan di masa depan," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)