Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau
Foto bersama saat kegiatan Seri Edukasi II, di Ruang Rapat Sangalaki, Setda Berau, Tanjung Redeb, Minggu (23/11/2025). (Foto: Istimewa)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kembali menegaskan komitmen, konsistensi, dan keseriusannya dalam upaya pencegahan serta penanggulangan stunting. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, M Said, saat membuka kegiatan Seri Edukasi II yang mengusung tema "Sinergi Mencegah dan Mengatasi Stunting untuk Generasi Unggul dan Indonesia Maju", di Ruang Rapat Sangalaki, Setda Berau, Tanjung Redeb, Minggu (23/11/2025).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) sebagai bentuk kontribusi akademisi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Said menegaskan bahwa stunting masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Ia merujuk pada hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang menunjukkan penurunan prevalensi stunting nasional menjadi 19,8 persen, dari sebelumnya 21,5 persen.
"Penurunan ini tentu kabar baik, tetapi tantangan kita masih besar. Target nasional RPJMN adalah menurunkan angka stunting hingga 14 persen dalam beberapa tahun ke depan," ujar Said.
Ia pun menyampaikan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif anak.
"Anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih rendah dalam kapasitas intelektual, prestasi belajar, dan produktivitas di masa depan. Artinya, setiap anak yang tetap stunting adalah potensi generasi unggul yang belum tergali," ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting akan berkontribusi besar dalam membangun sumber daya manusia berkualitas untuk mewujudkan Indonesia maju.
Selain itu, dirinya menegaskan bahwa Pemkab Berau memiliki komitmen kuat dalam percepatan penurunan stunting, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk ikut terlibat.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami memerlukan sinergi seluruh pihak, termasuk dukungan para akademisi, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran IKA Unhas atas kontribusinya dalam pembangunan daerah. Dimana IKA Unhas kerap melaksanakan seri edukasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.
"Harapan kami, sinergi antara IKA Unhas dan pemerintah daerah dalam pemenuhan aspek kesehatan dapat terus terjalin dengan baik," katanya.
Terakhir, Said pun mengajak semua pihak untuk terus berkomitmen meningkatkan layanan kesehatan, khususnya di Kabupaten Berau.
"Semoga melalui kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia maju," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau

Foto bersama saat kegiatan Seri Edukasi II, di Ruang Rapat Sangalaki, Setda Berau, Tanjung Redeb, Minggu (23/11/2025). (Foto: Istimewa)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kembali menegaskan komitmen, konsistensi, dan keseriusannya dalam upaya pencegahan serta penanggulangan stunting. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, M Said, saat membuka kegiatan Seri Edukasi II yang mengusung tema "Sinergi Mencegah dan Mengatasi Stunting untuk Generasi Unggul dan Indonesia Maju", di Ruang Rapat Sangalaki, Setda Berau, Tanjung Redeb, Minggu (23/11/2025).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) sebagai bentuk kontribusi akademisi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Said menegaskan bahwa stunting masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Ia merujuk pada hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang menunjukkan penurunan prevalensi stunting nasional menjadi 19,8 persen, dari sebelumnya 21,5 persen.
"Penurunan ini tentu kabar baik, tetapi tantangan kita masih besar. Target nasional RPJMN adalah menurunkan angka stunting hingga 14 persen dalam beberapa tahun ke depan," ujar Said.
Ia pun menyampaikan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif anak.
"Anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih rendah dalam kapasitas intelektual, prestasi belajar, dan produktivitas di masa depan. Artinya, setiap anak yang tetap stunting adalah potensi generasi unggul yang belum tergali," ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting akan berkontribusi besar dalam membangun sumber daya manusia berkualitas untuk mewujudkan Indonesia maju.
Selain itu, dirinya menegaskan bahwa Pemkab Berau memiliki komitmen kuat dalam percepatan penurunan stunting, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk ikut terlibat.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami memerlukan sinergi seluruh pihak, termasuk dukungan para akademisi, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran IKA Unhas atas kontribusinya dalam pembangunan daerah. Dimana IKA Unhas kerap melaksanakan seri edukasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.
"Harapan kami, sinergi antara IKA Unhas dan pemerintah daerah dalam pemenuhan aspek kesehatan dapat terus terjalin dengan baik," katanya.
Terakhir, Said pun mengajak semua pihak untuk terus berkomitmen meningkatkan layanan kesehatan, khususnya di Kabupaten Berau.
"Semoga melalui kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia maju," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)