
Pemerintah Kabupaten Berau
Wabup Berau, Gamalis saat foto bersama di penutupan ke-8 MJDF tahun 2025, di Pulau Maratua, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mendorong manajemen Maratua Jazz and Dive Fiesta untuk terus berinovasi dalam mencari sumber pendanaan agar festival musik tahunan tersebut tetap berjalan.
Langkah ini diperlukan menyusul keterbatasan fiskal daerah yang membuat pemerintah belum dapat memberikan bantuan finansial secara khusus seperti tahun-tahun sebelumnya.
Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, mengatakan Maratua Jazz telah menjadi agenda musik berskala nasional dan memiliki tempat tersendiri di kalangan musisi jazz Indonesia. Konsistensi penyelenggaraan festival tersebut dinilai menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Berau, terutama dalam memperkenalkan potensi pariwisata Maratua.
"Maratua Jazz ini adalah satu event yang saya kira sudah menasional. Bagi para jazzer di Indonesia, Maratua Jazz merupakan event yang terus konsisten melaksanakan agendanya," ujar Gamalis.
Meski mengapresiasi keberadaan festival tersebut, ia mengakui kondisi fiskal daerah saat ini belum memungkinkan Pemkab Berau memberikan dukungan anggaran secara khusus. Karena itu, manajemen Maratua Jazz diharapkan dapat memperluas kerja sama dengan berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan pendanaan.
"Dengan kondisi fiskal saat ini, tidak lagi memungkinkan pemerintah daerah memberikan bantuan secara khusus seperti tahun-tahun lalu. Sehingga, manajemen Maratua Jazz harus melakukan kolaborasi dengan pihak-pihak lain," tuturnya.
Dirinya pun menyampaikan salah satu peluang yang tengah dijajaki adalah kerja sama dengan pihak luar negeri, termasuk Sabah, Malaysia. Ia menyebut manajemen Maratua Jazz telah beberapa kali melakukan pertemuan secara daring dengan pihak di Sabah dan dijadwalkan melakukan kunjungan langsung dalam waktu dekat.
Selain itu, Pemkab Berau juga mendorong keterlibatan sektor swasta, khususnya perusahaan yang beroperasi di wilayah Berau. Dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan kegiatan seni dan budaya tersebut.
"CSR perusahaan diharapkan dapat mengalir untuk mendukung kegiatan seni seperti Maratua Jazz," katanya.
Gamalis menegaskan, meskipun bantuan finansial belum dapat diberikan, pemerintah daerah tetap berupaya mendukung melalui regulasi dan kebijakan yang diperlukan. Ia berharap keterbatasan anggaran tidak membuat pengelola kehilangan kreativitas dalam mencari solusi pendanaan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, pihak swasta, dan mitra internasional, Maratua Jazz diharapkan tetap terselenggara serta terus berkembang sebagai salah satu daya tarik pariwisata dan seni budaya Kabupaten Berau.
"Yang paling penting, mudah-mudahan para artisnya bisa lebih familiar dengan anak-anak muda Berau. Sehingga daya tarik masyarakat lebih tinggi untuk datang menyaksikan," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau

Wabup Berau, Gamalis saat foto bersama di penutupan ke-8 MJDF tahun 2025, di Pulau Maratua, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mendorong manajemen Maratua Jazz and Dive Fiesta untuk terus berinovasi dalam mencari sumber pendanaan agar festival musik tahunan tersebut tetap berjalan.
Langkah ini diperlukan menyusul keterbatasan fiskal daerah yang membuat pemerintah belum dapat memberikan bantuan finansial secara khusus seperti tahun-tahun sebelumnya.
Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, mengatakan Maratua Jazz telah menjadi agenda musik berskala nasional dan memiliki tempat tersendiri di kalangan musisi jazz Indonesia. Konsistensi penyelenggaraan festival tersebut dinilai menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Berau, terutama dalam memperkenalkan potensi pariwisata Maratua.
"Maratua Jazz ini adalah satu event yang saya kira sudah menasional. Bagi para jazzer di Indonesia, Maratua Jazz merupakan event yang terus konsisten melaksanakan agendanya," ujar Gamalis.
Meski mengapresiasi keberadaan festival tersebut, ia mengakui kondisi fiskal daerah saat ini belum memungkinkan Pemkab Berau memberikan dukungan anggaran secara khusus. Karena itu, manajemen Maratua Jazz diharapkan dapat memperluas kerja sama dengan berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan pendanaan.
"Dengan kondisi fiskal saat ini, tidak lagi memungkinkan pemerintah daerah memberikan bantuan secara khusus seperti tahun-tahun lalu. Sehingga, manajemen Maratua Jazz harus melakukan kolaborasi dengan pihak-pihak lain," tuturnya.
Dirinya pun menyampaikan salah satu peluang yang tengah dijajaki adalah kerja sama dengan pihak luar negeri, termasuk Sabah, Malaysia. Ia menyebut manajemen Maratua Jazz telah beberapa kali melakukan pertemuan secara daring dengan pihak di Sabah dan dijadwalkan melakukan kunjungan langsung dalam waktu dekat.
Selain itu, Pemkab Berau juga mendorong keterlibatan sektor swasta, khususnya perusahaan yang beroperasi di wilayah Berau. Dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan kegiatan seni dan budaya tersebut.
"CSR perusahaan diharapkan dapat mengalir untuk mendukung kegiatan seni seperti Maratua Jazz," katanya.
Gamalis menegaskan, meskipun bantuan finansial belum dapat diberikan, pemerintah daerah tetap berupaya mendukung melalui regulasi dan kebijakan yang diperlukan. Ia berharap keterbatasan anggaran tidak membuat pengelola kehilangan kreativitas dalam mencari solusi pendanaan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, pihak swasta, dan mitra internasional, Maratua Jazz diharapkan tetap terselenggara serta terus berkembang sebagai salah satu daya tarik pariwisata dan seni budaya Kabupaten Berau.
"Yang paling penting, mudah-mudahan para artisnya bisa lebih familiar dengan anak-anak muda Berau. Sehingga daya tarik masyarakat lebih tinggi untuk datang menyaksikan," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)