Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Lewat Program Bangga Kencana, Pemkab Berau Perkuat Komitmen Turunkan Angka Stunting

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    31 Oktober 2025 pukul 19:33 WITA

    Wabup Berau, Gamalis saat penyerahan hadiah lomba saat kegiatan program bangga kencana, di Ballroom Hotel Bumi Segah, Tanjung Redeb, Jumat (31/10/2025). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka stunting di daerah. Salah satunya melalui pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang resmi dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, di Ballroom Hotel Bumi Segah, Tanjung Redeb, Jumat (31/10/2025).

    Program Bangga Kencana menjadi langkah strategis Pemkab Berau untuk mewujudkan keluarga berkualitas, mengendalikan pertumbuhan penduduk, serta mempercepat penurunan stunting melalui intervensi lintas sektor dan kolaborasi seluruh pihak.

    Wabup Berau, Gamalis menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, melainkan juga harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

    "Pembangunan daerah tidak serta merta hanya pada pembangunan infrastruktur saja. SDM juga menjadi bagian yang tidak kalah penting, dan hasilnya mungkin baru bisa dirasakan 20 hingga 30 tahun ke depan," ujar Gamalis.

    Ia pun menyampaikan, salah satu fokus utama dalam pembangunan SDM di Kabupaten Berau adalah penurunan angka stunting yang masih menjadi tantangan serius. Dirinya juga menyebutkan untuk target angka stunting Berau tahun 2025 berada di angka 14 persen.

    Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi balita stunting di Kabupaten Berau mencapai 23 persen, sementara wasting berada di angka 7,1 persen, under weight 19,4 persen, dan over weight 4,9 persen. Adapun prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 27,7 persen dan KEK (Kurang Energi Kronis) sebesar 16,9 persen.

    "Dari data tersebut, kita melihat masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Saya menginstruksikan kepada seluruh pihak agar bekerja lebih maksimal lagi agar target penurunan stunting dapat tercapai," tegasnya.

    Dirinya juga menekankan pentingnya peran kader posyandu, tenaga kesehatan, dan lembaga masyarakat dalam memberikan edukasi serta pelayanan kepada masyarakat, khususnya ibu dan anak. Ia juga mendorong Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) serta Dinas Kesehatan untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan di lapangan.

    "Saya mendorong agar program Kampung KB yang sudah terbentuk dapat dioptimalkan dan terus aktif berprestasi. Sinergi dan inovasi dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk memastikan kesehatan anak-anak kita sebagai generasi penerus," katanya.

    Gamalis pun berharap melalui pelaksanaan program Bangga Kencana ini dapat menciptakan keluarga yang tangguh, sehat, dan sejahtera. Program ini juga diharapkan mampu mendorong pengendalian reproduksi remaja, menekan laju pertumbuhan penduduk, serta memperkuat ketahanan keluarga di berbagai lapisan masyarakat.

    "Insyaallah, dengan kerja sama dan komitmen semua pihak, generasi penerus Berau akan tumbuh menjadi generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Lewat Program Bangga Kencana, Pemkab Berau Perkuat Komitmen Turunkan Angka Stunting

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    31 Oktober 2025 pukul 19:33 WITA

    Wabup Berau, Gamalis saat penyerahan hadiah lomba saat kegiatan program bangga kencana, di Ballroom Hotel Bumi Segah, Tanjung Redeb, Jumat (31/10/2025). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka stunting di daerah. Salah satunya melalui pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang resmi dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, di Ballroom Hotel Bumi Segah, Tanjung Redeb, Jumat (31/10/2025).

    Program Bangga Kencana menjadi langkah strategis Pemkab Berau untuk mewujudkan keluarga berkualitas, mengendalikan pertumbuhan penduduk, serta mempercepat penurunan stunting melalui intervensi lintas sektor dan kolaborasi seluruh pihak.

    Wabup Berau, Gamalis menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, melainkan juga harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

    "Pembangunan daerah tidak serta merta hanya pada pembangunan infrastruktur saja. SDM juga menjadi bagian yang tidak kalah penting, dan hasilnya mungkin baru bisa dirasakan 20 hingga 30 tahun ke depan," ujar Gamalis.

    Ia pun menyampaikan, salah satu fokus utama dalam pembangunan SDM di Kabupaten Berau adalah penurunan angka stunting yang masih menjadi tantangan serius. Dirinya juga menyebutkan untuk target angka stunting Berau tahun 2025 berada di angka 14 persen.

    Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi balita stunting di Kabupaten Berau mencapai 23 persen, sementara wasting berada di angka 7,1 persen, under weight 19,4 persen, dan over weight 4,9 persen. Adapun prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 27,7 persen dan KEK (Kurang Energi Kronis) sebesar 16,9 persen.

    "Dari data tersebut, kita melihat masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Saya menginstruksikan kepada seluruh pihak agar bekerja lebih maksimal lagi agar target penurunan stunting dapat tercapai," tegasnya.

    Dirinya juga menekankan pentingnya peran kader posyandu, tenaga kesehatan, dan lembaga masyarakat dalam memberikan edukasi serta pelayanan kepada masyarakat, khususnya ibu dan anak. Ia juga mendorong Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) serta Dinas Kesehatan untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan di lapangan.

    "Saya mendorong agar program Kampung KB yang sudah terbentuk dapat dioptimalkan dan terus aktif berprestasi. Sinergi dan inovasi dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk memastikan kesehatan anak-anak kita sebagai generasi penerus," katanya.

    Gamalis pun berharap melalui pelaksanaan program Bangga Kencana ini dapat menciptakan keluarga yang tangguh, sehat, dan sejahtera. Program ini juga diharapkan mampu mendorong pengendalian reproduksi remaja, menekan laju pertumbuhan penduduk, serta memperkuat ketahanan keluarga di berbagai lapisan masyarakat.

    "Insyaallah, dengan kerja sama dan komitmen semua pihak, generasi penerus Berau akan tumbuh menjadi generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)