Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Lepas Kontingen Penas KTNA ke Gorontalo, Bupati Berau Minta Peserta Adopsi Pengetahuan dan Inovasi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    10 Juni 2026 pukul 19:17 WITA

    Pelepasan Penas KTNA ke-17 Tahun 2026, di Ruang Rapat Sangalaki Setda Berau, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas secara resmi melepas 53 peserta yang akan mengikuti Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) ke-17 Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Pelepasan berlangsung di Ruang Rapat Sangalaki Setda Berau, Tanjung Redeb, Rabu (10/6/2026).

    Dalam sambutannya, Bupati Berau, Sri Juniarsih menegaskan Penas KTNA merupakan agenda nasional yang sangat penting bagi pengembangan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi petani dan nelayan untuk bertukar pengalaman, serta mempelajari berbagai inovasi yang telah berhasil diterapkan di berbagai daerah.

    "Penas KTNA ini menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga. Di sana bapak dan ibu akan bertemu dengan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia yang memiliki pengalaman, inovasi dan cara kerja yang berbeda-beda. Itu yang harus dipelajari dan diadopsi untuk kemajuan daerah kita," ujar Sri.

    Menurutnya, perkembangan teknologi di sektor pertanian dan perikanan saat ini terus berkembang, sehingga perlu diikuti oleh para pelaku usaha di daerah. Ia pun mendorong melalui kegiatan tersebut, peserta dapat memperoleh wawasan baru terkait penggunaan teknologi tepat guna yang mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.

    "Yang baik kita tiru dan kita modifikasi sesuai dengan kondisi Kabupaten Berau," tambahnya.

    Apalagi kata dia, Kabupaten Berau memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting agar potensi tersebut dapat dikelola secara maksimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

    "Jangan hanya datang sebagai peserta, tetapi pulang membawa ilmu, pengalaman dan gagasan yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan kita," katanya.

    Selain itu, ia juga meminta para peserta agar memanfaatkan ajang tersebut untuk memperkenalkan potensi unggulan Kabupaten Berau kepada peserta dari berbagai daerah. Menurutnya, sektor pertanian, perikanan hingga pariwisata Berau memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan melalui kerja sama dan promosi yang lebih luas.

    "Saya berharap seluruh peserta dapat menjaga nama baik daerah selama mengikuti kegiatan serta membawa pulang berbagai inovasi dan praktik terbaik yang dapat mendukung kemajuan sektor pertanian dan perikanan di Kabupaten Berau," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Lepas Kontingen Penas KTNA ke Gorontalo, Bupati Berau Minta Peserta Adopsi Pengetahuan dan Inovasi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    10 Juni 2026 pukul 19:17 WITA

    Pelepasan Penas KTNA ke-17 Tahun 2026, di Ruang Rapat Sangalaki Setda Berau, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas secara resmi melepas 53 peserta yang akan mengikuti Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) ke-17 Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Pelepasan berlangsung di Ruang Rapat Sangalaki Setda Berau, Tanjung Redeb, Rabu (10/6/2026).

    Dalam sambutannya, Bupati Berau, Sri Juniarsih menegaskan Penas KTNA merupakan agenda nasional yang sangat penting bagi pengembangan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi petani dan nelayan untuk bertukar pengalaman, serta mempelajari berbagai inovasi yang telah berhasil diterapkan di berbagai daerah.

    "Penas KTNA ini menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga. Di sana bapak dan ibu akan bertemu dengan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia yang memiliki pengalaman, inovasi dan cara kerja yang berbeda-beda. Itu yang harus dipelajari dan diadopsi untuk kemajuan daerah kita," ujar Sri.

    Menurutnya, perkembangan teknologi di sektor pertanian dan perikanan saat ini terus berkembang, sehingga perlu diikuti oleh para pelaku usaha di daerah. Ia pun mendorong melalui kegiatan tersebut, peserta dapat memperoleh wawasan baru terkait penggunaan teknologi tepat guna yang mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.

    "Yang baik kita tiru dan kita modifikasi sesuai dengan kondisi Kabupaten Berau," tambahnya.

    Apalagi kata dia, Kabupaten Berau memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting agar potensi tersebut dapat dikelola secara maksimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

    "Jangan hanya datang sebagai peserta, tetapi pulang membawa ilmu, pengalaman dan gagasan yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan kita," katanya.

    Selain itu, ia juga meminta para peserta agar memanfaatkan ajang tersebut untuk memperkenalkan potensi unggulan Kabupaten Berau kepada peserta dari berbagai daerah. Menurutnya, sektor pertanian, perikanan hingga pariwisata Berau memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan melalui kerja sama dan promosi yang lebih luas.

    "Saya berharap seluruh peserta dapat menjaga nama baik daerah selama mengikuti kegiatan serta membawa pulang berbagai inovasi dan praktik terbaik yang dapat mendukung kemajuan sektor pertanian dan perikanan di Kabupaten Berau," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)