Pemerintah Kabupaten Berau

    Lepas 215 Jemaah Haji Berau Tahun 2026, Bupati Pesan Jaga Kekompakan

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Pemerintah Kabupaten Berau

    12 Mei 2026 12:14 WIB

    Pelepasan jemaah haji Kabupaten Berau tahun 2026, di Balai Mufakat, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Sebanyak 215 calon jemaah haji Kabupaten Berau tahun 2026 resmi dilepas oleh Bupati Sri Juniarsih Mas, di Balai Mufakat, Tanjung Redeb, Senin malam (11/5/2026).

    Dari total jemaah yang diberangkatkan, sebanyak 85 orang merupakan jemaah laki-laki dan 130 orang perempuan ditambah dengan tiga pendamping jemaah. Acara pelepasan ini pun turut dihadiri Wakil Bupati Berau Gamalis, Asisten Administrasi Umum Setda Berau, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Berau, Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Berau, serta ratusan calon jemaah haji dan keluarga.

    Dalam sambutannya, Bupati Sri Juniarsih Mas menyampaikan bahwa ibadah haji merupakan kesempatan istimewa yang tidak semua umat muslim dapatkan. Menurutnya, para calon jemaah harus melalui masa tunggu yang cukup panjang sebelum akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci.

    "Untuk menunaikan ibadah haji ini banyak orang yang menunggu dalam waktu yang lama, bahkan bisa mencapai 14 hingga 15 tahun ataupun lebih. Oleh karena itu manfaatkan kesempatan ini untuk menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya," ujar Sri.

    Ia juga mengingatkan seluruh jemaah agar selalu menjaga kekompakan dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan selama menjalankan ibadah haji. Hal tersebut dinilai penting agar seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan lancar.

    "Tentu kita tidak boleh terpisah-pisah. Karena itu bapak dan ibu harus mematuhi kesepakatan serta ketentuan yang sudah ada dalam rombongan," katanya.

    Selain itu, dirinya juga berpesan kepada para jemaah untuk menjaga sikap dan perilaku karena membawa nama baik Kabupaten Berau dan Provinsi Kalimantan Timur.

    "Jaga nama baik bangsa dan negara kita. Sadarlah bahwa bapak ibu semuanya adalah representasi dari masyarakat Berau dan Provinsi Kalimantan Timur," pesannya.

    Sri pun berharap seluruh jemaah dapat terus menjaga kebersamaan, saling membantu antar sesama jemaah, serta mengikuti seluruh arahan petugas haji demi kenyamanan bersama.

    Sementara itu, Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Berau, Hindun Nahdani menjelaskan seluruh jemaah akan didampingi tiga orang petugas pendamping selama perjalanan ibadah haji berlangsung.

    Ia mengatakan keberangkatan jemaah dilakukan melalui empat kelompok terbang (kloter) dengan jadwal yang berbeda-beda. Kloter pertama telah diberangkatkan pada 29 April lalu, sedangkan kloter kedua dijadwalkan berangkat pada 14 Mei. Adapun kloter ketiga dan keempat akan diberangkatkan pada 18 Mei 2026.

    "Keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi perjalanan spiritual yang membawa perubahan besar dalam kehidupan setiap jemaah. Karena itu diperlukan persiapan fisik, mental, dan juga bekal pengetahuan," tutup Hindun. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Lepas 215 Jemaah Haji Berau Tahun 2026, Bupati Pesan Jaga Kekompakan

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Pemerintah Kabupaten Berau

    12 Mei 2026 12:14 WIB

    Pelepasan jemaah haji Kabupaten Berau tahun 2026, di Balai Mufakat, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Sebanyak 215 calon jemaah haji Kabupaten Berau tahun 2026 resmi dilepas oleh Bupati Sri Juniarsih Mas, di Balai Mufakat, Tanjung Redeb, Senin malam (11/5/2026).

    Dari total jemaah yang diberangkatkan, sebanyak 85 orang merupakan jemaah laki-laki dan 130 orang perempuan ditambah dengan tiga pendamping jemaah. Acara pelepasan ini pun turut dihadiri Wakil Bupati Berau Gamalis, Asisten Administrasi Umum Setda Berau, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Berau, Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Berau, serta ratusan calon jemaah haji dan keluarga.

    Dalam sambutannya, Bupati Sri Juniarsih Mas menyampaikan bahwa ibadah haji merupakan kesempatan istimewa yang tidak semua umat muslim dapatkan. Menurutnya, para calon jemaah harus melalui masa tunggu yang cukup panjang sebelum akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci.

    "Untuk menunaikan ibadah haji ini banyak orang yang menunggu dalam waktu yang lama, bahkan bisa mencapai 14 hingga 15 tahun ataupun lebih. Oleh karena itu manfaatkan kesempatan ini untuk menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya," ujar Sri.

    Ia juga mengingatkan seluruh jemaah agar selalu menjaga kekompakan dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan selama menjalankan ibadah haji. Hal tersebut dinilai penting agar seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan lancar.

    "Tentu kita tidak boleh terpisah-pisah. Karena itu bapak dan ibu harus mematuhi kesepakatan serta ketentuan yang sudah ada dalam rombongan," katanya.

    Selain itu, dirinya juga berpesan kepada para jemaah untuk menjaga sikap dan perilaku karena membawa nama baik Kabupaten Berau dan Provinsi Kalimantan Timur.

    "Jaga nama baik bangsa dan negara kita. Sadarlah bahwa bapak ibu semuanya adalah representasi dari masyarakat Berau dan Provinsi Kalimantan Timur," pesannya.

    Sri pun berharap seluruh jemaah dapat terus menjaga kebersamaan, saling membantu antar sesama jemaah, serta mengikuti seluruh arahan petugas haji demi kenyamanan bersama.

    Sementara itu, Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Berau, Hindun Nahdani menjelaskan seluruh jemaah akan didampingi tiga orang petugas pendamping selama perjalanan ibadah haji berlangsung.

    Ia mengatakan keberangkatan jemaah dilakukan melalui empat kelompok terbang (kloter) dengan jadwal yang berbeda-beda. Kloter pertama telah diberangkatkan pada 29 April lalu, sedangkan kloter kedua dijadwalkan berangkat pada 14 Mei. Adapun kloter ketiga dan keempat akan diberangkatkan pada 18 Mei 2026.

    "Keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi perjalanan spiritual yang membawa perubahan besar dalam kehidupan setiap jemaah. Karena itu diperlukan persiapan fisik, mental, dan juga bekal pengetahuan," tutup Hindun. (Adv)

    (Sf/Rs)