Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Langsung Ikut Bersihkan Tepian, Bupati Berau Ajak Warga Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    11 Juli 2025 pukul 13:11 WITA

    Bupati Berau, Sri Juniarsih saat ikut serta membersihkan Tepian Ahmad Yani, Tanjung Redeb. (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) Tahun 2025 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Berau. Hal itu disampaikan Bupati Berau saat dalam kegiatan Aksi Bersih Sampah, di Tepian Ahmad Yani, Jumat (11/7/2025).

    Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat dan kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk mewujudkan Berau yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

    "Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah menuju sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi. Untuk itu, dibutuhkan kontribusi dan kerjasama menyeluruh antara pemerintah dan masyarakat," ujar Sri Juniarsih.

    Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang mencatat total timbulan sampah di Kabupaten Berau sepanjang 2024 mencapai 54.568,41 ton. Dari jumlah tersebut, 67,67 persen telah terkelola, sementara 32,33 persen masih belum tertangani.

    "Ini harus menjadi perhatian seluruh pihak, tidak hanya pemerintah tetapi juga seluruh masyarakat," tekannya.

    Namun, ia juga menyoroti terkait tantangan besar yang dihadapi hingga saat ini, yakni Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bujangga yang telah melebihi kapasitas tampung. Selain itu, ia menilai tingginya persentase sampah plastik yang sulit terurai dan berdampak negatif terhadap lingkungan, mulai dari pencemaran tanah, air, laut hingga udara.

    "Pengurangan sampah bisa kita lakukan dengan memanfaatkan kembali sampah menjadi barang yang berguna. Kita juga punya 23 unit bank sampah yang bisa dimaksimalkan," tambahnya.

    Dalam aksi bersih sampah kali ini, sejumlah lokasi strategis di kawasan wisata perkotaan menjadi sasaran pembersihan, antara lain Jalan Ahmad Yani, Jalan Pulau Sambit, bantaran Sungai Segah, dan Jalan Pulau Derawan. Lokasi-lokasi tersebut merupakan ruang publik masyarakat Kabupaten Berau yang ditempati oleh ratusan UMKM.

    "Saya harapkan seluruh pihak dapat menumbuhkan kesadaran bersama, ini sangat penting. Kita harus menjaga ruang publik agar tetap asri dan bersih dari sampah," tegasnya.

    Oleh karena itu, dirinya juga mengingatkan para pelaku UMKM di kawasan tepian sungai untuk bertanggung jawab atas pengelolaan sampah, sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 1 Tahun 2017.

    Kendati demikian, Sri berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia optimistis, dengan kepedulian dan komitmen bersama maka Kabupaten Berau dapat menjadi daerah yang bersih, indah dan lebih tertata.

    "Insya Allah, jika kita semua menjaga kebersihan, maka bukan tidak mungkin terwujud Berau yang lebih baik, bersih, dan enak dipandang," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Langsung Ikut Bersihkan Tepian, Bupati Berau Ajak Warga Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    11 Juli 2025 pukul 13:11 WITA

    Bupati Berau, Sri Juniarsih saat ikut serta membersihkan Tepian Ahmad Yani, Tanjung Redeb. (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) Tahun 2025 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Berau. Hal itu disampaikan Bupati Berau saat dalam kegiatan Aksi Bersih Sampah, di Tepian Ahmad Yani, Jumat (11/7/2025).

    Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat dan kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk mewujudkan Berau yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

    "Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah menuju sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi. Untuk itu, dibutuhkan kontribusi dan kerjasama menyeluruh antara pemerintah dan masyarakat," ujar Sri Juniarsih.

    Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang mencatat total timbulan sampah di Kabupaten Berau sepanjang 2024 mencapai 54.568,41 ton. Dari jumlah tersebut, 67,67 persen telah terkelola, sementara 32,33 persen masih belum tertangani.

    "Ini harus menjadi perhatian seluruh pihak, tidak hanya pemerintah tetapi juga seluruh masyarakat," tekannya.

    Namun, ia juga menyoroti terkait tantangan besar yang dihadapi hingga saat ini, yakni Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bujangga yang telah melebihi kapasitas tampung. Selain itu, ia menilai tingginya persentase sampah plastik yang sulit terurai dan berdampak negatif terhadap lingkungan, mulai dari pencemaran tanah, air, laut hingga udara.

    "Pengurangan sampah bisa kita lakukan dengan memanfaatkan kembali sampah menjadi barang yang berguna. Kita juga punya 23 unit bank sampah yang bisa dimaksimalkan," tambahnya.

    Dalam aksi bersih sampah kali ini, sejumlah lokasi strategis di kawasan wisata perkotaan menjadi sasaran pembersihan, antara lain Jalan Ahmad Yani, Jalan Pulau Sambit, bantaran Sungai Segah, dan Jalan Pulau Derawan. Lokasi-lokasi tersebut merupakan ruang publik masyarakat Kabupaten Berau yang ditempati oleh ratusan UMKM.

    "Saya harapkan seluruh pihak dapat menumbuhkan kesadaran bersama, ini sangat penting. Kita harus menjaga ruang publik agar tetap asri dan bersih dari sampah," tegasnya.

    Oleh karena itu, dirinya juga mengingatkan para pelaku UMKM di kawasan tepian sungai untuk bertanggung jawab atas pengelolaan sampah, sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 1 Tahun 2017.

    Kendati demikian, Sri berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia optimistis, dengan kepedulian dan komitmen bersama maka Kabupaten Berau dapat menjadi daerah yang bersih, indah dan lebih tertata.

    "Insya Allah, jika kita semua menjaga kebersihan, maka bukan tidak mungkin terwujud Berau yang lebih baik, bersih, dan enak dipandang," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)