Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau
Pelantikan 10 Ketua Tim PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu di tingkat kecamatan se-Kabupaten Berau, di Balai Mufakat Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemkab Berau resmi melantik 10 Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu di tingkat kecamatan se-Berau.
Pelantikan ini berlangsung di Balai Mufakat Tanjung Redeb pada Rabu (8/4/2026), ini merupakan bagian dari penyesuaian atas pergantian jabatan camat.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan PKK memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui pendekatan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
"PKK berperan penting dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera, mandiri dan harmonis melalui pendekatan keluarga," ujar Sri.
Ia pun berharap para ketua yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Di tengah efisiensi anggaran ini, bupati juga mendorong para pengurus untuk tetap berinovasi dalam menjalankan program kerja.
"Dalam kondisi anggaran yang terbatas, saya harap para ketua mampu berinovasi dan tetap optimal dalam menjalankan programnya masing-masing," tegasnya.
Ia juga menyoroti upaya penurunan angka stunting di Berau. Berdasarkan data Sistem Informasi Gizi dan Kesehatan Keluarga 2025, jumlah anak di Berau mencapai 23.105, tetapi persentase balita yang terukur baru sekitar 40,6 persen. Hal tersebut menunjukkan masih rendahnya tingkat kunjungan balita ke posyandu, yang berdampak pada pemantauan tumbuh kembang anak.
"Masih ada sekitar 60 persen balita yang belum rutin datang ke posyandu. Ini harus menjadi perhatian bersama agar kesehatan dan tumbuh kembang anak dapat terpantau dengan baik," ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara tim di tingkat kecamatan dan kabupaten agar persoalan ini dapat segera diatasi.
"Saya menekankan kepada seluruh tim untuk terus memantau dan memastikan persoalan ini tidak berhenti di tempat, tetapi terus mengalami perbaikan," pungkasnya.
Bupati pun berharap dengan pelantikan ini, peran PKK dan posyandu semakin optimal dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta percepatan penanganan stunting di Berau. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau

Pelantikan 10 Ketua Tim PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu di tingkat kecamatan se-Kabupaten Berau, di Balai Mufakat Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemkab Berau resmi melantik 10 Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu di tingkat kecamatan se-Berau.
Pelantikan ini berlangsung di Balai Mufakat Tanjung Redeb pada Rabu (8/4/2026), ini merupakan bagian dari penyesuaian atas pergantian jabatan camat.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan PKK memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui pendekatan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
"PKK berperan penting dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera, mandiri dan harmonis melalui pendekatan keluarga," ujar Sri.
Ia pun berharap para ketua yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Di tengah efisiensi anggaran ini, bupati juga mendorong para pengurus untuk tetap berinovasi dalam menjalankan program kerja.
"Dalam kondisi anggaran yang terbatas, saya harap para ketua mampu berinovasi dan tetap optimal dalam menjalankan programnya masing-masing," tegasnya.
Ia juga menyoroti upaya penurunan angka stunting di Berau. Berdasarkan data Sistem Informasi Gizi dan Kesehatan Keluarga 2025, jumlah anak di Berau mencapai 23.105, tetapi persentase balita yang terukur baru sekitar 40,6 persen. Hal tersebut menunjukkan masih rendahnya tingkat kunjungan balita ke posyandu, yang berdampak pada pemantauan tumbuh kembang anak.
"Masih ada sekitar 60 persen balita yang belum rutin datang ke posyandu. Ini harus menjadi perhatian bersama agar kesehatan dan tumbuh kembang anak dapat terpantau dengan baik," ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara tim di tingkat kecamatan dan kabupaten agar persoalan ini dapat segera diatasi.
"Saya menekankan kepada seluruh tim untuk terus memantau dan memastikan persoalan ini tidak berhenti di tempat, tetapi terus mengalami perbaikan," pungkasnya.
Bupati pun berharap dengan pelantikan ini, peran PKK dan posyandu semakin optimal dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta percepatan penanganan stunting di Berau. (Adv)
(Sf/Lo)