Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Kabut Asap Tebal, Pemkab Berau Pantau Kualitas Udara dan ISPA

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    18 September 2026 pukul 21:28 WITA

    Kondisi kabut asap di kawasan Tepian Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Berau dalam sepekan terakhir membuat pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan. Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya kadar partikel polutan di udara yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

    Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau turun melakukan pemantauan kualitas udara di kawasan Tepian Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb, Jumat pagi (18/9/2026).

    Wabup Berau, Gamalis mengatakan, ketebalan kabut asap yang terjadi belakangan ini perlu menjadi perhatian bersama. Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) pun melakukan pengukuran menggunakan Alat Indikator Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk mengetahui kondisi kualitas udara secara lebih pasti.

    "Dalam satu minggu belakangan ini kabut asap semakin tebal dan ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Hari ini kita akan pasang ISPU untuk mengukur separah apa dampaknya terhadap kondisi alam kita, dan hasilnya baru bisa kita ketahui besok," kata Gamalis.

    Ia menyampaikan dari pengukuran awal, kadar PM2,5 tercatat mencapai 385, sementara angka normal berada di kisaran 25. Sedangkan PM10 terpantau berada pada angka sekitar 1.400.

    "Tingginya paparan partikel ini juga menjadi perhatian karena terjadi bersamaan dengan meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dilaporkan melalui fasilitas pelayanan kesehatan," ujarnya.

    Oleh karena itu, ia meminta masyarakat lebih berhati-hati selama kondisi udara belum membaik. Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak diminta mengurangi aktivitas di luar rumah, sementara penggunaan masker dianjurkan ketika harus berada di ruang terbuka.

    "Hari ini kami hanya dapat mengimbau kepada masyarakat agar kembali memakai masker. Kurangi kegiatan di luar rumah jika itu tidak terlalu penting," tuturnya.

    Gamalis pun menegaskan bahwa Pemkab Berau akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara. Hasil pengukuran ISPU yang dilakukan di lapangan akan menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.

    "Kami akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan menyiapkan langkah lebih lanjut berdasarkan hasil akhir pengukuran ISPU besok," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Kabut Asap Tebal, Pemkab Berau Pantau Kualitas Udara dan ISPA

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    18 September 2026 pukul 21:28 WITA

    Kondisi kabut asap di kawasan Tepian Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Berau dalam sepekan terakhir membuat pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan. Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya kadar partikel polutan di udara yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

    Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau turun melakukan pemantauan kualitas udara di kawasan Tepian Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb, Jumat pagi (18/9/2026).

    Wabup Berau, Gamalis mengatakan, ketebalan kabut asap yang terjadi belakangan ini perlu menjadi perhatian bersama. Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) pun melakukan pengukuran menggunakan Alat Indikator Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk mengetahui kondisi kualitas udara secara lebih pasti.

    "Dalam satu minggu belakangan ini kabut asap semakin tebal dan ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Hari ini kita akan pasang ISPU untuk mengukur separah apa dampaknya terhadap kondisi alam kita, dan hasilnya baru bisa kita ketahui besok," kata Gamalis.

    Ia menyampaikan dari pengukuran awal, kadar PM2,5 tercatat mencapai 385, sementara angka normal berada di kisaran 25. Sedangkan PM10 terpantau berada pada angka sekitar 1.400.

    "Tingginya paparan partikel ini juga menjadi perhatian karena terjadi bersamaan dengan meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dilaporkan melalui fasilitas pelayanan kesehatan," ujarnya.

    Oleh karena itu, ia meminta masyarakat lebih berhati-hati selama kondisi udara belum membaik. Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak diminta mengurangi aktivitas di luar rumah, sementara penggunaan masker dianjurkan ketika harus berada di ruang terbuka.

    "Hari ini kami hanya dapat mengimbau kepada masyarakat agar kembali memakai masker. Kurangi kegiatan di luar rumah jika itu tidak terlalu penting," tuturnya.

    Gamalis pun menegaskan bahwa Pemkab Berau akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara. Hasil pengukuran ISPU yang dilakukan di lapangan akan menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.

    "Kami akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan menyiapkan langkah lebih lanjut berdasarkan hasil akhir pengukuran ISPU besok," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)