Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Hadapi Tantangan Ekonomi Nasional, Pemkab Berau Siapkan Langkah Strategis

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    11 November 2025 pukul 08:24 WITA

    Rapat Koordinasi dan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Rangka PPED, di Ruang Rapat Bapelitbang, Senin (10/11/2025). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional maupun daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor. Hal ini terlihat melalui Rapat Koordinasi dan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (PPED), di Ruang Rapat Bapelitbang, Senin (10/11/2025).

    Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, M Said, ini dihadiri oleh Sekretaris Bapelitbang, Desmus Erysa, serta narasumber dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Zamhir Islamie, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

    Dalam sambutan Bupati Berau yang diwakili oleh Sekda Berau, M Said menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri telah menerbitkan Surat pada tanggal 11 Juli 2025 perihal Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah.

    "Surat ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen," kata Said.

    Ia pun menyampaikan bahwa Kabupaten Berau menjadi salah satu daerah dengan potensi besar untuk mendukung pencapaian target nasional tersebut. Oleh karena itu, dibentuk Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TPPED) yang melibatkan berbagai unsur seperti TNI/Polri, BUMD, pelaku usaha, dan mitra pembangunan.

    "Tim ini diharapkan dapat bekerja secara optimal dalam melaksanakan sembilan langkah konkret percepatan ekonomi daerah," tuturnya.

    Dirinya pun menyebutkan sembilan langkah konkret tersebut terdiri dari satu, percepatan realisasi APBD, dua, percepatan realisasi investasi PMA dan PMDN, tiga, percepatan proyek infrastruktur pemerintah, empat, pengendalian harga bahan pokok dan empat, pencegahan ekspor dan impor ilegal.

    "Kemudian, enam, perluasan kesempatan kerja, tujuh, peningkatan produktivitas sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan, delapan, peningkatan output industri manufaktur dan terakhir yakni kemudahan perizinan berusaha," tambahnya.

    Selain itu, Pemkab Berau juga memiliki enam visi dimana empat diantaranya berfokus pada pembangunan ekonomi masyarakat, yakni, satu, meningkatkan perekonomian yang kreatif dan inovatif, dua, mengentaskan kemiskinan dan ketimpangan sosial

    "Selanjutnya, percepatan dan pemerataan pembangunan dan terakhir memperkuat sektor pariwisata," lanjutnya.

    Oleh karena itu, ia menekankan bahwa keberhasilan program percepatan ekonomi tidak dapat dicapai secara sektoral. Dibutuhkan koordinasi lintas sektor, kolaborasi antar pemangku kepentingan, dan sinergi yang kuat antar lembaga.

    "Kita harus bergerak bersama. Melalui forum ini, saya mengajak seluruh pihak untuk menyelaraskan program kerja dengan kebijakan nasional dan daerah, mengoptimalkan peran masing-masing dalam pelaksanaan sembilan langkah konkret, serta menjaga transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pelaksanaan program," tegasnya.

    Terakhir, Said pun menyebut bahwa Kabupaten Berau memiliki potensi luar biasa di sektor sumber daya alam baik kehutanan maupun minerba, pariwisata, pertanian dalam arti luas, industri dan ekonomi kreatif. 

    "Dengan sinergi yang kuat, saya yakin kita mampu menjadikan Berau sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Hadapi Tantangan Ekonomi Nasional, Pemkab Berau Siapkan Langkah Strategis

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    11 November 2025 pukul 08:24 WITA

    Rapat Koordinasi dan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Rangka PPED, di Ruang Rapat Bapelitbang, Senin (10/11/2025). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional maupun daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor. Hal ini terlihat melalui Rapat Koordinasi dan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (PPED), di Ruang Rapat Bapelitbang, Senin (10/11/2025).

    Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, M Said, ini dihadiri oleh Sekretaris Bapelitbang, Desmus Erysa, serta narasumber dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Zamhir Islamie, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

    Dalam sambutan Bupati Berau yang diwakili oleh Sekda Berau, M Said menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri telah menerbitkan Surat pada tanggal 11 Juli 2025 perihal Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah.

    "Surat ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen," kata Said.

    Ia pun menyampaikan bahwa Kabupaten Berau menjadi salah satu daerah dengan potensi besar untuk mendukung pencapaian target nasional tersebut. Oleh karena itu, dibentuk Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TPPED) yang melibatkan berbagai unsur seperti TNI/Polri, BUMD, pelaku usaha, dan mitra pembangunan.

    "Tim ini diharapkan dapat bekerja secara optimal dalam melaksanakan sembilan langkah konkret percepatan ekonomi daerah," tuturnya.

    Dirinya pun menyebutkan sembilan langkah konkret tersebut terdiri dari satu, percepatan realisasi APBD, dua, percepatan realisasi investasi PMA dan PMDN, tiga, percepatan proyek infrastruktur pemerintah, empat, pengendalian harga bahan pokok dan empat, pencegahan ekspor dan impor ilegal.

    "Kemudian, enam, perluasan kesempatan kerja, tujuh, peningkatan produktivitas sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan, delapan, peningkatan output industri manufaktur dan terakhir yakni kemudahan perizinan berusaha," tambahnya.

    Selain itu, Pemkab Berau juga memiliki enam visi dimana empat diantaranya berfokus pada pembangunan ekonomi masyarakat, yakni, satu, meningkatkan perekonomian yang kreatif dan inovatif, dua, mengentaskan kemiskinan dan ketimpangan sosial

    "Selanjutnya, percepatan dan pemerataan pembangunan dan terakhir memperkuat sektor pariwisata," lanjutnya.

    Oleh karena itu, ia menekankan bahwa keberhasilan program percepatan ekonomi tidak dapat dicapai secara sektoral. Dibutuhkan koordinasi lintas sektor, kolaborasi antar pemangku kepentingan, dan sinergi yang kuat antar lembaga.

    "Kita harus bergerak bersama. Melalui forum ini, saya mengajak seluruh pihak untuk menyelaraskan program kerja dengan kebijakan nasional dan daerah, mengoptimalkan peran masing-masing dalam pelaksanaan sembilan langkah konkret, serta menjaga transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pelaksanaan program," tegasnya.

    Terakhir, Said pun menyebut bahwa Kabupaten Berau memiliki potensi luar biasa di sektor sumber daya alam baik kehutanan maupun minerba, pariwisata, pertanian dalam arti luas, industri dan ekonomi kreatif. 

    "Dengan sinergi yang kuat, saya yakin kita mampu menjadikan Berau sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)