Seputar Fakta
    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Gangguan Listrik Berimbas ke Layanan Air Bersih, Wabup Berau Dorong PLN Bergerak Cepat

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    30 Oktober 2026 pukul 16:56 WITA

    Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Gangguan pasokan listrik di Kabupaten Berau mulai berdampak pada sejumlah layanan publik, termasuk distribusi air bersih Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Batiwakkal. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau pun mendorong PLN agar segera menuntaskan perbaikan sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

    Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, mengatakan gangguan listrik memiliki dampak berantai karena berbagai kebutuhan masyarakat bergantung pada ketersediaan energi listrik.

    "Memang kita ini hidup dalam ketergantungan terhadap daya listrik. Ketika PLN mati, dampaknya ke mana-mana. Konektivitas seluler terganggu, air juga terdampak, belum lagi penerangan dan kebutuhan lainnya," ujar Gamalis.

    Terkait kondisi air Perumdam yang mengalami hambatan, ia menyebut gangguan listrik diduga menjadi salah satu faktor penyebabnya. Namun, dirinya juga berharap tidak terjadi kenaikan air asin atau air laut ke arah hulu yang berpotensi memengaruhi kondisi air baku.

    "Mudah-mudahan persoalan ini bisa segera teratasi," katanya.

    Sementara itu, ia menjelaskan, berdasarkan hasil rapat bersama PLN, pihak perusahaan telah berkomitmen mempercepat penanganan gangguan listrik, termasuk memperbaiki tower yang roboh. 

    "Ada lebih dari 90 orang yang disiapkan untuk melakukan perbaikan tower yang roboh tersebut. Mereka menargetkan 1 atau 2 November sudah bisa kembali normal," tambahnya.

    Meski demikian, Wabup menegaskan Pemkab Berau akan terus mendorong PLN agar penanganan dilakukan secepat mungkin. Ia juga memahami bahwa proses perbaikan berlangsung di tengah tantangan alam yang dapat memengaruhi pekerjaan di lapangan.

    Oleh karena itu, ia juga meminta PLN lebih aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat apabila terjadi gangguan maupun pemadaman berkepanjangan. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui penyebab gangguan, wilayah yang terdampak, serta perkiraan waktu pemulihan agar tidak kebingungan.

    "Kami berharap ketika ada kondisi mendesak seperti beberapa hari ini, pihak PLN sesegera mungkin menyampaikan informasi kepada masyarakat. Masyarakat perlu mengetahui pemadaman ini terjadi karena apa dan berapa lama perkiraan penanganannya," tuturnya.

    Gamalis berharap perbaikan infrastruktur kelistrikan dapat diselesaikan sesuai target yang disampaikan PLN. Dengan begitu, pasokan listrik bisa kembali stabil dan layanan publik yang bergantung pada listrik, termasuk distribusi air bersih, dapat berangsur pulih.

    "Kita terus dorong agar PLN bisa menyelesaikan persoalan ini dalam waktu sesingkat-singkatnya. Mudah-mudahan sesuai target yang disampaikan," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Gangguan Listrik Berimbas ke Layanan Air Bersih, Wabup Berau Dorong PLN Bergerak Cepat

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    30 Oktober 2026 pukul 16:56 WITA

    Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Gangguan pasokan listrik di Kabupaten Berau mulai berdampak pada sejumlah layanan publik, termasuk distribusi air bersih Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Batiwakkal. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau pun mendorong PLN agar segera menuntaskan perbaikan sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

    Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, mengatakan gangguan listrik memiliki dampak berantai karena berbagai kebutuhan masyarakat bergantung pada ketersediaan energi listrik.

    "Memang kita ini hidup dalam ketergantungan terhadap daya listrik. Ketika PLN mati, dampaknya ke mana-mana. Konektivitas seluler terganggu, air juga terdampak, belum lagi penerangan dan kebutuhan lainnya," ujar Gamalis.

    Terkait kondisi air Perumdam yang mengalami hambatan, ia menyebut gangguan listrik diduga menjadi salah satu faktor penyebabnya. Namun, dirinya juga berharap tidak terjadi kenaikan air asin atau air laut ke arah hulu yang berpotensi memengaruhi kondisi air baku.

    "Mudah-mudahan persoalan ini bisa segera teratasi," katanya.

    Sementara itu, ia menjelaskan, berdasarkan hasil rapat bersama PLN, pihak perusahaan telah berkomitmen mempercepat penanganan gangguan listrik, termasuk memperbaiki tower yang roboh. 

    "Ada lebih dari 90 orang yang disiapkan untuk melakukan perbaikan tower yang roboh tersebut. Mereka menargetkan 1 atau 2 November sudah bisa kembali normal," tambahnya.

    Meski demikian, Wabup menegaskan Pemkab Berau akan terus mendorong PLN agar penanganan dilakukan secepat mungkin. Ia juga memahami bahwa proses perbaikan berlangsung di tengah tantangan alam yang dapat memengaruhi pekerjaan di lapangan.

    Oleh karena itu, ia juga meminta PLN lebih aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat apabila terjadi gangguan maupun pemadaman berkepanjangan. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui penyebab gangguan, wilayah yang terdampak, serta perkiraan waktu pemulihan agar tidak kebingungan.

    "Kami berharap ketika ada kondisi mendesak seperti beberapa hari ini, pihak PLN sesegera mungkin menyampaikan informasi kepada masyarakat. Masyarakat perlu mengetahui pemadaman ini terjadi karena apa dan berapa lama perkiraan penanganannya," tuturnya.

    Gamalis berharap perbaikan infrastruktur kelistrikan dapat diselesaikan sesuai target yang disampaikan PLN. Dengan begitu, pasokan listrik bisa kembali stabil dan layanan publik yang bergantung pada listrik, termasuk distribusi air bersih, dapat berangsur pulih.

    "Kita terus dorong agar PLN bisa menyelesaikan persoalan ini dalam waktu sesingkat-singkatnya. Mudah-mudahan sesuai target yang disampaikan," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)