Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Ekonomi Biru Jadi Fokus, Berau dan Seychelles Bangun Sinergi Pembangunan Berkelanjutan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    31 Oktober 2025 pukul 14:17 WITA

    Foto bersama Rapat Kerja dan Paparan Kegiatan bersama jajaran Pemkab Berau, di Ruang Rapat Sangalaki Setda Berau, Jumat (31/10/2025). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat langkah menuju pembangunan berkelanjutan melalui konsep blue economy atau ekonomi biru. Salah satunya ditandai dengan kunjungan Duta Besar (Dubes) sekaligus Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, ke Kabupaten Berau pada Jumat (31/10/2025).

    Kunjungan tersebut pun diisi dengan Rapat Kerja dan Paparan Kegiatan bersama jajaran Pemkab Berau, di Ruang Rapat Sangalaki Setda Berau. Turut hadir Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Direktur FORSEAA UKM Afrika-ASEAN dan mantan Ketua Harian Dekranas RI, Euis Saedah, Kabiro Program FORSEAA Bahryza, Direktur Blue Institute Seychelles Michael Abundo, serta rombongan dari Seychelles dan FORSEAA.

    Dalam sambutannya, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dubes Seychelles atas perhatian dan dukungan terhadap pengembangan proyek ekonomi biru di Kabupaten Berau, khususnya di kawasan Kepulauan Maratua yang dikenal memiliki potensi wisata bahari kelas dunia.

    "Apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya saya sampaikan kepada Bapak Dubes, atas perhatian yang diberikan kepada Kabupaten Berau dalam upaya mengembangkan blue economy project," ujar Sri.

    Ia menjelaskan bahwa rapat kerja ini menjadi langkah penting untuk membahas penetapan kegiatan di Kawasan Pilot Proyek Percontohan Ekonomi Biru Berau, yang akan dikembangkan dengan konsep Blue Natural Capital melalui program investasi Natural Capital Asset Management.

    Lebih lanjut, dirinya menegaskan kerja sama ini juga mendukung percepatan pengembangan ekspor produk IKM dan UMKM Berau ke kawasan Afrika dan Eropa melalui jalur kemitraan dengan Seychelles.

    "Selain sektor pariwisata, kami juga berkomitmen meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis kearifan lokal, dengan fasilitasi pembinaan, pelatihan, serta akses kredit lunak bagi UMKM," tambahnya.

    Menurutnya, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, Kabupaten Berau telah ditetapkan sebagai lokasi prioritas nasional di bidang pariwisata. Hal ini menjadi peluang strategis untuk mengintegrasikan pembangunan ekonomi dengan kelestarian lingkungan.

    "Kita ingin, hutan tetap hijau, laut tetap biru, dan masyarakat hidup makmur dan sejahtera," tuturnya.

    Sri berharap dengan adanya kunjungan ini dapat memperkuat hubungan kerja sama antara Kabupaten Berau dan Republik Seychelles dalam mewujudkan pembangunan ekonomi biru yang berkelanjutan, sekaligus menjadikan Maratua sebagai ikon pariwisata bahari berkelas internasional.

    "Saya berharap, kerja sama ini akan mendatangkan manfaat yang besar bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bumi Batiwakkal," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Ekonomi Biru Jadi Fokus, Berau dan Seychelles Bangun Sinergi Pembangunan Berkelanjutan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    31 Oktober 2025 pukul 14:17 WITA

    Foto bersama Rapat Kerja dan Paparan Kegiatan bersama jajaran Pemkab Berau, di Ruang Rapat Sangalaki Setda Berau, Jumat (31/10/2025). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat langkah menuju pembangunan berkelanjutan melalui konsep blue economy atau ekonomi biru. Salah satunya ditandai dengan kunjungan Duta Besar (Dubes) sekaligus Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, ke Kabupaten Berau pada Jumat (31/10/2025).

    Kunjungan tersebut pun diisi dengan Rapat Kerja dan Paparan Kegiatan bersama jajaran Pemkab Berau, di Ruang Rapat Sangalaki Setda Berau. Turut hadir Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Direktur FORSEAA UKM Afrika-ASEAN dan mantan Ketua Harian Dekranas RI, Euis Saedah, Kabiro Program FORSEAA Bahryza, Direktur Blue Institute Seychelles Michael Abundo, serta rombongan dari Seychelles dan FORSEAA.

    Dalam sambutannya, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dubes Seychelles atas perhatian dan dukungan terhadap pengembangan proyek ekonomi biru di Kabupaten Berau, khususnya di kawasan Kepulauan Maratua yang dikenal memiliki potensi wisata bahari kelas dunia.

    "Apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya saya sampaikan kepada Bapak Dubes, atas perhatian yang diberikan kepada Kabupaten Berau dalam upaya mengembangkan blue economy project," ujar Sri.

    Ia menjelaskan bahwa rapat kerja ini menjadi langkah penting untuk membahas penetapan kegiatan di Kawasan Pilot Proyek Percontohan Ekonomi Biru Berau, yang akan dikembangkan dengan konsep Blue Natural Capital melalui program investasi Natural Capital Asset Management.

    Lebih lanjut, dirinya menegaskan kerja sama ini juga mendukung percepatan pengembangan ekspor produk IKM dan UMKM Berau ke kawasan Afrika dan Eropa melalui jalur kemitraan dengan Seychelles.

    "Selain sektor pariwisata, kami juga berkomitmen meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis kearifan lokal, dengan fasilitasi pembinaan, pelatihan, serta akses kredit lunak bagi UMKM," tambahnya.

    Menurutnya, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, Kabupaten Berau telah ditetapkan sebagai lokasi prioritas nasional di bidang pariwisata. Hal ini menjadi peluang strategis untuk mengintegrasikan pembangunan ekonomi dengan kelestarian lingkungan.

    "Kita ingin, hutan tetap hijau, laut tetap biru, dan masyarakat hidup makmur dan sejahtera," tuturnya.

    Sri berharap dengan adanya kunjungan ini dapat memperkuat hubungan kerja sama antara Kabupaten Berau dan Republik Seychelles dalam mewujudkan pembangunan ekonomi biru yang berkelanjutan, sekaligus menjadikan Maratua sebagai ikon pariwisata bahari berkelas internasional.

    "Saya berharap, kerja sama ini akan mendatangkan manfaat yang besar bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bumi Batiwakkal," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Rs)