Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau
Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau membidik pengembangan kebun bibit sebagai salah satu langkah memperkuat budi daya rumput laut di daerah.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung ketersediaan bibit sekaligus mendorong pengembangan komoditas tersebut secara berkelanjutan.
Rencana itu menjadi bagian dari tindak lanjut pelatihan teknis budi daya rumput laut yang diikuti lima pembudi daya lokal dan satu pendamping di Jepara pada awal September lalu.
Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih, mengatakan pelatihan tersebut memberikan pembelajaran teknis yang dapat menjadi bekal dalam mengembangkan budidaya rumput laut, khususnya di Kampung Karangan, Kecamatan Biatan.
"Dari hasil pembelajaran tersebut, kita berharap ke depannya dapat membuat semacam kebun bibit untuk rumput laut," ujar Yunda.
Menurutnya, kebun bibit dibutuhkan untuk mendukung ketersediaan bibit bagi pembudidaya. Namun, rencana tersebut tidak dapat sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah daerah karena adanya batasan kewenangan dalam pengelolaan wilayah perairan.
Sesuai regulasi, kewenangan daerah terbatas pada wilayah budi daya perairan sungai dan air tawar. Sementara pengembangan kebun bibit rumput laut berkaitan dengan kawasan pesisir dan laut. Oleh karena itu, Diskan Berau akan membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga untuk membantu merealisasikan kebun bibit tersebut.
"Ke depan kita perlu mencari mitra kerja yang dapat membantu memfasilitasi terwujudnya kebun bibit rumput laut tersebut," katanya.
Ia menjelaskan, pengembangan rumput laut di Berau saat ini masih terfokus di kawasan Karangan. Belum seluruh kawasan pesisir dapat dimanfaatkan karena setiap lokasi harus memiliki kondisi geografis yang sesuai untuk kegiatan budidaya. Meski begitu, peluang perluasan tetap terbuka apabila terdapat wilayah lain yang memenuhi persyaratan.
"Kalau syarat geografisnya terpenuhi, tidak menutup kemungkinan pengembangan akan diperluas ke wilayah lain," ungkapnya.
Sementara itu, ia juga mengatakan, budi daya rumput laut sebenarnya pernah berkembang di Berau pada era 2000-an. Sejumlah kawasan, seperti Ulingan hingga Pulau Maratua, sempat menjadi lokasi budidaya dengan hasil panen yang cukup melimpah. Namun, aktivitas tersebut akhirnya terhenti setelah muncul gangguan predator alami yang memakan rumput laut.
"Dulu sempat gagal karena rumput laut ini dimakan penyu. Semoga untuk pengembangan yang sekarang bisa terhindar dari predator tersebut dan kita dapat menemukan cara pencegahannya," ungkapnya.
Yunda juga berharap pengembangan budi daya rumput laut kali ini dapat berjalan lebih terarah dengan dukungan peningkatan kapasitas pembudi daya, ketersediaan bibit, serta kerja sama dengan berbagai pihak.
"Saya berharap program pembinaan ini dapat berjalan sukses sehingga budi daya rumput laut dapat kembali menjadi salah satu komoditas unggulan yang menopang perekonomian, terutama bagi masyarakat pesisir Berau," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau

Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau membidik pengembangan kebun bibit sebagai salah satu langkah memperkuat budi daya rumput laut di daerah.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung ketersediaan bibit sekaligus mendorong pengembangan komoditas tersebut secara berkelanjutan.
Rencana itu menjadi bagian dari tindak lanjut pelatihan teknis budi daya rumput laut yang diikuti lima pembudi daya lokal dan satu pendamping di Jepara pada awal September lalu.
Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih, mengatakan pelatihan tersebut memberikan pembelajaran teknis yang dapat menjadi bekal dalam mengembangkan budidaya rumput laut, khususnya di Kampung Karangan, Kecamatan Biatan.
"Dari hasil pembelajaran tersebut, kita berharap ke depannya dapat membuat semacam kebun bibit untuk rumput laut," ujar Yunda.
Menurutnya, kebun bibit dibutuhkan untuk mendukung ketersediaan bibit bagi pembudidaya. Namun, rencana tersebut tidak dapat sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah daerah karena adanya batasan kewenangan dalam pengelolaan wilayah perairan.
Sesuai regulasi, kewenangan daerah terbatas pada wilayah budi daya perairan sungai dan air tawar. Sementara pengembangan kebun bibit rumput laut berkaitan dengan kawasan pesisir dan laut. Oleh karena itu, Diskan Berau akan membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga untuk membantu merealisasikan kebun bibit tersebut.
"Ke depan kita perlu mencari mitra kerja yang dapat membantu memfasilitasi terwujudnya kebun bibit rumput laut tersebut," katanya.
Ia menjelaskan, pengembangan rumput laut di Berau saat ini masih terfokus di kawasan Karangan. Belum seluruh kawasan pesisir dapat dimanfaatkan karena setiap lokasi harus memiliki kondisi geografis yang sesuai untuk kegiatan budidaya. Meski begitu, peluang perluasan tetap terbuka apabila terdapat wilayah lain yang memenuhi persyaratan.
"Kalau syarat geografisnya terpenuhi, tidak menutup kemungkinan pengembangan akan diperluas ke wilayah lain," ungkapnya.
Sementara itu, ia juga mengatakan, budi daya rumput laut sebenarnya pernah berkembang di Berau pada era 2000-an. Sejumlah kawasan, seperti Ulingan hingga Pulau Maratua, sempat menjadi lokasi budidaya dengan hasil panen yang cukup melimpah. Namun, aktivitas tersebut akhirnya terhenti setelah muncul gangguan predator alami yang memakan rumput laut.
"Dulu sempat gagal karena rumput laut ini dimakan penyu. Semoga untuk pengembangan yang sekarang bisa terhindar dari predator tersebut dan kita dapat menemukan cara pencegahannya," ungkapnya.
Yunda juga berharap pengembangan budi daya rumput laut kali ini dapat berjalan lebih terarah dengan dukungan peningkatan kapasitas pembudi daya, ketersediaan bibit, serta kerja sama dengan berbagai pihak.
"Saya berharap program pembinaan ini dapat berjalan sukses sehingga budi daya rumput laut dapat kembali menjadi salah satu komoditas unggulan yang menopang perekonomian, terutama bagi masyarakat pesisir Berau," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)