Seputar Fakta
    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Di Tengah Efesiensi Anggaran, Bupati Berau Prioritaskan Belanja Wajib, Proyek Baru Dievaluasi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    03 November 2026 pukul 15:10 WITA

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan pemenuhan belanja wajib menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi. Sementara itu, pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

    Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan, pemerintah daerah harus memastikan kebutuhan dasar pemerintahan tetap terpenuhi, mulai dari pembayaran gaji pegawai, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), hingga biaya operasional kantor seperti listrik dan air.

    Menurutnya, kebutuhan tersebut penting untuk menjaga kelancaran aktivitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, Pemkab Berau tidak ingin memaksakan pelaksanaan proyek apabila anggaran yang tersedia belum mencukupi.

    "Yang saya prioritaskan adalah gaji pegawai, TPP, listrik, air, dan operasional kantor. Ini kebutuhan penting karena kalau tidak terpenuhi, pegawai juga tidak bisa bekerja," ujar Sri

    Oleh karena itu, dalam kondisi tersebut, Pemkab Berau akan lebih selektif menentukan proyek yang dapat dilanjutkan. Proyek yang sudah berjalan tetap diupayakan berlanjut, sedangkan proyek yang telah dilelang tetapi belum mulai dikerjakan berpotensi ditunda.

    Ia menegaskan, langkah tersebut diambil agar pemerintah daerah tidak menambah beban utang akibat memaksakan pekerjaan tanpa kepastian kemampuan pembayaran.

    "Daripada kita berutang, lebih baik yang sudah dilelang tetapi belum dikerjakan kita tunda dulu. Yang sudah dikerjakan tetap kita lanjutkan," tambahnya.

    Selain itu, Pemkab Berau terus berupaya mendapatkan tambahan dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Bupati juga melakukan kunjungan ke sejumlah kementerian untuk menyampaikan usulan pembangunan yang membutuhkan dukungan pendanaan. Namun, proses mendapatkan tambahan anggaran membutuhkan tahapan sesuai mekanisme yang berlaku.

    "Kami terus mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah di tingkat yang lebih tinggi, terutama untuk memperjuangkan program pembangunan yang penting bagi masyarakat. Mudah-mudahan upaya yang kami lakukan ke kementerian ini juga bisa segera terealisasi," katanya.

    Sri Juniarsih berharap dukungan pendanaan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pembangunan di Berau. Sembari menunggu kepastian anggaran, pemerintah daerah akan memprioritaskan belanja wajib dan menyesuaikan kegiatan lainnya dengan kondisi keuangan yang tersedia. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Di Tengah Efesiensi Anggaran, Bupati Berau Prioritaskan Belanja Wajib, Proyek Baru Dievaluasi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    03 November 2026 pukul 15:10 WITA

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan pemenuhan belanja wajib menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi. Sementara itu, pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

    Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan, pemerintah daerah harus memastikan kebutuhan dasar pemerintahan tetap terpenuhi, mulai dari pembayaran gaji pegawai, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), hingga biaya operasional kantor seperti listrik dan air.

    Menurutnya, kebutuhan tersebut penting untuk menjaga kelancaran aktivitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, Pemkab Berau tidak ingin memaksakan pelaksanaan proyek apabila anggaran yang tersedia belum mencukupi.

    "Yang saya prioritaskan adalah gaji pegawai, TPP, listrik, air, dan operasional kantor. Ini kebutuhan penting karena kalau tidak terpenuhi, pegawai juga tidak bisa bekerja," ujar Sri

    Oleh karena itu, dalam kondisi tersebut, Pemkab Berau akan lebih selektif menentukan proyek yang dapat dilanjutkan. Proyek yang sudah berjalan tetap diupayakan berlanjut, sedangkan proyek yang telah dilelang tetapi belum mulai dikerjakan berpotensi ditunda.

    Ia menegaskan, langkah tersebut diambil agar pemerintah daerah tidak menambah beban utang akibat memaksakan pekerjaan tanpa kepastian kemampuan pembayaran.

    "Daripada kita berutang, lebih baik yang sudah dilelang tetapi belum dikerjakan kita tunda dulu. Yang sudah dikerjakan tetap kita lanjutkan," tambahnya.

    Selain itu, Pemkab Berau terus berupaya mendapatkan tambahan dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Bupati juga melakukan kunjungan ke sejumlah kementerian untuk menyampaikan usulan pembangunan yang membutuhkan dukungan pendanaan. Namun, proses mendapatkan tambahan anggaran membutuhkan tahapan sesuai mekanisme yang berlaku.

    "Kami terus mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah di tingkat yang lebih tinggi, terutama untuk memperjuangkan program pembangunan yang penting bagi masyarakat. Mudah-mudahan upaya yang kami lakukan ke kementerian ini juga bisa segera terealisasi," katanya.

    Sri Juniarsih berharap dukungan pendanaan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pembangunan di Berau. Sembari menunggu kepastian anggaran, pemerintah daerah akan memprioritaskan belanja wajib dan menyesuaikan kegiatan lainnya dengan kondisi keuangan yang tersedia. (Adv)

    (Sf/Rs)