Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau
Tarian kolosal pada Hari Jadi ke-73 Berau dan ke-216 Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-216 Kota Tanjung Redeb menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat. Terlebih, peringatan tahun ini berlangsung di tengah musim kemarau panjang dan meningkatnya ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan, kondisi kemarau yang terjadi saat ini membuat peringatan hari jadi memiliki suasana berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah wilayah juga menghadapi dampak berupa karhutla dan kabut asap.
"Qadarullah, kita memperingati hari jadi dalam suasana yang tidak sepenuhnya mudah. Saat ini, Kabupaten Berau sedang menghadapi musim kemarau yang cukup panjang, meningkatnya potensi Karhutla serta munculnya kabut asap di sejumlah wilayah," ungkap Sri.
Menurutnya, situasi tersebut harus dihadapi dengan kebersamaan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling mendukung dan tidak menyerahkan sepenuhnya penanganan karhutla kepada pemerintah maupun petugas di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas dan relawan pemadam kebakaran yang terus berjuang menangani karhutla.
"Melalui kesempatan yang berharga ini, saya menyampaikan ucapan terima kasih, apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh unsur petugas dan relawan pemadam kebakaran yang selama ini berdiri di garda terdepan, berjuang sekuat tenaga siang dan malam," katanya.
Sementara itu, dirinya juga berharap masyarakat terus menjaga semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar kemarau panjang segera berakhir.
"Saya mengajak kepada kita semua agar selalu bergandeng tangan, saling mendukung dan mendoakan, agar situasi ini lekas membaik dan mudah-mudahan hujan yang penuh berkah segera turun di Bumi Batiwakkal," ujarnya.
Di tengah tantangan tersebut, Bupati juga menegaskan pembangunan daerah harus tetap berjalan. Ia menilai Berau memiliki berbagai potensi yang terus dikembangkan, mulai dari pariwisata, pertanian, perikanan hingga ekonomi kreatif.
"Pengembangan sektor-sektor tersebut, telah memberikan hasil dan prestasi yang membanggakan hingga tingkat nasional. Karena itu, seluruh potensi tersebut harus terus dijaga dan dikembangkan secara bersama-sama," tambahnya.
Sri Juniarsih turut menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi bagi kemajuan Berau. Ia berharap momentum hari jadi dapat menjadi pemacu semangat seluruh masyarakat untuk terus berkontribusi bagi daerah, terlebih dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.
"Marilah kita jadikan peringatan Hari Jadi Berau sebagai semangat untuk mengisi kembali setiap detik perjalanan Kota Sanggam dengan hal-hal yang bermanfaat," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau

Tarian kolosal pada Hari Jadi ke-73 Berau dan ke-216 Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-216 Kota Tanjung Redeb menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat. Terlebih, peringatan tahun ini berlangsung di tengah musim kemarau panjang dan meningkatnya ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan, kondisi kemarau yang terjadi saat ini membuat peringatan hari jadi memiliki suasana berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah wilayah juga menghadapi dampak berupa karhutla dan kabut asap.
"Qadarullah, kita memperingati hari jadi dalam suasana yang tidak sepenuhnya mudah. Saat ini, Kabupaten Berau sedang menghadapi musim kemarau yang cukup panjang, meningkatnya potensi Karhutla serta munculnya kabut asap di sejumlah wilayah," ungkap Sri.
Menurutnya, situasi tersebut harus dihadapi dengan kebersamaan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling mendukung dan tidak menyerahkan sepenuhnya penanganan karhutla kepada pemerintah maupun petugas di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas dan relawan pemadam kebakaran yang terus berjuang menangani karhutla.
"Melalui kesempatan yang berharga ini, saya menyampaikan ucapan terima kasih, apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh unsur petugas dan relawan pemadam kebakaran yang selama ini berdiri di garda terdepan, berjuang sekuat tenaga siang dan malam," katanya.
Sementara itu, dirinya juga berharap masyarakat terus menjaga semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar kemarau panjang segera berakhir.
"Saya mengajak kepada kita semua agar selalu bergandeng tangan, saling mendukung dan mendoakan, agar situasi ini lekas membaik dan mudah-mudahan hujan yang penuh berkah segera turun di Bumi Batiwakkal," ujarnya.
Di tengah tantangan tersebut, Bupati juga menegaskan pembangunan daerah harus tetap berjalan. Ia menilai Berau memiliki berbagai potensi yang terus dikembangkan, mulai dari pariwisata, pertanian, perikanan hingga ekonomi kreatif.
"Pengembangan sektor-sektor tersebut, telah memberikan hasil dan prestasi yang membanggakan hingga tingkat nasional. Karena itu, seluruh potensi tersebut harus terus dijaga dan dikembangkan secara bersama-sama," tambahnya.
Sri Juniarsih turut menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi bagi kemajuan Berau. Ia berharap momentum hari jadi dapat menjadi pemacu semangat seluruh masyarakat untuk terus berkontribusi bagi daerah, terlebih dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.
"Marilah kita jadikan peringatan Hari Jadi Berau sebagai semangat untuk mengisi kembali setiap detik perjalanan Kota Sanggam dengan hal-hal yang bermanfaat," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)