Seputar Fakta
    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Pemkab Berau Gelar Tes Urine bagi Aparatur Kampung

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    04 November 2026 pukul 15:41 WITA

    Pelaksanaan tes urine bagi lurah, kepala kampung, serta seluruh staf di wilayah Kecamatan Gunung Tabur dan Teluk Bayur. (Foto: Prokopim Berau)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan. Salah satunya melalui pemeriksaan urine bagi aparatur kampung yang dilaksanakan secara bertahap di 13 kecamatan.

    Wakil Bupati Berau, Gamalis, menghadiri pelaksanaan tes urine bagi lurah, kepala kampung, serta seluruh staf di wilayah Kecamatan Gunung Tabur dan Teluk Bayur, Selasa (3/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Camat Gunung Tabur tersebut merupakan hasil kerja sama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK).

    Gamalis mengatakan, pemeriksaan ini menjadi langkah untuk memastikan lingkungan pemerintahan, khususnya aparatur kampung, terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, aparatur kampung memiliki peran penting karena berhadapan langsung dengan masyarakat dalam memberikan pelayanan.

    "Upaya membangun masyarakat yang bebas narkoba harus dimulai dari aparatur pemerintah itu sendiri. Jangan sampai pihak yang seharusnya menjadi contoh justru terlibat dalam penyalahgunaan barang terlarang," ujar Gamalis.

    Ia menegaskan, perangkat kampung mulai dari kepala kampung hingga seluruh staf merupakan garda terdepan pelayanan publik. Karena itu, mereka diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus ikut mendorong masyarakat menjauhi narkoba.

    "Dalam pelaksanaannya, saya juga mengingatkan agar hasil pemeriksaan urine ditindaklanjuti secara cermat. Apabila ditemukan hasil awal yang menunjukkan indikasi positif, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebabnya," katanya.

    Pasalnya, konsumsi obat-obatan tertentu, termasuk obat flu maupun obat yang mengandung bahan penenang, berpotensi memengaruhi hasil pemeriksaan. Karena itu, peserta diminta terbuka apabila mengonsumsi obat dalam satu hingga dua hari sebelum tes.

    "Ini penting agar hasil pemeriksaan bisa dibaca secara tepat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman," tambahnya.

    Gamalis menyebutkan, pemeriksaan urine tersebut telah dilaksanakan secara bertahap di sejumlah kecamatan, sementara wilayah lainnya masih menunggu jadwal pelaksanaan

    Apabila pemeriksaan lanjutan tetap menunjukkan adanya penyalahgunaan narkoba, Pemkab Berau akan berkoordinasi dengan DPMK untuk menentukan tindak lanjut. Aparatur yang bersangkutan akan diarahkan menjalani rehabilitasi di tingkat Provinsi Kalimantan Timur sesuai prosedur yang berlaku.

    "Pada prinsipnya, Kami ingin memastikan aparatur yang melayani masyarakat benar-benar menjaga profesionalisme dan menjadi contoh yang baik di lingkungannya," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Pemkab Berau Gelar Tes Urine bagi Aparatur Kampung

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    04 November 2026 pukul 15:41 WITA

    Pelaksanaan tes urine bagi lurah, kepala kampung, serta seluruh staf di wilayah Kecamatan Gunung Tabur dan Teluk Bayur. (Foto: Prokopim Berau)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan. Salah satunya melalui pemeriksaan urine bagi aparatur kampung yang dilaksanakan secara bertahap di 13 kecamatan.

    Wakil Bupati Berau, Gamalis, menghadiri pelaksanaan tes urine bagi lurah, kepala kampung, serta seluruh staf di wilayah Kecamatan Gunung Tabur dan Teluk Bayur, Selasa (3/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Camat Gunung Tabur tersebut merupakan hasil kerja sama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK).

    Gamalis mengatakan, pemeriksaan ini menjadi langkah untuk memastikan lingkungan pemerintahan, khususnya aparatur kampung, terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, aparatur kampung memiliki peran penting karena berhadapan langsung dengan masyarakat dalam memberikan pelayanan.

    "Upaya membangun masyarakat yang bebas narkoba harus dimulai dari aparatur pemerintah itu sendiri. Jangan sampai pihak yang seharusnya menjadi contoh justru terlibat dalam penyalahgunaan barang terlarang," ujar Gamalis.

    Ia menegaskan, perangkat kampung mulai dari kepala kampung hingga seluruh staf merupakan garda terdepan pelayanan publik. Karena itu, mereka diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus ikut mendorong masyarakat menjauhi narkoba.

    "Dalam pelaksanaannya, saya juga mengingatkan agar hasil pemeriksaan urine ditindaklanjuti secara cermat. Apabila ditemukan hasil awal yang menunjukkan indikasi positif, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebabnya," katanya.

    Pasalnya, konsumsi obat-obatan tertentu, termasuk obat flu maupun obat yang mengandung bahan penenang, berpotensi memengaruhi hasil pemeriksaan. Karena itu, peserta diminta terbuka apabila mengonsumsi obat dalam satu hingga dua hari sebelum tes.

    "Ini penting agar hasil pemeriksaan bisa dibaca secara tepat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman," tambahnya.

    Gamalis menyebutkan, pemeriksaan urine tersebut telah dilaksanakan secara bertahap di sejumlah kecamatan, sementara wilayah lainnya masih menunggu jadwal pelaksanaan

    Apabila pemeriksaan lanjutan tetap menunjukkan adanya penyalahgunaan narkoba, Pemkab Berau akan berkoordinasi dengan DPMK untuk menentukan tindak lanjut. Aparatur yang bersangkutan akan diarahkan menjalani rehabilitasi di tingkat Provinsi Kalimantan Timur sesuai prosedur yang berlaku.

    "Pada prinsipnya, Kami ingin memastikan aparatur yang melayani masyarakat benar-benar menjaga profesionalisme dan menjadi contoh yang baik di lingkungannya," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)