Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau
Bupati Berau saat menyambut Menhut RI, Raja Juli Antoni ke Berau di Bandara Kalimarau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menyebut kehadiran Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia (RI), Raja Juli Antoni, di Kabupaten Berau menjadi dukungan penting dalam upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Menhut RI, Raja Juli Antoni melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Berau, Rabu (26/8/2026), untuk melihat langsung kondisi karhutla, sekaligus memastikan penanganan di lapangan berjalan melalui sinergi berbagai instansi.
Dalam kunjungan tersebut, Menhut berkoordinasi dengan tim gabungan yang terdiri dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau dan BMKG. Koordinasi turut membahas kondisi awan untuk mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Sri Juniarsih mengatakan kunjungan Menhut menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi karhutla yang terjadi di Berau.
"Kehadiran Menteri Kehutanan tentu menjadi dukungan penting bagi kami dalam penanganan karhutla. Dengan melihat langsung kondisi di lapangan, koordinasi dan langkah penanganan bisa semakin diperkuat," ujar Sri.
Ia menjelaskan, dukungan armada OMC yang kini beroperasi di Berau juga merupakan hasil komunikasi langsung Pemkab Berau dengan BNPB pusat. Komunikasi tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang.
"Komunikasi saya lakukan langsung dengan BNPB pusat. Ketika ditanya posisi armada terdekat, saya sebutkan dari Kalimantan Selatan. Hanya dalam waktu dua hari setelahnya, pesawat OMC langsung mendarat di Berau," katanya.
Pesawat OMC kini telah beroperasi selama tiga hari di wilayah Berau dengan melakukan penyemaian awan untuk memicu turunnya hujan. Sehingga, ia berharap operasi yang dilaksanakan selama lima hari dapat menghasilkan curah hujan yang cukup untuk membantu memadamkan titik api.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dari seluruh pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah dan instansi terkait.
"Karena itu, kehadiran Menhut ini kami harapkan semakin memperkuat kolaborasi dalam menghadapi kondisi tersebut," tambahnya.
Selain itu, Sri menyebut kunjungan Menhut juga dirangkai dengan penyerahan sertifikat Perhutanan Sosial. Ia menilai program tersebut memiliki arti strategis bagi Berau yang memiliki kawasan hutan luas dan berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.
"Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat. Tidak hanya untuk menangani karhutla, tetapi juga menjaga kawasan hutan Berau agar tetap lestari dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau

Bupati Berau saat menyambut Menhut RI, Raja Juli Antoni ke Berau di Bandara Kalimarau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menyebut kehadiran Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia (RI), Raja Juli Antoni, di Kabupaten Berau menjadi dukungan penting dalam upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Menhut RI, Raja Juli Antoni melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Berau, Rabu (26/8/2026), untuk melihat langsung kondisi karhutla, sekaligus memastikan penanganan di lapangan berjalan melalui sinergi berbagai instansi.
Dalam kunjungan tersebut, Menhut berkoordinasi dengan tim gabungan yang terdiri dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau dan BMKG. Koordinasi turut membahas kondisi awan untuk mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Sri Juniarsih mengatakan kunjungan Menhut menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi karhutla yang terjadi di Berau.
"Kehadiran Menteri Kehutanan tentu menjadi dukungan penting bagi kami dalam penanganan karhutla. Dengan melihat langsung kondisi di lapangan, koordinasi dan langkah penanganan bisa semakin diperkuat," ujar Sri.
Ia menjelaskan, dukungan armada OMC yang kini beroperasi di Berau juga merupakan hasil komunikasi langsung Pemkab Berau dengan BNPB pusat. Komunikasi tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang.
"Komunikasi saya lakukan langsung dengan BNPB pusat. Ketika ditanya posisi armada terdekat, saya sebutkan dari Kalimantan Selatan. Hanya dalam waktu dua hari setelahnya, pesawat OMC langsung mendarat di Berau," katanya.
Pesawat OMC kini telah beroperasi selama tiga hari di wilayah Berau dengan melakukan penyemaian awan untuk memicu turunnya hujan. Sehingga, ia berharap operasi yang dilaksanakan selama lima hari dapat menghasilkan curah hujan yang cukup untuk membantu memadamkan titik api.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dari seluruh pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah dan instansi terkait.
"Karena itu, kehadiran Menhut ini kami harapkan semakin memperkuat kolaborasi dalam menghadapi kondisi tersebut," tambahnya.
Selain itu, Sri menyebut kunjungan Menhut juga dirangkai dengan penyerahan sertifikat Perhutanan Sosial. Ia menilai program tersebut memiliki arti strategis bagi Berau yang memiliki kawasan hutan luas dan berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.
"Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat. Tidak hanya untuk menangani karhutla, tetapi juga menjaga kawasan hutan Berau agar tetap lestari dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)