Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas saat melihat produk UMKM di Kampung Pulau Besing. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Keberadaan bekantan, udang galah, hutan mangrove, hingga Kalong di Kampung Pulau Besing dinilai sebagai kekayaan alam yang langka dan memiliki nilai penting bagi masa depan masyarakat.
Karena itu Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan agar potensi tersebut tetap terjaga.
Menurut Sri, Kampung Pulau Besing memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Selain dikenal sebagai salah satu sentra penghasil udang galah terbesar di Kabupaten Berau, kampung tersebut juga menyimpan potensi wisata alam yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.
Ia mengatakan, keberadaan hutan mangrove yang masih terjaga menjadi habitat utama bagi berbagai satwa dan biota perairan. Kawasan itu tidak hanya menopang keberlangsungan udang galah, tetapi juga menjadi rumah bagi bekantan dan berbagai jenis satwa lainnya.
"Kita harus bersyukur karena diberikan sumber daya alam yang luar biasa. Semua ini harus dijaga, mulai dari hutan mangrove, sungai, hingga habitat satwa yang ada di dalamnya," ujar Sri.
Ia menekankan agar masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana dan ramah lingkungan. Menurutnya, aktivitas yang merusak ekosistem hanya akan mengancam keberlanjutan sumber daya yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga.
"Bukan hanya udang galah. Belum lagi ada bekantannya, ada juga kalongnya yang tampak cantik ketika berterbangan waktu senja ini yang menjadi daya tarik tersendiri. Ini merupakan hal yang sangat luar biasa dan tidak mudah ditemukan di daerah lain," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan kawasan sungai dan hutan mangrove. Menurutnya, persoalan sampah harus menjadi perhatian bersama karena dapat berdampak pada kelestarian habitat satwa maupun kualitas lingkungan secara keseluruhan.
"Tolong jaga sungai yang ada dan jangan membuang sampah sembarangan. Jika lingkungan tetap bersih dan terawat, maka habitat udang galah dan satwa lainnya juga akan tetap terjaga," tegasnya.
Sementara itu, dia mengungkapkan kini Pulau Besing telah berstatus sebagai kampung maju. Dengan berbagai potensi yang dimiliki, ia optimistis kampung tersebut mampu berkembang menjadi kampung mandiri apabila pengelolaan sumber daya alam, pariwisata dan pemberdayaan masyarakat terus diperkuat.
Melihat potensi tersebut, bupati pun meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar), pemerintah kecamatan dan pemerintah kampung untuk terus bersinergi dan lebih serius melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha dan kelompok wisata di Pulau Besing.
"Potensi yang dimiliki Pulau Besing sangat besar. Jika dikelola dengan baik dan tetap menjaga kelestarian alam, maka manfaatnya akan terus dirasakan oleh masyarakat hingga masa yang akan datang," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas saat melihat produk UMKM di Kampung Pulau Besing. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Keberadaan bekantan, udang galah, hutan mangrove, hingga Kalong di Kampung Pulau Besing dinilai sebagai kekayaan alam yang langka dan memiliki nilai penting bagi masa depan masyarakat.
Karena itu Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan agar potensi tersebut tetap terjaga.
Menurut Sri, Kampung Pulau Besing memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Selain dikenal sebagai salah satu sentra penghasil udang galah terbesar di Kabupaten Berau, kampung tersebut juga menyimpan potensi wisata alam yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.
Ia mengatakan, keberadaan hutan mangrove yang masih terjaga menjadi habitat utama bagi berbagai satwa dan biota perairan. Kawasan itu tidak hanya menopang keberlangsungan udang galah, tetapi juga menjadi rumah bagi bekantan dan berbagai jenis satwa lainnya.
"Kita harus bersyukur karena diberikan sumber daya alam yang luar biasa. Semua ini harus dijaga, mulai dari hutan mangrove, sungai, hingga habitat satwa yang ada di dalamnya," ujar Sri.
Ia menekankan agar masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana dan ramah lingkungan. Menurutnya, aktivitas yang merusak ekosistem hanya akan mengancam keberlanjutan sumber daya yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga.
"Bukan hanya udang galah. Belum lagi ada bekantannya, ada juga kalongnya yang tampak cantik ketika berterbangan waktu senja ini yang menjadi daya tarik tersendiri. Ini merupakan hal yang sangat luar biasa dan tidak mudah ditemukan di daerah lain," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan kawasan sungai dan hutan mangrove. Menurutnya, persoalan sampah harus menjadi perhatian bersama karena dapat berdampak pada kelestarian habitat satwa maupun kualitas lingkungan secara keseluruhan.
"Tolong jaga sungai yang ada dan jangan membuang sampah sembarangan. Jika lingkungan tetap bersih dan terawat, maka habitat udang galah dan satwa lainnya juga akan tetap terjaga," tegasnya.
Sementara itu, dia mengungkapkan kini Pulau Besing telah berstatus sebagai kampung maju. Dengan berbagai potensi yang dimiliki, ia optimistis kampung tersebut mampu berkembang menjadi kampung mandiri apabila pengelolaan sumber daya alam, pariwisata dan pemberdayaan masyarakat terus diperkuat.
Melihat potensi tersebut, bupati pun meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar), pemerintah kecamatan dan pemerintah kampung untuk terus bersinergi dan lebih serius melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha dan kelompok wisata di Pulau Besing.
"Potensi yang dimiliki Pulau Besing sangat besar. Jika dikelola dengan baik dan tetap menjaga kelestarian alam, maka manfaatnya akan terus dirasakan oleh masyarakat hingga masa yang akan datang," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)