Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Berau Minta Dukungan Kemenhub Tingkatkan Fasilitas Dermaga dan Kapal Wisata

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    26 Oktober 2026 pukul 17:37 WITA

    Audiensi Bupati Berau, Sri Jurniarsih dengan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. (Foto: Prokopim Berau)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau meminta dukungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk meningkatkan fasilitas dermaga, pengadaan kapal wisata, serta penyediaan sarana bantu navigasi pelayaran. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat konektivitas antarpulau, menunjang pariwisata bahari, dan meningkatkan keselamatan pelayaran.

    Hal tersebut disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat melakukan audiensi dengan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Dalam pertemuan tersebut, ia didampingi Kepala Dinas Perhubungan Berau, Rusnan Hefni, serta Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Ima Rosita.

    Dalam audiensi bersama Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Andy Sutomo Panjaitan, beserta jajarannya, Bupati Berau, Sri Juniarsih memaparkan sejumlah kebutuhan infrastruktur transportasi laut di Bumi Batiwakkal, terutama di wilayah pesisir dan kepulauan.

    "Keberadaan dermaga dan sarana transportasi laut yang memadai sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mempermudah wisatawan menjangkau berbagai destinasi unggulan di Berau," ujar Sri.

    Oleh karena itu, ia pun meminta Kementerian Perhubungan untuk dapat mendukung operasional dermaga yang sudah ada, sekaligus membantu peningkatan fasilitasnya agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

    Pemkab Berau telah membangun dan mengelola sejumlah dermaga melalui Dinas Perhubungan, termasuk di kawasan Biduk-Biduk dan Pulau Maratua. Meski demikian, fasilitas tersebut masih memerlukan dukungan sarana operasional agar pemanfaatannya dapat berjalan lebih optimal.

    Selain itu, Bupati juga mengusulkan pengadaan kapal wisata yang dapat mendukung perjalanan antarpulau. Kehadiran kapal tersebut diharapkan memperluas pilihan transportasi bagi wisatawan dan mempermudah akses menuju destinasi wisata bahari.

    "Dengan konektivitas yang lebih baik, potensi wisata kepulauan Berau diharapkan dapat dikembangkan secara maksimal. Dampaknya pun diharapkan tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tapi juga pelaku usaha dan masyarakat yang menggantungkan penghasilan pada aktivitas ekonomi pesisir," tuturnya.

    Sementara itu, Pemkab Berau juga menyoroti pentingnya keselamatan pelayaran melalui penyediaan sarana bantu navigasi. Usulan ini menjadi perhatian menyusul kejadian kapal live on board (LOB) yang kandas di perairan Derawan dan Maratua hingga menyebabkan kerusakan terumbu karang.

    "Kami berharap alur pelayaran dapat ditentukan dengan baik dan didukung sarana navigasi yang memadai. Dengan begitu, keselamatan pelayaran bisa lebih terjamin dan kawasan wisata bahari kita juga terlindungi," ungkapnya.

    Penataan alur pelayaran dan penyediaan sarana navigasi dinilai dapat membantu operator kapal menentukan jalur yang lebih aman saat melintasi kawasan wisata. 

    "Hal ini penting untuk meminimalkan risiko kerusakan ekosistem laut yang menjadi daya tarik utama wisata bahari Berau," ujarnya.

    Melalui audiensi ini, Sri Jurniarsih berharap Kemenhub dapat memberikan dukungan terhadap kebutuhan transportasi laut di daerah. Peningkatan fasilitas dermaga, pengadaan kapal wisata, dan penguatan navigasi diharapkan mampu menunjang pariwisata sekaligus meningkatkan pelayanan bagi masyarakat pesisir dan kepulauan. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Berau Minta Dukungan Kemenhub Tingkatkan Fasilitas Dermaga dan Kapal Wisata

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    26 Oktober 2026 pukul 17:37 WITA

    Audiensi Bupati Berau, Sri Jurniarsih dengan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. (Foto: Prokopim Berau)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau meminta dukungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk meningkatkan fasilitas dermaga, pengadaan kapal wisata, serta penyediaan sarana bantu navigasi pelayaran. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat konektivitas antarpulau, menunjang pariwisata bahari, dan meningkatkan keselamatan pelayaran.

    Hal tersebut disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat melakukan audiensi dengan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Dalam pertemuan tersebut, ia didampingi Kepala Dinas Perhubungan Berau, Rusnan Hefni, serta Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Ima Rosita.

    Dalam audiensi bersama Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Andy Sutomo Panjaitan, beserta jajarannya, Bupati Berau, Sri Juniarsih memaparkan sejumlah kebutuhan infrastruktur transportasi laut di Bumi Batiwakkal, terutama di wilayah pesisir dan kepulauan.

    "Keberadaan dermaga dan sarana transportasi laut yang memadai sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mempermudah wisatawan menjangkau berbagai destinasi unggulan di Berau," ujar Sri.

    Oleh karena itu, ia pun meminta Kementerian Perhubungan untuk dapat mendukung operasional dermaga yang sudah ada, sekaligus membantu peningkatan fasilitasnya agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

    Pemkab Berau telah membangun dan mengelola sejumlah dermaga melalui Dinas Perhubungan, termasuk di kawasan Biduk-Biduk dan Pulau Maratua. Meski demikian, fasilitas tersebut masih memerlukan dukungan sarana operasional agar pemanfaatannya dapat berjalan lebih optimal.

    Selain itu, Bupati juga mengusulkan pengadaan kapal wisata yang dapat mendukung perjalanan antarpulau. Kehadiran kapal tersebut diharapkan memperluas pilihan transportasi bagi wisatawan dan mempermudah akses menuju destinasi wisata bahari.

    "Dengan konektivitas yang lebih baik, potensi wisata kepulauan Berau diharapkan dapat dikembangkan secara maksimal. Dampaknya pun diharapkan tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tapi juga pelaku usaha dan masyarakat yang menggantungkan penghasilan pada aktivitas ekonomi pesisir," tuturnya.

    Sementara itu, Pemkab Berau juga menyoroti pentingnya keselamatan pelayaran melalui penyediaan sarana bantu navigasi. Usulan ini menjadi perhatian menyusul kejadian kapal live on board (LOB) yang kandas di perairan Derawan dan Maratua hingga menyebabkan kerusakan terumbu karang.

    "Kami berharap alur pelayaran dapat ditentukan dengan baik dan didukung sarana navigasi yang memadai. Dengan begitu, keselamatan pelayaran bisa lebih terjamin dan kawasan wisata bahari kita juga terlindungi," ungkapnya.

    Penataan alur pelayaran dan penyediaan sarana navigasi dinilai dapat membantu operator kapal menentukan jalur yang lebih aman saat melintasi kawasan wisata. 

    "Hal ini penting untuk meminimalkan risiko kerusakan ekosistem laut yang menjadi daya tarik utama wisata bahari Berau," ujarnya.

    Melalui audiensi ini, Sri Jurniarsih berharap Kemenhub dapat memberikan dukungan terhadap kebutuhan transportasi laut di daerah. Peningkatan fasilitas dermaga, pengadaan kapal wisata, dan penguatan navigasi diharapkan mampu menunjang pariwisata sekaligus meningkatkan pelayanan bagi masyarakat pesisir dan kepulauan. (Adv)

    (Sf/Rs)