Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Berau Expo 2026 resmi berakhir pada Sabtu (25/10/2026) malam setelah berlangsung selama sepuluh hari di GOR Graha Pemuda, Tanjung Redeb. Penutupan pesta rakyat yang dipadati ribuan masyarakat ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk kembali mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian budaya daerah.
Kegiatan yang berlangsung sejak 16 Oktober tersebut ditutup langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. Turut hadir anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, Sultan Sambaliung, Datu Amir, Sultan Gunung Tabur, Adji Raden Muhammad Bakrun, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Berau.
Berau Expo tahun ini mengangkat tema "Ekonomi Tumbuh, Budaya Lestari, Berau Sejahtera". Tema tersebut mencerminkan harapan agar pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan ruang bagi pelestarian budaya dan pengembangan potensi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Berau, Sri Juniarsih mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat selama pelaksanaan kegiatan.
"Berau Expo bukan sekadar ajang hiburan semata, melainkan pesta rakyat yang menjadi wadah interaksi dan silaturahmi. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa persatuan dan kesatuan masyarakat Berau harus terus kita jaga," ujar Sri.
Selain menghadirkan hiburan, Berau Expo menjadi sarana bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk unggulan mereka. Berbagai produk lokal yang ditampilkan diharapkan semakin dikenal masyarakat dan memiliki kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
"Transaksi dan interaksi yang terbangun selama Expo ini jangan berhenti sampai di sini. Ini adalah awal dari peluang usaha dan kemitraan kita. Dengan membeli produk UMKM lokal, kita menggerakkan roda ekonomi keluarga dan masyarakat kita sendiri," katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Berau terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kerja sama pelatihan vokasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Program tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi angka pengangguran serta mempersiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.
Masyarakat pun diminta memanfaatkan kesempatan pelatihan yang tersedia untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas peluang usaha maupun pekerjaan.
Selain itu, Bupati juga menyebut, Berau memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat perekonomian daerah. Selain sektor pariwisata, sejumlah produk unggulan seperti kakao yang telah menembus pasar internasional, terasi, ebi, serta produk industri kreatif dan fesyen lokal juga memiliki peluang untuk terus berkembang.
"Pembangunan yang maju akan lebih bermakna apabila pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian identitas dan nilai-nilai budaya lokal. Kita harus merawat tradisi ini agar menjadi kebanggaan bagi generasi mendatang," ungkapnya.
Meski dilaksanakan di tengah situasi efisiensi anggaran, Pemkab Berau tetap berkomitmen memberikan hiburan dan pelayanan bagi masyarakat. Tingginya jumlah pengunjung setiap malam menjadi salah satu gambaran antusiasme warga terhadap penyelenggaraan Berau Expo 2026.
"Saya berharap semangat Berau Expo 2026 dapat terus diwujudkan melalui dukungan terhadap produk lokal, pengembangan potensi daerah, serta pelestarian budaya," tandas Bupati. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Berau Expo 2026 resmi berakhir pada Sabtu (25/10/2026) malam setelah berlangsung selama sepuluh hari di GOR Graha Pemuda, Tanjung Redeb. Penutupan pesta rakyat yang dipadati ribuan masyarakat ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk kembali mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian budaya daerah.
Kegiatan yang berlangsung sejak 16 Oktober tersebut ditutup langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. Turut hadir anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, Sultan Sambaliung, Datu Amir, Sultan Gunung Tabur, Adji Raden Muhammad Bakrun, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Berau.
Berau Expo tahun ini mengangkat tema "Ekonomi Tumbuh, Budaya Lestari, Berau Sejahtera". Tema tersebut mencerminkan harapan agar pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan ruang bagi pelestarian budaya dan pengembangan potensi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Berau, Sri Juniarsih mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat selama pelaksanaan kegiatan.
"Berau Expo bukan sekadar ajang hiburan semata, melainkan pesta rakyat yang menjadi wadah interaksi dan silaturahmi. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa persatuan dan kesatuan masyarakat Berau harus terus kita jaga," ujar Sri.
Selain menghadirkan hiburan, Berau Expo menjadi sarana bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk unggulan mereka. Berbagai produk lokal yang ditampilkan diharapkan semakin dikenal masyarakat dan memiliki kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
"Transaksi dan interaksi yang terbangun selama Expo ini jangan berhenti sampai di sini. Ini adalah awal dari peluang usaha dan kemitraan kita. Dengan membeli produk UMKM lokal, kita menggerakkan roda ekonomi keluarga dan masyarakat kita sendiri," katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Berau terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kerja sama pelatihan vokasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Program tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi angka pengangguran serta mempersiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.
Masyarakat pun diminta memanfaatkan kesempatan pelatihan yang tersedia untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas peluang usaha maupun pekerjaan.
Selain itu, Bupati juga menyebut, Berau memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat perekonomian daerah. Selain sektor pariwisata, sejumlah produk unggulan seperti kakao yang telah menembus pasar internasional, terasi, ebi, serta produk industri kreatif dan fesyen lokal juga memiliki peluang untuk terus berkembang.
"Pembangunan yang maju akan lebih bermakna apabila pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian identitas dan nilai-nilai budaya lokal. Kita harus merawat tradisi ini agar menjadi kebanggaan bagi generasi mendatang," ungkapnya.
Meski dilaksanakan di tengah situasi efisiensi anggaran, Pemkab Berau tetap berkomitmen memberikan hiburan dan pelayanan bagi masyarakat. Tingginya jumlah pengunjung setiap malam menjadi salah satu gambaran antusiasme warga terhadap penyelenggaraan Berau Expo 2026.
"Saya berharap semangat Berau Expo 2026 dapat terus diwujudkan melalui dukungan terhadap produk lokal, pengembangan potensi daerah, serta pelestarian budaya," tandas Bupati. (Adv)
(Sf/Lo)