Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat meninjau Embung Maratua dan fasilitas air bersih di Pulau Maratua, Kabupaten Berau. (Foto: Istimewa)
Tanjung Redeb - Pemenuhan kebutuhan air bersih di Pulau Maratua menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah menyiapkan pemindahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) lama ke lokasi yang lebih dekat dengan Embung Maratua dan menargetkan proses pemindahan dilakukan pada 2027.
Rencana tersebut disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, usai meninjau Embung Maratua dan fasilitas air bersih di Pulau Maratua, Jumat (5/6/2026).
Sri Jurniarsih Mas mengatakan hasil peninjauan ditemukan peralatan pengolahan air yang masih layak digunakan, sehingga tidak perlu melakukan pembelian unit baru. Langkah tersebut menjadi solusi yang lebih efisien karena dapat menghemat anggaran daerah hingga Rp10 miliar.
"Dari hasil peninjauan, ada beberapa kesimpulan bahwa kita bisa menghemat Rp10 miliar dengan memindahkan alat mesin pengolah air bersih yang lama ke tempat dekat embung sehingga dapat disalurkan ke masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, lahan untuk penempatan instalasi sudah tersedia di sekitar embung. Sehingga, dalam perubahan APBD tahun ini pemerintah akan mempersiapkan lahan tersebut sekaligus membangun fondasi dan fasilitas pendukung lainnya.
"Mungkin dalam waktu dua bulan melalui perubahan anggaran ini kita sudah mempersiapkan lahan yang kosong di samping embung tersebut," katanya.
Ia pun menjelaskan setelah seluruh persiapan selesai, pemindahan instalasi akan menjadi fokus pemerintah pada tahun 2027. Pemanfaatan kembali IPA lama dinilai lebih tepat dibanding pengadaan baru yang membutuhkan biaya cukup besar.
"Setelah persiapan selesai next di tahun 2027, kami progress untuk sudah pindahkan alat yang ada yang masih bisa dipakai. Kalau membeli alat baru biayanya cukup tinggi, sekitar Rp10 miliar. Sementara alat yang lama masih bisa dipakai, sehingga anggaran bisa lebih efisien," terangnya.
Sementara itu, ia menyebut pemerintah juga masih mempertimbangkan opsi pengembangan sistem desalinasi air laut. Namun, rencana tersebut membutuhkan kajian yang lebih matang karena nilai investasinya tidak sedikit.
"Yang terpenting saat ini adalah memaksimalkan fasilitas yang sudah ada agar kebutuhan masyarakat dapat segera terlayani," tambahnya.
Sri berharap dengan tersedianya infrastruktur dasar tersebut bisa memenuhi kebutuhan warga, kemudian peningkatan layanan air bersih juga dinilai penting dalam mendorong pertumbuhan kawasan wisata, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
"Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus kami selesaikan. Karena itu, kami terus mencari solusi yang efektif agar pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat meninjau Embung Maratua dan fasilitas air bersih di Pulau Maratua, Kabupaten Berau. (Foto: Istimewa)
Tanjung Redeb - Pemenuhan kebutuhan air bersih di Pulau Maratua menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah menyiapkan pemindahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) lama ke lokasi yang lebih dekat dengan Embung Maratua dan menargetkan proses pemindahan dilakukan pada 2027.
Rencana tersebut disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, usai meninjau Embung Maratua dan fasilitas air bersih di Pulau Maratua, Jumat (5/6/2026).
Sri Jurniarsih Mas mengatakan hasil peninjauan ditemukan peralatan pengolahan air yang masih layak digunakan, sehingga tidak perlu melakukan pembelian unit baru. Langkah tersebut menjadi solusi yang lebih efisien karena dapat menghemat anggaran daerah hingga Rp10 miliar.
"Dari hasil peninjauan, ada beberapa kesimpulan bahwa kita bisa menghemat Rp10 miliar dengan memindahkan alat mesin pengolah air bersih yang lama ke tempat dekat embung sehingga dapat disalurkan ke masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, lahan untuk penempatan instalasi sudah tersedia di sekitar embung. Sehingga, dalam perubahan APBD tahun ini pemerintah akan mempersiapkan lahan tersebut sekaligus membangun fondasi dan fasilitas pendukung lainnya.
"Mungkin dalam waktu dua bulan melalui perubahan anggaran ini kita sudah mempersiapkan lahan yang kosong di samping embung tersebut," katanya.
Ia pun menjelaskan setelah seluruh persiapan selesai, pemindahan instalasi akan menjadi fokus pemerintah pada tahun 2027. Pemanfaatan kembali IPA lama dinilai lebih tepat dibanding pengadaan baru yang membutuhkan biaya cukup besar.
"Setelah persiapan selesai next di tahun 2027, kami progress untuk sudah pindahkan alat yang ada yang masih bisa dipakai. Kalau membeli alat baru biayanya cukup tinggi, sekitar Rp10 miliar. Sementara alat yang lama masih bisa dipakai, sehingga anggaran bisa lebih efisien," terangnya.
Sementara itu, ia menyebut pemerintah juga masih mempertimbangkan opsi pengembangan sistem desalinasi air laut. Namun, rencana tersebut membutuhkan kajian yang lebih matang karena nilai investasinya tidak sedikit.
"Yang terpenting saat ini adalah memaksimalkan fasilitas yang sudah ada agar kebutuhan masyarakat dapat segera terlayani," tambahnya.
Sri berharap dengan tersedianya infrastruktur dasar tersebut bisa memenuhi kebutuhan warga, kemudian peningkatan layanan air bersih juga dinilai penting dalam mendorong pertumbuhan kawasan wisata, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
"Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus kami selesaikan. Karena itu, kami terus mencari solusi yang efektif agar pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)