Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    12 Ribu KK Terima Bantuan Pangan, Bupati Berau Pastikan Harga Bapok Tetap Stabil Jelang Idulfitri

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    17 Maret 2026 pukul 21:11 WITA

    Gerakan Pangan Murah serentak se-Kalimantan Timur dan operasi pasar LPG 3 kilogram serta pemberian bantuan pangan ke 12. 212 kepala keluarga. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Sebanyak 12.212 kepala keluarga di Kabupaten Berau menerima bantuan pangan langsung dari pemerintah daerah, sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga menjelang Hari Raya Idulfitri.

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menekankan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok sangat penting, terutama bagi masyarakat prasejahtera yang paling rentan terhadap fluktuasi harga.

    "Stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok adalah faktor utama dalam memastikan kesejahteraan masyarakat, khususnya menjelang Idulfitri," ujar Bupati Sri Juniarsih Mas, saat membuka kegiatan di Tribun Lapangan Pemuda, Jalan Pemuda, Tanjung Redeb, Selasa (17/3/2026).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (HLM TPID) yang dirangkai dengan Gerakan Pangan Murah serentak se-Kalimantan Timur (Kaltim) dan operasi pasar LPG 3 Kg. Pemerintah daerah juga menyalurkan 1.000 tabung gas LPG 3 Kg kepada masyarakat dan pelaku usaha kecil. 

    "Energi rumah tangga ini sangat penting. Distribusi dan ketersediaannya harus lancar, tepat sasaran dan merata," tambahnya.

    Ia mengatakan dinamika ekonomi secara global merupakan iklim yang bisa berdampak langsung pada harga bahan popok. Sehingga dalam mengantisipasinya memerlukan langkah-langkah strategis untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

    "Gerakan pangan murah ini adalah merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pangan yang terjangkau, berkualitas, merata dari pesisir hingga ke pedalaman, dari kota hingga ke kampung," tuturnya.

    Bupati juga menegaskan program ini sejalan dengan agenda pembangunan Kabupaten Berau 2026, yang fokus pada kedaulatan pangan dan akses masyarakat terhadap bahan pokok. 

    "Kita tidak ingin ada warga Berau kesulitan mendapatkan beras, minyak, gula atau komoditi lainnya. Pemerintah daerah harus hadir memastikan rantai pasok berjalan lancar dan harga terkendali," ujarnya.

    Ia pun menekankan pentingnya peran petani, UMKM dan pengusaha lokal dalam menjaga ketahanan pangan. Para petani harus meningkatkan kualitas produksi, UMKM menggerakkan ekonomi lokal dan pengusaha harus bijak dalam konsumsi. 

    "Semua pihak harus berperan agar kemandirian pangan daerah terwujud," tegasnya.

    Bupati Berau berharap forum HLM TPID ini menjadi momentum memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, sehingga langkah pengendalian inflasi dapat dilakukan secara terarah dan efektif. 

    "Saya harap bantuan pangan yang diberikan secara langsung dapat meringankan beban warga dan memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia selama masa menjelang Idulfitri," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

     

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    12 Ribu KK Terima Bantuan Pangan, Bupati Berau Pastikan Harga Bapok Tetap Stabil Jelang Idulfitri

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    17 Maret 2026 pukul 21:11 WITA

    Gerakan Pangan Murah serentak se-Kalimantan Timur dan operasi pasar LPG 3 kilogram serta pemberian bantuan pangan ke 12. 212 kepala keluarga. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Sebanyak 12.212 kepala keluarga di Kabupaten Berau menerima bantuan pangan langsung dari pemerintah daerah, sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga menjelang Hari Raya Idulfitri.

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menekankan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok sangat penting, terutama bagi masyarakat prasejahtera yang paling rentan terhadap fluktuasi harga.

    "Stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok adalah faktor utama dalam memastikan kesejahteraan masyarakat, khususnya menjelang Idulfitri," ujar Bupati Sri Juniarsih Mas, saat membuka kegiatan di Tribun Lapangan Pemuda, Jalan Pemuda, Tanjung Redeb, Selasa (17/3/2026).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (HLM TPID) yang dirangkai dengan Gerakan Pangan Murah serentak se-Kalimantan Timur (Kaltim) dan operasi pasar LPG 3 Kg. Pemerintah daerah juga menyalurkan 1.000 tabung gas LPG 3 Kg kepada masyarakat dan pelaku usaha kecil. 

    "Energi rumah tangga ini sangat penting. Distribusi dan ketersediaannya harus lancar, tepat sasaran dan merata," tambahnya.

    Ia mengatakan dinamika ekonomi secara global merupakan iklim yang bisa berdampak langsung pada harga bahan popok. Sehingga dalam mengantisipasinya memerlukan langkah-langkah strategis untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

    "Gerakan pangan murah ini adalah merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pangan yang terjangkau, berkualitas, merata dari pesisir hingga ke pedalaman, dari kota hingga ke kampung," tuturnya.

    Bupati juga menegaskan program ini sejalan dengan agenda pembangunan Kabupaten Berau 2026, yang fokus pada kedaulatan pangan dan akses masyarakat terhadap bahan pokok. 

    "Kita tidak ingin ada warga Berau kesulitan mendapatkan beras, minyak, gula atau komoditi lainnya. Pemerintah daerah harus hadir memastikan rantai pasok berjalan lancar dan harga terkendali," ujarnya.

    Ia pun menekankan pentingnya peran petani, UMKM dan pengusaha lokal dalam menjaga ketahanan pangan. Para petani harus meningkatkan kualitas produksi, UMKM menggerakkan ekonomi lokal dan pengusaha harus bijak dalam konsumsi. 

    "Semua pihak harus berperan agar kemandirian pangan daerah terwujud," tegasnya.

    Bupati Berau berharap forum HLM TPID ini menjadi momentum memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, sehingga langkah pengendalian inflasi dapat dilakukan secara terarah dan efektif. 

    "Saya harap bantuan pangan yang diberikan secara langsung dapat meringankan beban warga dan memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia selama masa menjelang Idulfitri," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)