Cari disini...
Opini
Maruly Zainuddin Direktur Seputarfakta.com (Foto: Istimewa)
Dari sebuah perjalanan takdir, langkah kaki ini dipertemukan dengan bahtera bernama Seputarfakta.com. Perjalanan itu mengantarkan pada sebuah pertemuan dengan sosok direktur penuh kasih, yang dengan tangan terbuka membimbing setiap langkah perjalanan ini.
Tiga tahun saya mengabdikan diri di sini. Pada tahun kedua perjalanan itu, saya dipertemukan dengan kebaikan luar biasa bernama Bapak Maruly Zainuddin, Direktur Seputarfakta.com.
Memimpin bukan sekadar duduk di kursi kehormatan, bukan pula sekadar memberi perintah. Memimpin adalah tentang memikul beban berat di pundak, menjaga kepercayaan di tangan, dan menaruh harapan besar di dalam hati.
Beliau adalah nahkoda yang tangguh, bertekad baja, namun berhati seluas samudra. Ia memimpin bukan dengan tangan besi, melainkan dengan keadilan yang menyejukkan. Setiap keputusan besar merupakan hasil musyawarah, dan setiap arah tujuan ditentukan dengan melibatkan kami, seolah mengajarkan bahwa kami adalah bagian tak terpisahkan dari tubuh besar ini.
Di balik ketegasannya, tersimpan hati yang lembut dan tulus. Beliau adalah teman berdiskusi yang pandai mencairkan suasana. Ketika pekerjaan menumpuk dan waktu terasa sempit, ketika diri ini lalai atau terlambat menyelesaikan tugas, teguran beliau tidak pernah berbisa.
Ia datang dibalut gurauan hangat, sebuah “notifikasi” manis yang selalu bertanya, “Ke manakah uploader ini? Pada malam mingguan, atau bagaimana?” Dan saya hanya bisa tersenyum malu sembari menjawab, “Hehe, maaf Pak. Segera saya proses.” Obrolan sederhana itu kini terasa begitu mahal harganya.
Namun hari ini, pertanyaan itu berbalik arah,
“Ke manakah perginya notifikasi yang biasa hadir itu?” Ke sudut langit manakah harus saya mencari suara pengingat itu?
Di kala kesalahan masih sering terjadi, di kala kelalaian masih saja menghampiri, ke mana lagi harus saya mencari telinga yang mau mendengar dan senyum yang mau memaklumi tanpa menghakimi? Akankah ada lagi notifikasi selembut itu yang mengetuk pintu hati ini?
Rindu ini kelak bukan sekadar rindu akan teguran. Ini adalah rindu pada obrolan panjang yang melahirkan visi, rindu pada diskusi yang membuahkan solusi, serta rindu pada setiap nasihat yang menjadi kompas arah bagi kemajuan kami.
Semua itu akan menjadi kenangan yang membeku, hanya dapat diulang dalam cerita dan doa.
Hari ini, salah satu pilar terpenting bagi keluarga besar Seputarfakta.com telah tiada, meninggalkan kekosongan yang begitu besar. Beliau telah menepati janji pulangnya, kembali ke pangkuan Sang Maha Pencipta.
Setelah bertarung dengan gagah berani melawan ujian yang mendera, akhirnya jiwa yang sabar itu memilih untuk beristirahat abadi. Jejak kebaikan yang beliau tanam tak akan pernah hilang diterpa waktu, dan segala hal indah yang ditinggalkan akan menjadi abadi di sini.
Dengan ikhlas, kami semua melepas kepergiannya. Terima kasih atas setiap tetes keringat, setiap senyuman, dan setiap ilmu yang telah diberikan.
Jangan khawatirkan bahtera ini, wahai nahkoda yang baik. Kami akan terus berlayar, meneruskan layar perjuangan ini, membawa serta setiap nasihat dan kenangan tentangmu, menjadikannya angin yang mendorong kami maju, hingga nama yang engkau banggakan ini terus bersinar terang di ufuk kejayaan.
Selamat jalan, Bapak Maruly Zainuddin.
Terbanglah tinggi menuju keabadian. š¤šļø
Nada Aulya Tama
Sekretaris Redaksi Seputarfakta.com
Cari disini...
Opini

Maruly Zainuddin Direktur Seputarfakta.com (Foto: Istimewa)
Dari sebuah perjalanan takdir, langkah kaki ini dipertemukan dengan bahtera bernama Seputarfakta.com. Perjalanan itu mengantarkan pada sebuah pertemuan dengan sosok direktur penuh kasih, yang dengan tangan terbuka membimbing setiap langkah perjalanan ini.
Tiga tahun saya mengabdikan diri di sini. Pada tahun kedua perjalanan itu, saya dipertemukan dengan kebaikan luar biasa bernama Bapak Maruly Zainuddin, Direktur Seputarfakta.com.
Memimpin bukan sekadar duduk di kursi kehormatan, bukan pula sekadar memberi perintah. Memimpin adalah tentang memikul beban berat di pundak, menjaga kepercayaan di tangan, dan menaruh harapan besar di dalam hati.
Beliau adalah nahkoda yang tangguh, bertekad baja, namun berhati seluas samudra. Ia memimpin bukan dengan tangan besi, melainkan dengan keadilan yang menyejukkan. Setiap keputusan besar merupakan hasil musyawarah, dan setiap arah tujuan ditentukan dengan melibatkan kami, seolah mengajarkan bahwa kami adalah bagian tak terpisahkan dari tubuh besar ini.
Di balik ketegasannya, tersimpan hati yang lembut dan tulus. Beliau adalah teman berdiskusi yang pandai mencairkan suasana. Ketika pekerjaan menumpuk dan waktu terasa sempit, ketika diri ini lalai atau terlambat menyelesaikan tugas, teguran beliau tidak pernah berbisa.
Ia datang dibalut gurauan hangat, sebuah “notifikasi” manis yang selalu bertanya, “Ke manakah uploader ini? Pada malam mingguan, atau bagaimana?” Dan saya hanya bisa tersenyum malu sembari menjawab, “Hehe, maaf Pak. Segera saya proses.” Obrolan sederhana itu kini terasa begitu mahal harganya.
Namun hari ini, pertanyaan itu berbalik arah,
“Ke manakah perginya notifikasi yang biasa hadir itu?” Ke sudut langit manakah harus saya mencari suara pengingat itu?
Di kala kesalahan masih sering terjadi, di kala kelalaian masih saja menghampiri, ke mana lagi harus saya mencari telinga yang mau mendengar dan senyum yang mau memaklumi tanpa menghakimi? Akankah ada lagi notifikasi selembut itu yang mengetuk pintu hati ini?
Rindu ini kelak bukan sekadar rindu akan teguran. Ini adalah rindu pada obrolan panjang yang melahirkan visi, rindu pada diskusi yang membuahkan solusi, serta rindu pada setiap nasihat yang menjadi kompas arah bagi kemajuan kami.
Semua itu akan menjadi kenangan yang membeku, hanya dapat diulang dalam cerita dan doa.
Hari ini, salah satu pilar terpenting bagi keluarga besar Seputarfakta.com telah tiada, meninggalkan kekosongan yang begitu besar. Beliau telah menepati janji pulangnya, kembali ke pangkuan Sang Maha Pencipta.
Setelah bertarung dengan gagah berani melawan ujian yang mendera, akhirnya jiwa yang sabar itu memilih untuk beristirahat abadi. Jejak kebaikan yang beliau tanam tak akan pernah hilang diterpa waktu, dan segala hal indah yang ditinggalkan akan menjadi abadi di sini.
Dengan ikhlas, kami semua melepas kepergiannya. Terima kasih atas setiap tetes keringat, setiap senyuman, dan setiap ilmu yang telah diberikan.
Jangan khawatirkan bahtera ini, wahai nahkoda yang baik. Kami akan terus berlayar, meneruskan layar perjuangan ini, membawa serta setiap nasihat dan kenangan tentangmu, menjadikannya angin yang mendorong kami maju, hingga nama yang engkau banggakan ini terus bersinar terang di ufuk kejayaan.
Selamat jalan, Bapak Maruly Zainuddin.
Terbanglah tinggi menuju keabadian. š¤šļø
Nada Aulya Tama
Sekretaris Redaksi Seputarfakta.com