Cari disini...
Olahraga
Muhammad Jamil (dua kiri) wasit nasional asal Balikpapan berkesempatan memimpin pertandingan final World Cup Woodball di Perlis, Malaysia. (Foto: M Jamil/seputarfakta.com)
Balikpapan — Kesempatan berharga dirasakan wasit nasional asal Balikpapan, Kalimantan Timur, Muhammad Jamil, setelah dipercaya memimpin pertandingan final World Cup Woodball di Perlis, Malaysia. Tugas tersebut dijalankan usai mengikuti International Referee Workshop 2026 yang berlangsung pada 25–28 Juli 2026.
Jamil mengikuti workshop sebagai salah satu dari tiga delegasi Indonesia yang ditunjuk Pengurus Besar Indonesia Woodball Association (PB IWbA). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan perangkat pertandingan Indonesia, agar memenuhi standar perwasitan internasional.
Selama workshop, para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Puncaknya, mereka mendapat kesempatan menerapkan hasil pembelajaran dengan memimpin pertandingan World Cup Woodball, termasuk partai final yang berlangsung di Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) pada 28 Juli 2026.
Bagi Jamil yang juga seorang wartawan mengaku, bahwa pengalaman memimpin pertandingan internasional menjadi pembelajaran penting dalam meningkatkan kompetensi sebagai referee. Menurutnya, seorang wasit dituntut memahami regulasi secara menyeluruh, menjaga konsentrasi, serta mampu mengambil keputusan dengan cepat, tepat, dan konsisten.
“Workshop ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena kami mendapatkan pembelajaran teori dan praktik, sekaligus kesempatan menerapkan aturan secara langsung pada pertandingan World Cup. Ini menjadi proses penting untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sebagai referee,” akui Jamil kepada media, Minggu (2/8/2026).
Workshop tersebut berlangsung bersamaan dengan Malaysia International Open 2026 di Perlis. Melalui kegiatan itu, Jamil juga berkesempatan melihat secara langsung standar penyelenggaraan pertandingan internasional, termasuk tuntutan terhadap perangkat pertandingan.
Kata dia, pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam proses menuju lisensi wasit internasional.
“Memimpin pertandingan di level internasional membutuhkan pemahaman aturan, konsentrasi, ketegasan, dan konsistensi dalam mengambil keputusan. Pengalaman di Perlis memberikan gambaran nyata mengenai standar yang harus dimiliki seorang referee internasional,” katanya.
Keikutsertaan Jamil mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), KONI Balikpapan, Pengcab IWbA Balikpapan, Pengurus IWbA Kalimantan Timur, PB IWbA Indonesia, serta sejumlah sponsor.
Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut karena telah memberinya kesempatan membawa nama Balikpapan dan Indonesia di forum internasional.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Balikpapan dan semua pihak, serta sponsor atas dukungan serta kepercayaannya. Dukungan ini sangat berarti, sehingga saya dapat mengikuti workshop dan seluruh rangkaiannya dengan baik dan lancar,” ungkapnya.
Dia berharap pengalaman dan lisensi yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat meningkatkan kapasitasnya sebagai perangkat pertandingan, sekaligus memberikan manfaat bagi perkembangan olahraga woodball di Indonesia.
Keikutsertaan Jamil dalam workshop hingga memimpin final World Cup Woodball menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman perangkat pertandingan Indonesia di tingkat internasional.
“Peningkatan kualitas referee diharapkan dapat mendukung terciptanya ekosistem pertandingan yang semakin profesional, seiring berkembangnya prestasi atlet dan kompetisi woodball di tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Olahraga

Muhammad Jamil (dua kiri) wasit nasional asal Balikpapan berkesempatan memimpin pertandingan final World Cup Woodball di Perlis, Malaysia. (Foto: M Jamil/seputarfakta.com)
Balikpapan — Kesempatan berharga dirasakan wasit nasional asal Balikpapan, Kalimantan Timur, Muhammad Jamil, setelah dipercaya memimpin pertandingan final World Cup Woodball di Perlis, Malaysia. Tugas tersebut dijalankan usai mengikuti International Referee Workshop 2026 yang berlangsung pada 25–28 Juli 2026.
Jamil mengikuti workshop sebagai salah satu dari tiga delegasi Indonesia yang ditunjuk Pengurus Besar Indonesia Woodball Association (PB IWbA). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan perangkat pertandingan Indonesia, agar memenuhi standar perwasitan internasional.
Selama workshop, para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Puncaknya, mereka mendapat kesempatan menerapkan hasil pembelajaran dengan memimpin pertandingan World Cup Woodball, termasuk partai final yang berlangsung di Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) pada 28 Juli 2026.
Bagi Jamil yang juga seorang wartawan mengaku, bahwa pengalaman memimpin pertandingan internasional menjadi pembelajaran penting dalam meningkatkan kompetensi sebagai referee. Menurutnya, seorang wasit dituntut memahami regulasi secara menyeluruh, menjaga konsentrasi, serta mampu mengambil keputusan dengan cepat, tepat, dan konsisten.
“Workshop ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena kami mendapatkan pembelajaran teori dan praktik, sekaligus kesempatan menerapkan aturan secara langsung pada pertandingan World Cup. Ini menjadi proses penting untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sebagai referee,” akui Jamil kepada media, Minggu (2/8/2026).
Workshop tersebut berlangsung bersamaan dengan Malaysia International Open 2026 di Perlis. Melalui kegiatan itu, Jamil juga berkesempatan melihat secara langsung standar penyelenggaraan pertandingan internasional, termasuk tuntutan terhadap perangkat pertandingan.
Kata dia, pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam proses menuju lisensi wasit internasional.
“Memimpin pertandingan di level internasional membutuhkan pemahaman aturan, konsentrasi, ketegasan, dan konsistensi dalam mengambil keputusan. Pengalaman di Perlis memberikan gambaran nyata mengenai standar yang harus dimiliki seorang referee internasional,” katanya.
Keikutsertaan Jamil mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), KONI Balikpapan, Pengcab IWbA Balikpapan, Pengurus IWbA Kalimantan Timur, PB IWbA Indonesia, serta sejumlah sponsor.
Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut karena telah memberinya kesempatan membawa nama Balikpapan dan Indonesia di forum internasional.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Balikpapan dan semua pihak, serta sponsor atas dukungan serta kepercayaannya. Dukungan ini sangat berarti, sehingga saya dapat mengikuti workshop dan seluruh rangkaiannya dengan baik dan lancar,” ungkapnya.
Dia berharap pengalaman dan lisensi yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat meningkatkan kapasitasnya sebagai perangkat pertandingan, sekaligus memberikan manfaat bagi perkembangan olahraga woodball di Indonesia.
Keikutsertaan Jamil dalam workshop hingga memimpin final World Cup Woodball menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman perangkat pertandingan Indonesia di tingkat internasional.
“Peningkatan kualitas referee diharapkan dapat mendukung terciptanya ekosistem pertandingan yang semakin profesional, seiring berkembangnya prestasi atlet dan kompetisi woodball di tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya.
(Sf/Rs)