Cari disini...
Olahraga
Pertandingan semifinal Sirnas C Piala Bupati Kutim 2026 di GOR Kudungga Sangatta. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Persaingan menuju final Kejuaraan Bulutangkis Sirkuit Nasional (Sirnas) C Piala Bupati Kutai Timur (Kutim) 2026 semakin memanas.
Sejumlah atlet unggulan dari berbagai daerah mulai membuka peluang menuju final dalam pertandingan yang berlangsung di GOR Kudungga Sangatta, Jumat (15/5/2026).
Sejumlah provinsi besar seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta diprediksi mendominasi final setelah atlet-atlet mereka tampil konsisten hingga melaju ke babak semifinal.
Meski persaingan cukup ketat, wakil Kalimantan Timur (Kaltim) tetap mampu menunjukkan daya saing. Sejumlah klub asal Balikpapan seperti PB Terpadu, PB Hepindo dan PB Cahaya Indonesia berhasil meloloskan atlet mereka hingga babak semifinal dan menjaga peluang tampil di final.
Di tengah persaingan tersebut, Direktur Turnamen Sirnas C, Aang Syahrudin menilai pembinaan bulutangkis di Kutim masih membutuhkan proses jangka panjang agar mampu bersaing secara konsisten di level nasional.
Menurutnya, pembinaan atlet di daerah masih berada pada tahap pembenahan dan hasilnya diperkirakan baru terlihat beberapa tahun ke depan.
"Untuk Kutim sendiri periode ini itu cuma pembenahan saja. Periode yang sekarang ini ya, 2025-2029 itu pembenahan. Nanti paling bisa kita lihat hasilnya itu di periode 2029-2033," ujar Aang.
Ia menjelaskan, kualitas atlet daerah perlu didukung melalui banyaknya kompetisi lokal maupun regional. Dengan jam terbang yang terus bertambah, atlet dinilai akan lebih siap bersaing di level nasional yang lebih tinggi, seperti Sirkuit Nasional (Sirnas) B yang menjadi target berikutnya.
Keberhasilan pembinaan atlet tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama antara klub, organisasi cabang olahraga dan pemerintah daerah agar pembinaan atlet terus berjalan.
Ia juga menilai dukungan anggaran dari pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menunjang pelaksanaan turnamen serta pengembangan atlet muda di daerah.
“Kita selalu ibaratnya mengatakan bahwa apapun bisa diraih, bisa dicapai dengan kolaborasi yang betul-betul harmonis, yang betul-betul kerja sama yang mumpuni,” tambahnya.
Menjelang final turnamen, klub-klub asal Balikpapan masih menjadi kekuatan utama Kaltim dengan sejumlah atlet yang berhasil menjaga peluang juara di berbagai kategori pertandingan.
Final Sirnas C Piala Bupati Kutim 2026 pada Sabtu (16/5/2026) diprediksi berlangsung sengit dengan mempertemukan atlet-atlet unggulan dari berbagai provinsi.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Olahraga

Pertandingan semifinal Sirnas C Piala Bupati Kutim 2026 di GOR Kudungga Sangatta. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Persaingan menuju final Kejuaraan Bulutangkis Sirkuit Nasional (Sirnas) C Piala Bupati Kutai Timur (Kutim) 2026 semakin memanas.
Sejumlah atlet unggulan dari berbagai daerah mulai membuka peluang menuju final dalam pertandingan yang berlangsung di GOR Kudungga Sangatta, Jumat (15/5/2026).
Sejumlah provinsi besar seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta diprediksi mendominasi final setelah atlet-atlet mereka tampil konsisten hingga melaju ke babak semifinal.
Meski persaingan cukup ketat, wakil Kalimantan Timur (Kaltim) tetap mampu menunjukkan daya saing. Sejumlah klub asal Balikpapan seperti PB Terpadu, PB Hepindo dan PB Cahaya Indonesia berhasil meloloskan atlet mereka hingga babak semifinal dan menjaga peluang tampil di final.
Di tengah persaingan tersebut, Direktur Turnamen Sirnas C, Aang Syahrudin menilai pembinaan bulutangkis di Kutim masih membutuhkan proses jangka panjang agar mampu bersaing secara konsisten di level nasional.
Menurutnya, pembinaan atlet di daerah masih berada pada tahap pembenahan dan hasilnya diperkirakan baru terlihat beberapa tahun ke depan.
"Untuk Kutim sendiri periode ini itu cuma pembenahan saja. Periode yang sekarang ini ya, 2025-2029 itu pembenahan. Nanti paling bisa kita lihat hasilnya itu di periode 2029-2033," ujar Aang.
Ia menjelaskan, kualitas atlet daerah perlu didukung melalui banyaknya kompetisi lokal maupun regional. Dengan jam terbang yang terus bertambah, atlet dinilai akan lebih siap bersaing di level nasional yang lebih tinggi, seperti Sirkuit Nasional (Sirnas) B yang menjadi target berikutnya.
Keberhasilan pembinaan atlet tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama antara klub, organisasi cabang olahraga dan pemerintah daerah agar pembinaan atlet terus berjalan.
Ia juga menilai dukungan anggaran dari pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menunjang pelaksanaan turnamen serta pengembangan atlet muda di daerah.
“Kita selalu ibaratnya mengatakan bahwa apapun bisa diraih, bisa dicapai dengan kolaborasi yang betul-betul harmonis, yang betul-betul kerja sama yang mumpuni,” tambahnya.
Menjelang final turnamen, klub-klub asal Balikpapan masih menjadi kekuatan utama Kaltim dengan sejumlah atlet yang berhasil menjaga peluang juara di berbagai kategori pertandingan.
Final Sirnas C Piala Bupati Kutim 2026 pada Sabtu (16/5/2026) diprediksi berlangsung sengit dengan mempertemukan atlet-atlet unggulan dari berbagai provinsi.
(Sf/Lo)