Olahraga

    Waduh 14 Cabor Terpaksa Dicoret untuk Kelancaran Porprov ke-VIII Kaltim di Paser

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    31 Juli 2026 pukul 15:39 WITA

    Kabid Olahraga Disporapar Paser, Abdhy Fermana. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Sebanyak 14 Cabang Olahraga (Cabor) terpaksa harus dicoret karena mempertimbangkan anggaran yang tersedia guna pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VIII Kalimantan Timur (Kaltim).

    Event empat tahunan Provinsi Kaltim tersebut dijadwalkan akan bergulir pada 14-27 November mendatang di Kabupaten Paser.

    Keterbatasan anggaran mengharuskan Panitia Besar (PB) Porprov bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser harus melakukan penyesuaian terhadap Cabor yang dipertandingkan.

    Dari perencanaan yang awalnya 64 Cabor, sebanyak 14 cabor akan dicoret yang menjadikan hanya ada 50 cabor yang dipertandingkan.

    Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, Abdhy Fermana menyebut pengurangan jumlah cabor merupakan langkah yang sangat dimungkinkan karena harus menyesuaikan ketersediaan anggaran.

    "Sudah ada beberapa kali rapat bersama KONI dan Disporapar Kaltim. Dengan mempertimbangkan anggaran yang diberikan Pemprov Kaltim kami memutuskan untuk dilakukan efisiensi Cabor yang dipertimbangkan pada Porprov ke-VIII Kaltim," kata Abdhy Fermana, Jumat (31/7/2026).

    Abdhy menjelaskan, anggaran yang diajukan awalnya sebesar Rp60 miliar namun tidak dapat terpenuhi dan dialokasikan sebesar Rp20 miliar.

    Keputusan tersebut tetap mempertahankan prestasi masing-masing cabor dan kesesuaiannya pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

    Sementara KONI Kaltim mengungkapkan harapannya untuk 64 Cabor tetap dapat dipertahankan dengan opsi pengurangan nomor tanding.

    Hal tersebut disampaikan mengingat mayoritas cabor direncanakan akan dipertandingkan pada PON 2028 di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Jakarta.

    "Harapannya Koni memang tetap 64 Cabor dapat dipertandingkan, namun kami juga harus realistis. Ditambah lagi pada PON cabor utamanya berjumlah 31 hingga 35 cabang," tambahnya.

    Meskipun demikian, Abdhy menyampaikan keputusan tersebut masih bersifat sementara. PB Porprov masih berpeluang untuk melakukan evaluasi sebelum cabor yang akan dipertandingkan ditetapkan secara resmi.

    Kemungkinan adanya pertukaran cabor masih memiliki peluang untuk dilakukan. Khususnya apabila cabor yang dicoret akan dipertandingkan di PON 2028.

    "Dari 14 cabor yang dicoret justru ada yang dipertandingkan pada PON mendatang. Kemungkinan hanya akan ada satu hingga tiga cabang yang akan dilakukan evaluasi," ucapnya.

    Pihaknya menegaskan akan tetap berkomitmen mewujudkan tiga target utama dalam pelaksanaan event tersebut yaitu sukses pelaksanaan, prestasi dan memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat di Paser.

    (Sf/Rs)

    Olahraga

    Waduh 14 Cabor Terpaksa Dicoret untuk Kelancaran Porprov ke-VIII Kaltim di Paser

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    31 Juli 2026 pukul 15:39 WITA

    Kabid Olahraga Disporapar Paser, Abdhy Fermana. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Sebanyak 14 Cabang Olahraga (Cabor) terpaksa harus dicoret karena mempertimbangkan anggaran yang tersedia guna pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VIII Kalimantan Timur (Kaltim).

    Event empat tahunan Provinsi Kaltim tersebut dijadwalkan akan bergulir pada 14-27 November mendatang di Kabupaten Paser.

    Keterbatasan anggaran mengharuskan Panitia Besar (PB) Porprov bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser harus melakukan penyesuaian terhadap Cabor yang dipertandingkan.

    Dari perencanaan yang awalnya 64 Cabor, sebanyak 14 cabor akan dicoret yang menjadikan hanya ada 50 cabor yang dipertandingkan.

    Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, Abdhy Fermana menyebut pengurangan jumlah cabor merupakan langkah yang sangat dimungkinkan karena harus menyesuaikan ketersediaan anggaran.

    "Sudah ada beberapa kali rapat bersama KONI dan Disporapar Kaltim. Dengan mempertimbangkan anggaran yang diberikan Pemprov Kaltim kami memutuskan untuk dilakukan efisiensi Cabor yang dipertimbangkan pada Porprov ke-VIII Kaltim," kata Abdhy Fermana, Jumat (31/7/2026).

    Abdhy menjelaskan, anggaran yang diajukan awalnya sebesar Rp60 miliar namun tidak dapat terpenuhi dan dialokasikan sebesar Rp20 miliar.

    Keputusan tersebut tetap mempertahankan prestasi masing-masing cabor dan kesesuaiannya pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

    Sementara KONI Kaltim mengungkapkan harapannya untuk 64 Cabor tetap dapat dipertahankan dengan opsi pengurangan nomor tanding.

    Hal tersebut disampaikan mengingat mayoritas cabor direncanakan akan dipertandingkan pada PON 2028 di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Jakarta.

    "Harapannya Koni memang tetap 64 Cabor dapat dipertandingkan, namun kami juga harus realistis. Ditambah lagi pada PON cabor utamanya berjumlah 31 hingga 35 cabang," tambahnya.

    Meskipun demikian, Abdhy menyampaikan keputusan tersebut masih bersifat sementara. PB Porprov masih berpeluang untuk melakukan evaluasi sebelum cabor yang akan dipertandingkan ditetapkan secara resmi.

    Kemungkinan adanya pertukaran cabor masih memiliki peluang untuk dilakukan. Khususnya apabila cabor yang dicoret akan dipertandingkan di PON 2028.

    "Dari 14 cabor yang dicoret justru ada yang dipertandingkan pada PON mendatang. Kemungkinan hanya akan ada satu hingga tiga cabang yang akan dilakukan evaluasi," ucapnya.

    Pihaknya menegaskan akan tetap berkomitmen mewujudkan tiga target utama dalam pelaksanaan event tersebut yaitu sukses pelaksanaan, prestasi dan memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat di Paser.

    (Sf/Rs)