Seputar Fakta

    Olahraga

    Tumbang 1-3 dari Samarinda di Final, Tim Voli Putri Kutim Tetap Bangga Raih Perak Porprov KORPRI IV Kaltim

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    07 November 2026 pukul 21:12 WITA

    Tim voli putri Kutim saat bertanding melawan Samarinda pada final Porprov KORPRI IV Kaltim 2026. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Tim bola voli putri Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meraih medali perak setelah kalah dari Samarinda pada final Pekan Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (Porprov KORPRI) IV Kalimantan Timur (Kaltim) 2026. Bertanding di GOR Indoor Voli Kudungga, Sabtu (7/11/2026), Kutim kalah dengan skor 1-3.

    Kutim tertinggal pada dua set pertama dengan skor 8-25 dan 15-25. Namun, tim putri Kutim mampu merebut set ketiga dengan skor 26-24. Samarinda kemudian memastikan kemenangan pada set keempat dengan skor 25-14.

    Manajer Tim Voli Putri Kutim, Irma Yuwinda, mengatakan keberhasilan tim mencapai final sudah menjadi pencapaian tersendiri. Apalagi, Kutim harus melewati persaingan di Pool B yang dihuni lima kabupaten/kota.

    "Masuk final itu sudah sangat luar biasa. Kita memang di Pool B yang pesertanya lima kabupaten/kota. Sementara pool lain hanya empat. Tetapi kita sudah berusaha masuk final dan itu sudah sangat luar biasa," ujar Irma.

    Perjalanan Kutim menuju final juga tidak mudah. Pada semifinal, tim berhasil mengalahkan Berau dengan skor 3-2. Sebelumnya, Kutim juga menang atas Balikpapan dengan skor serupa setelah sempat tertinggal dua set pada babak penyisihan.

    Irma menyebut kekuatan pemain Samarinda menjadi salah satu tantangan dalam pertandingan final. Samarinda diperkuat gabungan pemain dari lingkungan pemerintah kota dan pemerintah provinsi, sedangkan Kutim mengandalkan pemain lokal.

    "Kita murni dari Kutim, sementara Samarinda merupakan gabungan dari dinas Pemkot Samarinda dan dinas provinsi. Mereka memang punya lebih banyak pilihan pemain. Kami juga bersyukur sudah bisa masuk final dan mempersembahkan perak untuk KORPRI Kutim," katanya.

    Untuk kompetisi berikutnya, Irma berharap penjaringan pemain dapat diperluas, termasuk dari kalangan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Dengan begitu, Kutim memiliki lebih banyak pilihan atlet untuk memperkuat tim.

    Sementara itu, atlet voli putri Kutim, Giana, mengaku terharu bisa membawa timnya hingga partai final. Ia menyebut medali perak yang diraih merupakan hasil kerja sama dan perjuangan seluruh pemain.

    "Terharu juga bisa melangkah sampai saat ini. Berkat kerja sama dan perjuangan teman-teman, akhirnya bisa meraih perak. Bisa sampai final saja sudah luar biasa dan inilah hasilnya," ungkap Giana. 

    Gianavinaria berharap waktu persiapan melalui pemusatan latihan atau training camp (TC) pada kompetisi berikutnya bisa lebih panjang. Pada Porprov KORPRI kali ini, tim hanya menjalani TC selama tiga minggu dari rencana awal tiga bulan.

    "Harapannya ke depan jangan sampai tidak ada TC. Kali ini kami hanya TC tiga minggu, padahal seharusnya tiga bulan, tetapi diundur menjadi tiga minggu. Jadi, ke depan persiapannya bisa lebih matang agar kami mampu bersaing lebih ketat dengan tim lain," tuturnya.

    (Sf/Lo)

    Olahraga

    Tumbang 1-3 dari Samarinda di Final, Tim Voli Putri Kutim Tetap Bangga Raih Perak Porprov KORPRI IV Kaltim

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    07 November 2026 pukul 21:12 WITA

    Tim voli putri Kutim saat bertanding melawan Samarinda pada final Porprov KORPRI IV Kaltim 2026. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Tim bola voli putri Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meraih medali perak setelah kalah dari Samarinda pada final Pekan Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (Porprov KORPRI) IV Kalimantan Timur (Kaltim) 2026. Bertanding di GOR Indoor Voli Kudungga, Sabtu (7/11/2026), Kutim kalah dengan skor 1-3.

    Kutim tertinggal pada dua set pertama dengan skor 8-25 dan 15-25. Namun, tim putri Kutim mampu merebut set ketiga dengan skor 26-24. Samarinda kemudian memastikan kemenangan pada set keempat dengan skor 25-14.

    Manajer Tim Voli Putri Kutim, Irma Yuwinda, mengatakan keberhasilan tim mencapai final sudah menjadi pencapaian tersendiri. Apalagi, Kutim harus melewati persaingan di Pool B yang dihuni lima kabupaten/kota.

    "Masuk final itu sudah sangat luar biasa. Kita memang di Pool B yang pesertanya lima kabupaten/kota. Sementara pool lain hanya empat. Tetapi kita sudah berusaha masuk final dan itu sudah sangat luar biasa," ujar Irma.

    Perjalanan Kutim menuju final juga tidak mudah. Pada semifinal, tim berhasil mengalahkan Berau dengan skor 3-2. Sebelumnya, Kutim juga menang atas Balikpapan dengan skor serupa setelah sempat tertinggal dua set pada babak penyisihan.

    Irma menyebut kekuatan pemain Samarinda menjadi salah satu tantangan dalam pertandingan final. Samarinda diperkuat gabungan pemain dari lingkungan pemerintah kota dan pemerintah provinsi, sedangkan Kutim mengandalkan pemain lokal.

    "Kita murni dari Kutim, sementara Samarinda merupakan gabungan dari dinas Pemkot Samarinda dan dinas provinsi. Mereka memang punya lebih banyak pilihan pemain. Kami juga bersyukur sudah bisa masuk final dan mempersembahkan perak untuk KORPRI Kutim," katanya.

    Untuk kompetisi berikutnya, Irma berharap penjaringan pemain dapat diperluas, termasuk dari kalangan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Dengan begitu, Kutim memiliki lebih banyak pilihan atlet untuk memperkuat tim.

    Sementara itu, atlet voli putri Kutim, Giana, mengaku terharu bisa membawa timnya hingga partai final. Ia menyebut medali perak yang diraih merupakan hasil kerja sama dan perjuangan seluruh pemain.

    "Terharu juga bisa melangkah sampai saat ini. Berkat kerja sama dan perjuangan teman-teman, akhirnya bisa meraih perak. Bisa sampai final saja sudah luar biasa dan inilah hasilnya," ungkap Giana. 

    Gianavinaria berharap waktu persiapan melalui pemusatan latihan atau training camp (TC) pada kompetisi berikutnya bisa lebih panjang. Pada Porprov KORPRI kali ini, tim hanya menjalani TC selama tiga minggu dari rencana awal tiga bulan.

    "Harapannya ke depan jangan sampai tidak ada TC. Kali ini kami hanya TC tiga minggu, padahal seharusnya tiga bulan, tetapi diundur menjadi tiga minggu. Jadi, ke depan persiapannya bisa lebih matang agar kami mampu bersaing lebih ketat dengan tim lain," tuturnya.

    (Sf/Lo)