Olahraga

    Tim Basket Unmul Juara dan Bakal Mewakili Samarinda di Tingkat Nasional Campus League

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    11 Mei 2026 pukul 09:51 WITA

    Tim Basket Universitas Mulawarman keluar sebagai juara dan mewakili Samarinda di Ajang Campus League National. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Tim basket Universitas Mulawarman (Unmul) dipastikan bakal mewakili Samarinda di tingkat nasional setelah berhasil menyapu bersih kemenangan dan keluar sebagai juara pada ajang Campus League 2026 Basketball Regional Samarinda. 

    Bermain dengan format round-robin (setengah kompetisi), Unmul tampil tanpa celah dengan rekor kemenangan sempurna. Mereka menundukkan Politeknik Negeri Samarinda dengan skor 34-29 di hari pertama, disusul kemenangan dramatis lewat babak overtime atas Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) 63-60. 

    Gelar juara akhirnya dikunci setelah Unmul membungkam Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) 62-47 di laga penentu.

    Menghadapi putaran nasional, Pelatih Unmul, Tidaryanto Panggalo Sirenden, menyadari bahwa persiapan timnya harus digenjot mengingat lawan yang menanti adalah para juara dari regional lain.

    "Anak-anak habis ini harus aktif, mereka enggak boleh berleha-leha lagi karena waktunya mepet sekali. Kita akan fokus pada latihan fisik dan defense," ungkap Tidaryanto. 

    Ia juga bersikap realistis mengenai kondisi tim, ditambah sang kapten yang sempat mengalami cedera pada laga regional. 

    "Kalau bicara nasional kondisinya masih jauh dari target, tapi kami akan berusaha tampil bagus. Ini event pertama kami di Samarinda dan event pertama menuju nasional," jabarnya.

    Bagi para pemain, ajang ini seolah menjadi pemecah kebuntuan ekosistem olahraga yang telah lama dinanti. 

    Kapten tim Unmul, Roitsabiq Dwi Pangga, menyebut bahwa selama ini mahasiswa kerap merasa basket di Kalimantan seolah tidak memiliki jenjang lanjutan kompetitif setelah lulus SMA.

    "Hadirnya Campus League ini membuat kami merasa ternyata ada tujuan yang bisa dicapai. Harapannya ke nasional nanti, kami harus bawa mental dan konsistensi yang lebih kuat, komunikasi yang lebih baik, serta memperbaiki kesalahan-kesalahan pada pertandingan kali ini," ujar Roitsabiq.

    Meski menyajikan tensi pertandingan yang kompetitif, realitas di lapangan menunjukkan bahwa ekosistem olahraga mahasiswa di Samarinda masih butuh banyak dorongan. 

    Tercatat, kompetisi ini hanya diikuti oleh empat tim dari empat perguruan tinggi. Bahkan, tidak ada satu pun tim putri yang mendaftar pada edisi kali ini.

    Menanggapi hal tersebut, CEO Campus League, Ryan Gozali, mengakui bahwa kultur kompetisi selevel ini mungkin masih menjadi hal baru bagi kampus-kampus di Samarinda.

    "Kita sebenarnya membuka sampai 16 tim, tapi yang daftar hanya 4. Kami maklumi ini masih tahun pertama. Tim kampus mungkin belum terbiasa, ada yang kagum, bahkan mungkin takut ikut," ujar Ryan. 

    Ia juga menambahkan bahwa pihak penyelenggara tidak pernah menutup kategori putri, namun ketiadaan pendaftar membuat sektor tersebut urung dipertandingkan.

    Sebagai langkah untuk memancing ekosistem olahraga kampus agar tidak kalah dari akademis, pihak Campus League menyiapkan skema reward yang tidak main-main. 

    Kampus yang berhasil keluar sebagai Juara Umum, dihitung dari akumulasi medali emas dari berbagai cabang olahraga, akan mendapatkan beasiswa olahraga bernilai miliaran rupiah. 

    Skema ini dirancang agar pihak kampus secara aktif menjaring student-athlete (atlet berstatus mahasiswa) langsung dari bangku SMA.

    Selain basket, Campus League berkomitmen menggelar cabang olahraga bulu tangkis di Samarinda yang direncanakan pada 12 - 19 September, disusul futsal pada 7 - 14 November mendatang. 

    Ryan menegaskan komitmennya untuk bertahan di Samarinda selama tiga tahun ke depan untuk mengevaluasi sekaligus melihat respons antusiasme lokal.

    Atas kemenangannya, Tim Basket Unmul berhak mewakili regional Samarinda di tahap The National Jakarta pada 6 hingga 13 Juni mendatang. 

    Mereka akan berhadapan dengan jawara dari regional Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. 

    Tidak berhenti di tingkat nasional, pemenang The National kategori putra nantinya akan langsung mewakili Indonesia berlaga di Asian University Basketball League di Makau pada bulan Januari, melawan kampus-kampus terbaik dari 9 negara, termasuk Tiongkok, Jepang, dan Australia.

    Dukungan pengembangan talenta ini juga diapresiasi oleh pihak sponsor. Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, yang mendukung ajang ini melalui program Bayan Peduli, berharap kemenangan Unmul dapat memacu motivasi tim lain. 

    Ia juga menyoroti pentingnya penambahan partisipasi di musim berikutnya agar kompetisi ini bisa berdampak nyata bagi generasi muda di Kaltim.

    (Sf/Rs)

    Olahraga

    Tim Basket Unmul Juara dan Bakal Mewakili Samarinda di Tingkat Nasional Campus League

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    11 Mei 2026 pukul 09:51 WITA

    Tim Basket Universitas Mulawarman keluar sebagai juara dan mewakili Samarinda di Ajang Campus League National. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Tim basket Universitas Mulawarman (Unmul) dipastikan bakal mewakili Samarinda di tingkat nasional setelah berhasil menyapu bersih kemenangan dan keluar sebagai juara pada ajang Campus League 2026 Basketball Regional Samarinda. 

    Bermain dengan format round-robin (setengah kompetisi), Unmul tampil tanpa celah dengan rekor kemenangan sempurna. Mereka menundukkan Politeknik Negeri Samarinda dengan skor 34-29 di hari pertama, disusul kemenangan dramatis lewat babak overtime atas Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) 63-60. 

    Gelar juara akhirnya dikunci setelah Unmul membungkam Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) 62-47 di laga penentu.

    Menghadapi putaran nasional, Pelatih Unmul, Tidaryanto Panggalo Sirenden, menyadari bahwa persiapan timnya harus digenjot mengingat lawan yang menanti adalah para juara dari regional lain.

    "Anak-anak habis ini harus aktif, mereka enggak boleh berleha-leha lagi karena waktunya mepet sekali. Kita akan fokus pada latihan fisik dan defense," ungkap Tidaryanto. 

    Ia juga bersikap realistis mengenai kondisi tim, ditambah sang kapten yang sempat mengalami cedera pada laga regional. 

    "Kalau bicara nasional kondisinya masih jauh dari target, tapi kami akan berusaha tampil bagus. Ini event pertama kami di Samarinda dan event pertama menuju nasional," jabarnya.

    Bagi para pemain, ajang ini seolah menjadi pemecah kebuntuan ekosistem olahraga yang telah lama dinanti. 

    Kapten tim Unmul, Roitsabiq Dwi Pangga, menyebut bahwa selama ini mahasiswa kerap merasa basket di Kalimantan seolah tidak memiliki jenjang lanjutan kompetitif setelah lulus SMA.

    "Hadirnya Campus League ini membuat kami merasa ternyata ada tujuan yang bisa dicapai. Harapannya ke nasional nanti, kami harus bawa mental dan konsistensi yang lebih kuat, komunikasi yang lebih baik, serta memperbaiki kesalahan-kesalahan pada pertandingan kali ini," ujar Roitsabiq.

    Meski menyajikan tensi pertandingan yang kompetitif, realitas di lapangan menunjukkan bahwa ekosistem olahraga mahasiswa di Samarinda masih butuh banyak dorongan. 

    Tercatat, kompetisi ini hanya diikuti oleh empat tim dari empat perguruan tinggi. Bahkan, tidak ada satu pun tim putri yang mendaftar pada edisi kali ini.

    Menanggapi hal tersebut, CEO Campus League, Ryan Gozali, mengakui bahwa kultur kompetisi selevel ini mungkin masih menjadi hal baru bagi kampus-kampus di Samarinda.

    "Kita sebenarnya membuka sampai 16 tim, tapi yang daftar hanya 4. Kami maklumi ini masih tahun pertama. Tim kampus mungkin belum terbiasa, ada yang kagum, bahkan mungkin takut ikut," ujar Ryan. 

    Ia juga menambahkan bahwa pihak penyelenggara tidak pernah menutup kategori putri, namun ketiadaan pendaftar membuat sektor tersebut urung dipertandingkan.

    Sebagai langkah untuk memancing ekosistem olahraga kampus agar tidak kalah dari akademis, pihak Campus League menyiapkan skema reward yang tidak main-main. 

    Kampus yang berhasil keluar sebagai Juara Umum, dihitung dari akumulasi medali emas dari berbagai cabang olahraga, akan mendapatkan beasiswa olahraga bernilai miliaran rupiah. 

    Skema ini dirancang agar pihak kampus secara aktif menjaring student-athlete (atlet berstatus mahasiswa) langsung dari bangku SMA.

    Selain basket, Campus League berkomitmen menggelar cabang olahraga bulu tangkis di Samarinda yang direncanakan pada 12 - 19 September, disusul futsal pada 7 - 14 November mendatang. 

    Ryan menegaskan komitmennya untuk bertahan di Samarinda selama tiga tahun ke depan untuk mengevaluasi sekaligus melihat respons antusiasme lokal.

    Atas kemenangannya, Tim Basket Unmul berhak mewakili regional Samarinda di tahap The National Jakarta pada 6 hingga 13 Juni mendatang. 

    Mereka akan berhadapan dengan jawara dari regional Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. 

    Tidak berhenti di tingkat nasional, pemenang The National kategori putra nantinya akan langsung mewakili Indonesia berlaga di Asian University Basketball League di Makau pada bulan Januari, melawan kampus-kampus terbaik dari 9 negara, termasuk Tiongkok, Jepang, dan Australia.

    Dukungan pengembangan talenta ini juga diapresiasi oleh pihak sponsor. Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, yang mendukung ajang ini melalui program Bayan Peduli, berharap kemenangan Unmul dapat memacu motivasi tim lain. 

    Ia juga menyoroti pentingnya penambahan partisipasi di musim berikutnya agar kompetisi ini bisa berdampak nyata bagi generasi muda di Kaltim.

    (Sf/Rs)