Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Olahraga
Kericuhan usai pertandingan antara Persija melawan Persib Bandung. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Laga panas bertajuk El Clasico Indonesia antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung pada pekan ke-32 BRI Super League 2025-26 berakhir dengan drama, baik di dalam maupun di luar arena.
Bertanding di hadapan 5.925 penonton di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/05/2026), skuad Maung Bandung sukses mencuri kemenangan tipis 1-2 atas tuan rumah Macan Kemayoran.
Pertandingan ini diwarnai dominasi penguasaan bola oleh Persija yang melepaskan hingga 19 tembakan berbanding 7 tembakan milik Persib.
Meski Persija sempat menekan, Persib justru tampil lebih efektif. Gelandang serang Persib, Adam Alis Setyano, keluar sebagai pahlawan dengan mencetak dua gol (brace) pada menit ke-27 dan 38.
Panasnya tensi di lapangan juga memaksa wasit Firdavs Norsafarov bekerja keras. Puncaknya, salah satu ofisial Persija, Italo Bartole Resende, harus diusir dari lapangan setelah menerima kartu merah pada menit ke-49.
Kekalahan di kandang sendiri memicu kekecewaan mendalam dari kubu Persija Jakarta. Dalam sesi konferensi pers pascapertandingan, Pelatih Persija, Mauricio Souza, meluapkan amarahnya terkait hasil dan kepemimpinan wasit.
"Saya tidak akan menganalisis hasil pertandingannya di sini, saya akan menganalisis bagaimana jalannya pertandingan. Kalau hasil pertandingannya, semua orang sudah bisa melihatnya," tegas Mauricio.
Ia menambahkan bahwa timnya bermain jauh lebih baik dengan terus menguasai bola sepanjang waktu.
"Tentu kami tidak puas dengan hasilnya. Tapi saya sama sekali tidak akan keluar dari sini dan mengatakan bahwa tim kami bermain buruk. Tidak sama sekali. Karena tim kami bermain jauh lebih baik daripada lawan," lanjutnya.
Lebih lanjut, pelatih asal Brasil itu secara tajam mengkritik kepemimpinan pengadil lapangan.
"Mengerikan. Ada satu pelanggaran yang seharusnya berbuah kartu merah langsung, itu sangat jelas terlihat. Saya tidak tahu sudah berapa kali kami dirugikan di kejuaraan ini," kecamnya.
Di sisi lain, Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengakui bahwa pertandingan berjalan sangat alot.
"Ini adalah pertandingan yang sangat berat. Mungkin ini bukan permainan yang paling indah untuk dinikmati, tapi kami bekerja sangat keras. Sekali lagi, pertandingan ini ditentukan oleh Adam yang tampil inspiratif hari ini," ungkap Bojan.
Ketika disinggung mengenai rekor menterengnya yang tidak pernah kalah melawan Persija semenjak melatih Persib, Bojan hanya merendah dan menjawab singkat.
"Keberuntungan. Hanya keberuntungan," katanya.
Sang pencetak dua gol, Adam Alis, juga mengakui beratnya tekanan dalam laga tersebut.
"Di babak pertama kita sangat kelelahan dan sempat tertinggal 1-0. Tapi akhirnya kita mampu membalikkan kedudukan. Yang terpenting kita dapat 3 poin dan kita akan fokus ke dua laga berikutnya untuk mengunci gelar juara," ujar Adam.
Sesuai dengan tajuk El Clasico, gesekan nyatanya tidak hanya terjadi di atas rumput hijau.
Dari pantauan langsung seputarfakta.com di lapangan, berbagai insiden mewarnai jalannya laga.
Di tengah berlangsungnya pertandingan, seorang suporter Persib Bandung nekat menyusup ke dalam stadion dengan menyamar menjadi pendukung Persija.
Aksinya yang terbongkar memicu kehebohan hingga terjadi kejar-kejaran dengan kelompok The Jakmania di area tribun penonton.
Tensi panas berlanjut hingga peluit panjang dibunyikan. Emosi yang tertahan selama pertandingan akhirnya meledak, memicu adu mulut dan cekcok fisik antara pemain Persib, Beckham Putra Nugraha dkk., dengan barisan pemain Persija.
Menanggapi insiden kericuhan antarpemain tersebut, Adam Alis menilainya sebagai hal yang lumrah dalam laga bertensi tinggi.
"Mungkin karena ini pertandingan derby, jadi tensi emosionalnya jauh lebih tinggi. Di laga derby manapun juga pasti akan ada emosi yang terlibat. Jadi menurut saya itu hal yang wajar," pungkasnya.
Kekecewaan rupanya belum usai. Di luar stadion, rombongan The Jakmania yang merasa tidak terima dengan kekalahan di kandang sendiri nyaris mengadang bus yang membawa skuad Persib Bandung saat hendak meninggalkan area Stadion Segiri.
Beruntung, situasi tersebut masih bisa dikendalikan sebelum berkembang menjadi kerusuhan yang lebih besar.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Olahraga

Kericuhan usai pertandingan antara Persija melawan Persib Bandung. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Laga panas bertajuk El Clasico Indonesia antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung pada pekan ke-32 BRI Super League 2025-26 berakhir dengan drama, baik di dalam maupun di luar arena.
Bertanding di hadapan 5.925 penonton di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/05/2026), skuad Maung Bandung sukses mencuri kemenangan tipis 1-2 atas tuan rumah Macan Kemayoran.
Pertandingan ini diwarnai dominasi penguasaan bola oleh Persija yang melepaskan hingga 19 tembakan berbanding 7 tembakan milik Persib.
Meski Persija sempat menekan, Persib justru tampil lebih efektif. Gelandang serang Persib, Adam Alis Setyano, keluar sebagai pahlawan dengan mencetak dua gol (brace) pada menit ke-27 dan 38.
Panasnya tensi di lapangan juga memaksa wasit Firdavs Norsafarov bekerja keras. Puncaknya, salah satu ofisial Persija, Italo Bartole Resende, harus diusir dari lapangan setelah menerima kartu merah pada menit ke-49.
Kekalahan di kandang sendiri memicu kekecewaan mendalam dari kubu Persija Jakarta. Dalam sesi konferensi pers pascapertandingan, Pelatih Persija, Mauricio Souza, meluapkan amarahnya terkait hasil dan kepemimpinan wasit.
"Saya tidak akan menganalisis hasil pertandingannya di sini, saya akan menganalisis bagaimana jalannya pertandingan. Kalau hasil pertandingannya, semua orang sudah bisa melihatnya," tegas Mauricio.
Ia menambahkan bahwa timnya bermain jauh lebih baik dengan terus menguasai bola sepanjang waktu.
"Tentu kami tidak puas dengan hasilnya. Tapi saya sama sekali tidak akan keluar dari sini dan mengatakan bahwa tim kami bermain buruk. Tidak sama sekali. Karena tim kami bermain jauh lebih baik daripada lawan," lanjutnya.
Lebih lanjut, pelatih asal Brasil itu secara tajam mengkritik kepemimpinan pengadil lapangan.
"Mengerikan. Ada satu pelanggaran yang seharusnya berbuah kartu merah langsung, itu sangat jelas terlihat. Saya tidak tahu sudah berapa kali kami dirugikan di kejuaraan ini," kecamnya.
Di sisi lain, Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengakui bahwa pertandingan berjalan sangat alot.
"Ini adalah pertandingan yang sangat berat. Mungkin ini bukan permainan yang paling indah untuk dinikmati, tapi kami bekerja sangat keras. Sekali lagi, pertandingan ini ditentukan oleh Adam yang tampil inspiratif hari ini," ungkap Bojan.
Ketika disinggung mengenai rekor menterengnya yang tidak pernah kalah melawan Persija semenjak melatih Persib, Bojan hanya merendah dan menjawab singkat.
"Keberuntungan. Hanya keberuntungan," katanya.
Sang pencetak dua gol, Adam Alis, juga mengakui beratnya tekanan dalam laga tersebut.
"Di babak pertama kita sangat kelelahan dan sempat tertinggal 1-0. Tapi akhirnya kita mampu membalikkan kedudukan. Yang terpenting kita dapat 3 poin dan kita akan fokus ke dua laga berikutnya untuk mengunci gelar juara," ujar Adam.
Sesuai dengan tajuk El Clasico, gesekan nyatanya tidak hanya terjadi di atas rumput hijau.
Dari pantauan langsung seputarfakta.com di lapangan, berbagai insiden mewarnai jalannya laga.
Di tengah berlangsungnya pertandingan, seorang suporter Persib Bandung nekat menyusup ke dalam stadion dengan menyamar menjadi pendukung Persija.
Aksinya yang terbongkar memicu kehebohan hingga terjadi kejar-kejaran dengan kelompok The Jakmania di area tribun penonton.
Tensi panas berlanjut hingga peluit panjang dibunyikan. Emosi yang tertahan selama pertandingan akhirnya meledak, memicu adu mulut dan cekcok fisik antara pemain Persib, Beckham Putra Nugraha dkk., dengan barisan pemain Persija.
Menanggapi insiden kericuhan antarpemain tersebut, Adam Alis menilainya sebagai hal yang lumrah dalam laga bertensi tinggi.
"Mungkin karena ini pertandingan derby, jadi tensi emosionalnya jauh lebih tinggi. Di laga derby manapun juga pasti akan ada emosi yang terlibat. Jadi menurut saya itu hal yang wajar," pungkasnya.
Kekecewaan rupanya belum usai. Di luar stadion, rombongan The Jakmania yang merasa tidak terima dengan kekalahan di kandang sendiri nyaris mengadang bus yang membawa skuad Persib Bandung saat hendak meninggalkan area Stadion Segiri.
Beruntung, situasi tersebut masih bisa dikendalikan sebelum berkembang menjadi kerusuhan yang lebih besar.
(Sf/Rs)