Seputar Fakta

    Olahraga

    Target 3 Emas, Tim Arung Jeram Paser Matangkan Kesiapan Jelang Porprov Kaltim 2026

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    05 November 2026 pukul 18:45 WITA

    Atlet arung jeram FAJI Paser. (Foto: Dok. Faji Paser)

    Tana Paser - Kabupaten Paser dipastikan menjadi pusat perhatian pencinta olahraga regional seiring perhelatan akbar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim yang akan segera bergulir pada 14–27 November 2026. kontingen Paser selaku tuan rumah dari berbagai cabang olahraga tersebut, kini tengah menggenjot persiapan akhir demi mengamankan prestasi terbaik di rumah sendiri.

    Salah satu cabang olahraga andalan yang diandalkan untuk mendulang prestasi adalah arung jeram. Pengurus Cabang Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Paser menyatakan, seluruh atletnya kini sudah siap tempur dan memasuki tahap akhir pemantauan program pra kompetisi.

    Ketua Harian Pengcab FAJI Paser, Nor Ferry Irawan, mengungkapkan bahwa kesiapan teknis para atlet secara keseluruhan sudah mendekati angka 90 persen. Fokus utama tim adalah melakukan penyesuaian akhir dengan venue pertandingan yang dipusatkan di kawasan Desa Rantau Buta.

    Dari total 20 atlet yang dipersiapkan untuk turun gelanggang, FAJI Paser memasang target yang realistis dengan membidik 2 hingga 3 medali emas. Angka tersebut merupakan kalkulasi rasional dari total 16 medali emas yang secara keseluruhan diperebutkan dalam cabang olahraga ini.

    Menurut Ferry, target tersebut disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan, termasuk keterbatasan fasilitas yang diberikan kepada tim. Kendala lain yang turut membatasi ruang gerak tim adalah durasi Pemusatan Latihan (TC) yang terpaksa dipangkas secara drastis dari rencana awal.

    "Kita plotting dua hingga tiga emas. Untuk pastinya kami belum bisa memastikan," kata Ferry, Kamis (5/11/2026). 

    Program TC dirancang berjalan selama 60 hari guna mematangkan teknik dan fisik para atlet. Namun, karena berbagai kendala operasional, durasi tersebut terpangkas hingga 50 persen menjadi hanya 30 hari saja.

    Sementara itu, pelatih Porprov Arung Jeram Paser, Ade Candra menyebut sedang mengalami tantangan unik dalam meracik skuad utamanya. Tim yang dibina sebagian besar didominasi oleh kalangan pelajar serta dua orang atlet yang baru saja menyelesaikan masa sekolah mereka.

    Menyatukan ritme hidup anak muda zaman sekarang dengan disiplin jadwal latihan yang ketat tentu bukan perkara mudah. Ade menerapkan pendekatan persuasif dengan cara menyelami dunia para atlet mudanya terlebih dahulu sebelum memberikan instruksi latihan.

    "Di TC  harusnya 60 hari namun menjadi 30 hari. Sehingga otomatis dipangkas 50 persen jadi kita juga tidak berani untuk target yang berlebihan," tambahnya. 

    Pendekatan psikologis tersebut terbukti ampuh meredam potensi konflik dan membangun kekompakan tim secara efektif. Hasilnya, kondisi fisik serta teknik bertanding anak asuhnya kini dilaporkan sudah berada di angka hampir 100 persen menjelang hari pertandingan.

    Meski sempat terkendala masalah mental bertanding karena status mereka sebagai pendatang baru yang minim pengalaman, serta minimnya asupan suplemen dan vitamin sejak tahun lalu, semangat tim arung jeram Paser tidak luntur. Dengan segala keterbatasan fasilitas dan persiapan yang ada, kontingen tuan rumah tetap optimis mampu mempersembahkan medali emas demi mengharumkan nama Kabupaten Paser.

    (Sf/Rs)

    Olahraga

    Target 3 Emas, Tim Arung Jeram Paser Matangkan Kesiapan Jelang Porprov Kaltim 2026

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    05 November 2026 pukul 18:45 WITA

    Atlet arung jeram FAJI Paser. (Foto: Dok. Faji Paser)

    Tana Paser - Kabupaten Paser dipastikan menjadi pusat perhatian pencinta olahraga regional seiring perhelatan akbar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim yang akan segera bergulir pada 14–27 November 2026. kontingen Paser selaku tuan rumah dari berbagai cabang olahraga tersebut, kini tengah menggenjot persiapan akhir demi mengamankan prestasi terbaik di rumah sendiri.

    Salah satu cabang olahraga andalan yang diandalkan untuk mendulang prestasi adalah arung jeram. Pengurus Cabang Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Paser menyatakan, seluruh atletnya kini sudah siap tempur dan memasuki tahap akhir pemantauan program pra kompetisi.

    Ketua Harian Pengcab FAJI Paser, Nor Ferry Irawan, mengungkapkan bahwa kesiapan teknis para atlet secara keseluruhan sudah mendekati angka 90 persen. Fokus utama tim adalah melakukan penyesuaian akhir dengan venue pertandingan yang dipusatkan di kawasan Desa Rantau Buta.

    Dari total 20 atlet yang dipersiapkan untuk turun gelanggang, FAJI Paser memasang target yang realistis dengan membidik 2 hingga 3 medali emas. Angka tersebut merupakan kalkulasi rasional dari total 16 medali emas yang secara keseluruhan diperebutkan dalam cabang olahraga ini.

    Menurut Ferry, target tersebut disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan, termasuk keterbatasan fasilitas yang diberikan kepada tim. Kendala lain yang turut membatasi ruang gerak tim adalah durasi Pemusatan Latihan (TC) yang terpaksa dipangkas secara drastis dari rencana awal.

    "Kita plotting dua hingga tiga emas. Untuk pastinya kami belum bisa memastikan," kata Ferry, Kamis (5/11/2026). 

    Program TC dirancang berjalan selama 60 hari guna mematangkan teknik dan fisik para atlet. Namun, karena berbagai kendala operasional, durasi tersebut terpangkas hingga 50 persen menjadi hanya 30 hari saja.

    Sementara itu, pelatih Porprov Arung Jeram Paser, Ade Candra menyebut sedang mengalami tantangan unik dalam meracik skuad utamanya. Tim yang dibina sebagian besar didominasi oleh kalangan pelajar serta dua orang atlet yang baru saja menyelesaikan masa sekolah mereka.

    Menyatukan ritme hidup anak muda zaman sekarang dengan disiplin jadwal latihan yang ketat tentu bukan perkara mudah. Ade menerapkan pendekatan persuasif dengan cara menyelami dunia para atlet mudanya terlebih dahulu sebelum memberikan instruksi latihan.

    "Di TC  harusnya 60 hari namun menjadi 30 hari. Sehingga otomatis dipangkas 50 persen jadi kita juga tidak berani untuk target yang berlebihan," tambahnya. 

    Pendekatan psikologis tersebut terbukti ampuh meredam potensi konflik dan membangun kekompakan tim secara efektif. Hasilnya, kondisi fisik serta teknik bertanding anak asuhnya kini dilaporkan sudah berada di angka hampir 100 persen menjelang hari pertandingan.

    Meski sempat terkendala masalah mental bertanding karena status mereka sebagai pendatang baru yang minim pengalaman, serta minimnya asupan suplemen dan vitamin sejak tahun lalu, semangat tim arung jeram Paser tidak luntur. Dengan segala keterbatasan fasilitas dan persiapan yang ada, kontingen tuan rumah tetap optimis mampu mempersembahkan medali emas demi mengharumkan nama Kabupaten Paser.

    (Sf/Rs)