Olahraga

    Tanpa Sekretariat dan Anggaran, Percasi Paser Targetkan Raih Dua Emas di Porprov VIII Kaltim

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    27 September 2026 pukul 13:46 WITA

    Latihan atlet Percasi Kabupaten Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Di tengah keterbatasan anggaran dan belum tersedianya gedung sekretariat definitif, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Paser menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan digelar November mendatang.

    Sekretaris Percasi Paser, Anang Suciswo menyampaikan kendala status organisasi tanpa anggaran tidak menyurutkan senangat para atlet untuk bersiap secara mandiri. Sebagian besar program latihan dilaksanakan secara swadaya sebelum masa instruksi resmi Training Centre (TC) dimulai.

    "Meskipun status cabor non anggaran kami tetap terus melaksanakanlatihan untuk mematangkan atlet," kata Anang Suciwswo, Minggu (27/9/2026).

    Guna menyiasati ketiadaan fasilitas latihan, kediaman pengurus serta rumah Anang dimanfaatkan sebagai markas sementara bagi Klub Gajah Sakti. Di lokasi itulah para pecatur Paser secara konsisten mengasah kemampuan teknik dan mental b ertanding mereka.

    Meskipun harus menumpang di rumah pengurus, kelengkapan sarana pendukung pertandingan dinilai sudah memadai. Papan catur dan jam tanding standar telah siap digunakan berkat dukungan sarana dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Paser.

    Latihan intensif bahkan sering berlangsung melwbihi tiga jam hingga larut malam. Saat babak simulasi pertandingan berlangsung sengit. Sesi penhasahan strategi tak jarang berlanjut hingga pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari.

    Keterbatasan fasilitas tersebut tidak menghalangi Percasi Paser untuk menyaring komposisi skuad terbaik. Dari total lebih dari 100 atlet bnaan tingkat senior hingga junior, pengurus telah menetapkan 12 atlet terpilih yang terdiri dari enam putra dan enam putri dengan batasan usia maksimal 30 tahun.

    Sebagai tim tuan rumah, Percasi Paser membidik peluang dari total 36 medali yang diperebutkan. Seluruh medali tersebut terbagi atas 12 emas, 12 perak, dan 12 perunggu di 12 nomor pertandingan seimbang untuk kategori putra dan putri.

    Kategori yang dipertandingkan mencakup nomor perorangan dan beregu pada kelas catur standar (klasik), catur cepat (rapid), serta catur kilat (blitz). Menghadapi peta persaingan ketat di semua kelas, Percasi Paser menetapkan target realistis untuk mengamankan minimal dua medali emas.

    "Ada 12 atlet yang kita persiapkan dan ditargetkan meraih dua emas di Porprov," tambahnya.

    Target tersebut dinilai rasional mengingat rekam jejak atlet Paser yang teruji di tingkat nasional. Pada kejuaraan nasional sebelumnya yang dihadiri para Grand Master dan Master dari Pulau Jawa, tiga atlet lokal berhasil mengumpulkan enam poin dan mengamankan norma Master Nasional (MN).

    Pengurus Percasi Paser optimistis kombinasi antara fokus penuh selama masa TC dan semangat swadaya atlet akan menjadi kunci utama untuk menyumbangkan prestasi terbaik bagi Kabupaten Paser di kandang sendiri.

    (Sf/Rs)

    Olahraga

    Tanpa Sekretariat dan Anggaran, Percasi Paser Targetkan Raih Dua Emas di Porprov VIII Kaltim

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    27 September 2026 pukul 13:46 WITA

    Latihan atlet Percasi Kabupaten Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Di tengah keterbatasan anggaran dan belum tersedianya gedung sekretariat definitif, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Paser menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan digelar November mendatang.

    Sekretaris Percasi Paser, Anang Suciswo menyampaikan kendala status organisasi tanpa anggaran tidak menyurutkan senangat para atlet untuk bersiap secara mandiri. Sebagian besar program latihan dilaksanakan secara swadaya sebelum masa instruksi resmi Training Centre (TC) dimulai.

    "Meskipun status cabor non anggaran kami tetap terus melaksanakanlatihan untuk mematangkan atlet," kata Anang Suciwswo, Minggu (27/9/2026).

    Guna menyiasati ketiadaan fasilitas latihan, kediaman pengurus serta rumah Anang dimanfaatkan sebagai markas sementara bagi Klub Gajah Sakti. Di lokasi itulah para pecatur Paser secara konsisten mengasah kemampuan teknik dan mental b ertanding mereka.

    Meskipun harus menumpang di rumah pengurus, kelengkapan sarana pendukung pertandingan dinilai sudah memadai. Papan catur dan jam tanding standar telah siap digunakan berkat dukungan sarana dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Paser.

    Latihan intensif bahkan sering berlangsung melwbihi tiga jam hingga larut malam. Saat babak simulasi pertandingan berlangsung sengit. Sesi penhasahan strategi tak jarang berlanjut hingga pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari.

    Keterbatasan fasilitas tersebut tidak menghalangi Percasi Paser untuk menyaring komposisi skuad terbaik. Dari total lebih dari 100 atlet bnaan tingkat senior hingga junior, pengurus telah menetapkan 12 atlet terpilih yang terdiri dari enam putra dan enam putri dengan batasan usia maksimal 30 tahun.

    Sebagai tim tuan rumah, Percasi Paser membidik peluang dari total 36 medali yang diperebutkan. Seluruh medali tersebut terbagi atas 12 emas, 12 perak, dan 12 perunggu di 12 nomor pertandingan seimbang untuk kategori putra dan putri.

    Kategori yang dipertandingkan mencakup nomor perorangan dan beregu pada kelas catur standar (klasik), catur cepat (rapid), serta catur kilat (blitz). Menghadapi peta persaingan ketat di semua kelas, Percasi Paser menetapkan target realistis untuk mengamankan minimal dua medali emas.

    "Ada 12 atlet yang kita persiapkan dan ditargetkan meraih dua emas di Porprov," tambahnya.

    Target tersebut dinilai rasional mengingat rekam jejak atlet Paser yang teruji di tingkat nasional. Pada kejuaraan nasional sebelumnya yang dihadiri para Grand Master dan Master dari Pulau Jawa, tiga atlet lokal berhasil mengumpulkan enam poin dan mengamankan norma Master Nasional (MN).

    Pengurus Percasi Paser optimistis kombinasi antara fokus penuh selama masa TC dan semangat swadaya atlet akan menjadi kunci utama untuk menyumbangkan prestasi terbaik bagi Kabupaten Paser di kandang sendiri.

    (Sf/Rs)