Olahraga

    Strategi Cerdas Pesut Etam, Borong 6 Legiun Asing Jalur 'Free Transfer', Borneo FC Siap Tatap Latihan Perdana

    Penulis:maulana|Redaktur:Rusdianto
    19 Juli 2026 pukul 21:02 WITA

    para pemain asing Borneo FC yang baru dikenalkan. (Foto: tangkapan layar dari Instagram Borneo FC)

    Samarinda - Menyongsong kompetisi BRI Liga 1 musim 2026/2027, Borneo FC Samarinda langsung tancap gas dengan meresmikan enam pemain asing baru sekaligus. 

    Menariknya, manajemen Pesut Etam menerapkan strategi perekrutan yang terbilang efektif dan efisien di bursa transfer kali ini. 

    Dari enam nama yang diperkenalkan ke publik, mayoritas atau setidaknya empat pemain didatangkan dengan status bebas transfer (free transfer). 

    Strategi ini membuat Borneo FC sukses memaksimalkan kuota amunisi berkualitas tanpa harus merogoh kocek untuk biaya tebusan kontrak ke klub lama mereka.

    Kehadiran para legiun asing ini melengkapi kesiapan skuad yang akan segera memulai agenda pramusim. 

    Di bawah arahan pelatih anyar Mauro Jeronimo, tim kebanggaan masyarakat Samarinda ini dijadwalkan menggelar latihan perdana pada Senin, 20 Juli 2026. 

    Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, menjelaskan bahwa seluruh proses persiapan berjalan sesuai rencana matang yang telah disusun oleh manajemen. 

    “Persiapan tim sudah berjalan. Kami juga sudah memiliki pelatih baru dan sudah dirilis melalui media resmi. Untuk pemain, nanti diumumkan pada waktunya,” ujar Dandri, Rabu (8/7/2026) lalu, mengutip dari Koran Kaltim.

    Setelah memulai latihan di Samarinda, manajemen masih akan mengevaluasi secara mendalam terkait kebutuhan pemusatan latihan atau training camp (TC) yang rencananya akan kembali digelar di Yogyakarta seperti tradisi musim-musim sebelumnya. 

    Selain itu, skuad Pesut Etam juga telah menerima sejumlah undangan laga uji coba untuk mematangkan taktik. 

    Pada perkenalan pemain kali ini, Borneo FC langsung merombak lini pertahanan dengan mendatangkan dua tembok kokoh asal Brasil. Pemain pertama adalah Christian Matheus atau Christian Lima berusia 27 tahun, bek tengah berpostur 1,86 meter yang lugas dan kenyang pengalaman di Liga Albania serta Kosovo. 

    Ia akan bahu-membahu dengan kompatriotnya, Iago Pereira Mendonça berusia 26 tahun, bek jangkung setinggi 1,95 meter dengan rekam jejak panjang di berbagai kasta liga Brasil hingga kualifikasi kompetisi level Eropa.

    Bergerak ke sektor gelandang dan sayap, tuah strategi free transfer manajemen Borneo FC mulai terlihat dengan merekrut sejumlah bintang dari kompetisi Timur Tengah. 

    Gabriel Oliveira yang masih muda berusia 24 tahun, gelandang bertahan asal Brasil, direkrut secara gratis usai masa baktinya di Bahrain SC berakhir. 

    Langkah serupa dilakukan untuk mendatangkan Kablan Davy N'Goma usia 30 tahun, penyerang sayap berpaspor Prancis dan Kongo yang direkrut cuma-cuma dari Budaiya Club. N'Goma membawa bekal pengalaman mumpuni dari kompetisi Eropa Timur untuk menambah daya ledak di sisi sayap.

    Melengkapi amunisi di sepertiga akhir lapangan, manajemen juga berhasil mengamankan tanda tangan mantan pemain Timnas Brasil U16, Rodrigo Varanda 23 tahun, dengan status bebas transfer dari Al-Ahli Club. 

    Berposisi sebagai sayap kiri, Varanda menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi dalam gerbong ini yang pernah menembus angka belasan miliar rupiah saat membela Corinthians. 

    Sebagai kepingan terakhir penutup kuota asing, Pesut Etam mendaratkan penyerang tengah asal Spanyol, Rubén López Huesca alias Rubio 31 tahun. Berstatus tanpa klub setelah dilepas oleh tim Rumania, CSA Steaua, Rubio melengkapi daftar panjang rekrutan cerdas tanpa biaya transfer yang diharapkan mampu membawa Borneo FC berprestasi maksimal musim ini.

    (Sf/Rs)

    Olahraga

    Strategi Cerdas Pesut Etam, Borong 6 Legiun Asing Jalur 'Free Transfer', Borneo FC Siap Tatap Latihan Perdana

    Penulis:maulana|Redaktur:Rusdianto
    19 Juli 2026 pukul 21:02 WITA

    para pemain asing Borneo FC yang baru dikenalkan. (Foto: tangkapan layar dari Instagram Borneo FC)

    Samarinda - Menyongsong kompetisi BRI Liga 1 musim 2026/2027, Borneo FC Samarinda langsung tancap gas dengan meresmikan enam pemain asing baru sekaligus. 

    Menariknya, manajemen Pesut Etam menerapkan strategi perekrutan yang terbilang efektif dan efisien di bursa transfer kali ini. 

    Dari enam nama yang diperkenalkan ke publik, mayoritas atau setidaknya empat pemain didatangkan dengan status bebas transfer (free transfer). 

    Strategi ini membuat Borneo FC sukses memaksimalkan kuota amunisi berkualitas tanpa harus merogoh kocek untuk biaya tebusan kontrak ke klub lama mereka.

    Kehadiran para legiun asing ini melengkapi kesiapan skuad yang akan segera memulai agenda pramusim. 

    Di bawah arahan pelatih anyar Mauro Jeronimo, tim kebanggaan masyarakat Samarinda ini dijadwalkan menggelar latihan perdana pada Senin, 20 Juli 2026. 

    Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, menjelaskan bahwa seluruh proses persiapan berjalan sesuai rencana matang yang telah disusun oleh manajemen. 

    “Persiapan tim sudah berjalan. Kami juga sudah memiliki pelatih baru dan sudah dirilis melalui media resmi. Untuk pemain, nanti diumumkan pada waktunya,” ujar Dandri, Rabu (8/7/2026) lalu, mengutip dari Koran Kaltim.

    Setelah memulai latihan di Samarinda, manajemen masih akan mengevaluasi secara mendalam terkait kebutuhan pemusatan latihan atau training camp (TC) yang rencananya akan kembali digelar di Yogyakarta seperti tradisi musim-musim sebelumnya. 

    Selain itu, skuad Pesut Etam juga telah menerima sejumlah undangan laga uji coba untuk mematangkan taktik. 

    Pada perkenalan pemain kali ini, Borneo FC langsung merombak lini pertahanan dengan mendatangkan dua tembok kokoh asal Brasil. Pemain pertama adalah Christian Matheus atau Christian Lima berusia 27 tahun, bek tengah berpostur 1,86 meter yang lugas dan kenyang pengalaman di Liga Albania serta Kosovo. 

    Ia akan bahu-membahu dengan kompatriotnya, Iago Pereira Mendonça berusia 26 tahun, bek jangkung setinggi 1,95 meter dengan rekam jejak panjang di berbagai kasta liga Brasil hingga kualifikasi kompetisi level Eropa.

    Bergerak ke sektor gelandang dan sayap, tuah strategi free transfer manajemen Borneo FC mulai terlihat dengan merekrut sejumlah bintang dari kompetisi Timur Tengah. 

    Gabriel Oliveira yang masih muda berusia 24 tahun, gelandang bertahan asal Brasil, direkrut secara gratis usai masa baktinya di Bahrain SC berakhir. 

    Langkah serupa dilakukan untuk mendatangkan Kablan Davy N'Goma usia 30 tahun, penyerang sayap berpaspor Prancis dan Kongo yang direkrut cuma-cuma dari Budaiya Club. N'Goma membawa bekal pengalaman mumpuni dari kompetisi Eropa Timur untuk menambah daya ledak di sisi sayap.

    Melengkapi amunisi di sepertiga akhir lapangan, manajemen juga berhasil mengamankan tanda tangan mantan pemain Timnas Brasil U16, Rodrigo Varanda 23 tahun, dengan status bebas transfer dari Al-Ahli Club. 

    Berposisi sebagai sayap kiri, Varanda menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi dalam gerbong ini yang pernah menembus angka belasan miliar rupiah saat membela Corinthians. 

    Sebagai kepingan terakhir penutup kuota asing, Pesut Etam mendaratkan penyerang tengah asal Spanyol, Rubén López Huesca alias Rubio 31 tahun. Berstatus tanpa klub setelah dilepas oleh tim Rumania, CSA Steaua, Rubio melengkapi daftar panjang rekrutan cerdas tanpa biaya transfer yang diharapkan mampu membawa Borneo FC berprestasi maksimal musim ini.

    (Sf/Rs)