Cari disini...
Olahraga
Pemain Persiba Balikpapan, Lorensius Amanat Sabda (Biru) lakukan duel untuk menembus lini pertahanan Barito Putera. (Foto: Official/Seputarfakta.com)
Balikpapan — Upaya Persiba Balikpapan untuk mencuri poin saat menjamu Barito Putera di Stadion Batakan membuahkan hasil manis, Sabtu (24/1/2026) malam.
Tim berjuluk Beruang Madu berhasil meraih kemenangan 1-0 atas pemuncak klasemen tersebut. Kemenangan ini menjadi catatan penting bagi Persiba setelah sebelumnya menjalani 17 pertandingan dengan 11 kali menelan kekalahan.
Gol tunggal Persiba dicetak Abdul Rachman melalui tendangan bebas pada menit ke-18. Hingga akhir pertandingan, Persiba mampu mempertahankan skor.
Pelatih Persiba Balikpapan, Leonard Tupamahu mengawali keterangannya dengan ungkapan syukur atas kemenangan timnya.
“Pertama saya ucap syukur kepada Tuhan. Kalau bukan karena Tuhan, tidak mungkin tim bisa menang hari ini,” ucap Leo dalam konferensi pers usai pertandingan.
Pelatih juga mengingatkan para pemain agar tidak larut dalam euforia kemenangan. Mengingat perjuangan tim masih panjang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang sudah bekerja keras selama lebih dari 90 menit, terlebih menghadapi lawan yang berada di puncak klasemen.
“Tidak mudah mengalahkan Barito. Saya melihat para pemain berusaha menjalankan apa yang sudah kami rencanakan dalam pertandingan,” jelasnya.
Leo mengungkap Persiba sudah memahami pola permainan Barito Putera yang mengandalkan serangan sayap. Karena itu, ia meminta para pemainnya fokus memenangi duel, terutama di area kotak penalti.
“Barito punya pemain-pemain yang kuat dalam duel bola atas, itu yang kami antisipasi,” akunya.
Terkait kurangnya komunikasi di lini belakang, dirinya mengakui hal tersebut menjadi pekerjaan rumah tim. Para pemain masih perlu berkembang, baik dari sisi taktikal maupun prinsip permainan.
“Sejak saya datang, itu yang saya perbaiki. Prinsip bertahan dan menyerang sebenarnya sudah bagus, tetapi masih ada detail-detail yang perlu ditingkatkan,” tambahnya.
Ia juga menyoroti efektivitas serangan balik yang belum maksimal. Beberapa peluang counter attack yang melibatkan Sabda, Kodai dan Diyar belum mampu dimaksimalkan menjadi peluang berbahaya.
“Kami punya momen counter empat sampai lima kali, bahkan sempat unggul jumlah pemain. Tetapi kembali lagi ke decision making,” terangnya.
Menurutnya hal tersebut akan menjadi fokus evaluasi ke depan agar serangan balik Persiba lebih efektif.
“Kalau sudah bertahan dalam, lalu counter tidak jadi gol, risikonya besar. Lawan bisa mencetak gol ke gawang kami. Ini soal keputusan akhir dan umpan terakhir, sayang kalau tidak berujung tembakan atau peluang,” tegasnya.
Sementara itu, Pelatih Barito Putera, Alessandro Stefano Cugurra Rodrigues mengakui hasil tersebut kurang memuaskan bagi timnya. Ia menilai gol Persiba di babak pertama menjadi pembeda pertandingan.
“Setelah kebobolan, kami mencoba menyerang. Namun semua pemain Persiba bertahan sangat dalam,” tambahnya.
Ia juga memuji semangat juang Persiba yang membuat timnya kesulitan mencetak gol. Ke depan, Barito Putera akan fokus pada pemulihan kondisi pemain mengingat waktu persiapan yang singkat jelang laga berikutnya melawan Sleman.
“Kami harus melakukan recovery yang baik dan menyiapkan tim dengan maksimal untuk pertandingan selanjutnya,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Olahraga

Pemain Persiba Balikpapan, Lorensius Amanat Sabda (Biru) lakukan duel untuk menembus lini pertahanan Barito Putera. (Foto: Official/Seputarfakta.com)
Balikpapan — Upaya Persiba Balikpapan untuk mencuri poin saat menjamu Barito Putera di Stadion Batakan membuahkan hasil manis, Sabtu (24/1/2026) malam.
Tim berjuluk Beruang Madu berhasil meraih kemenangan 1-0 atas pemuncak klasemen tersebut. Kemenangan ini menjadi catatan penting bagi Persiba setelah sebelumnya menjalani 17 pertandingan dengan 11 kali menelan kekalahan.
Gol tunggal Persiba dicetak Abdul Rachman melalui tendangan bebas pada menit ke-18. Hingga akhir pertandingan, Persiba mampu mempertahankan skor.
Pelatih Persiba Balikpapan, Leonard Tupamahu mengawali keterangannya dengan ungkapan syukur atas kemenangan timnya.
“Pertama saya ucap syukur kepada Tuhan. Kalau bukan karena Tuhan, tidak mungkin tim bisa menang hari ini,” ucap Leo dalam konferensi pers usai pertandingan.
Pelatih juga mengingatkan para pemain agar tidak larut dalam euforia kemenangan. Mengingat perjuangan tim masih panjang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang sudah bekerja keras selama lebih dari 90 menit, terlebih menghadapi lawan yang berada di puncak klasemen.
“Tidak mudah mengalahkan Barito. Saya melihat para pemain berusaha menjalankan apa yang sudah kami rencanakan dalam pertandingan,” jelasnya.
Leo mengungkap Persiba sudah memahami pola permainan Barito Putera yang mengandalkan serangan sayap. Karena itu, ia meminta para pemainnya fokus memenangi duel, terutama di area kotak penalti.
“Barito punya pemain-pemain yang kuat dalam duel bola atas, itu yang kami antisipasi,” akunya.
Terkait kurangnya komunikasi di lini belakang, dirinya mengakui hal tersebut menjadi pekerjaan rumah tim. Para pemain masih perlu berkembang, baik dari sisi taktikal maupun prinsip permainan.
“Sejak saya datang, itu yang saya perbaiki. Prinsip bertahan dan menyerang sebenarnya sudah bagus, tetapi masih ada detail-detail yang perlu ditingkatkan,” tambahnya.
Ia juga menyoroti efektivitas serangan balik yang belum maksimal. Beberapa peluang counter attack yang melibatkan Sabda, Kodai dan Diyar belum mampu dimaksimalkan menjadi peluang berbahaya.
“Kami punya momen counter empat sampai lima kali, bahkan sempat unggul jumlah pemain. Tetapi kembali lagi ke decision making,” terangnya.
Menurutnya hal tersebut akan menjadi fokus evaluasi ke depan agar serangan balik Persiba lebih efektif.
“Kalau sudah bertahan dalam, lalu counter tidak jadi gol, risikonya besar. Lawan bisa mencetak gol ke gawang kami. Ini soal keputusan akhir dan umpan terakhir, sayang kalau tidak berujung tembakan atau peluang,” tegasnya.
Sementara itu, Pelatih Barito Putera, Alessandro Stefano Cugurra Rodrigues mengakui hasil tersebut kurang memuaskan bagi timnya. Ia menilai gol Persiba di babak pertama menjadi pembeda pertandingan.
“Setelah kebobolan, kami mencoba menyerang. Namun semua pemain Persiba bertahan sangat dalam,” tambahnya.
Ia juga memuji semangat juang Persiba yang membuat timnya kesulitan mencetak gol. Ke depan, Barito Putera akan fokus pada pemulihan kondisi pemain mengingat waktu persiapan yang singkat jelang laga berikutnya melawan Sleman.
“Kami harus melakukan recovery yang baik dan menyiapkan tim dengan maksimal untuk pertandingan selanjutnya,” pungkasnya.
(Sf/Lo)