Olahraga

    Selama Ada 1 Persen Peluang, Fabio Lefundes Haramkan Skuad Borneo FC Menyerah

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    22 Mei 2026 pukul 22:55 WITA

    Pelatih kepala Borneo FC, Fabio Lefundes yang mengajarkan tanpa ada kata menyerah. (foto: Borneo FC)

    Samarinda - Memasuki pekan pamungkas atau pekan ke-34 BRI Super League 2025/2026, kans Borneo FC Samarinda untuk merengkuh gelar juara musim ini memang tak sebesar rivalnya. 

    Namun, untuk urusan mentalitas, skuad Pesut Etam diharamkan mengibarkan bendera putih sebelum peluit panjang akhir kompetisi benar-benar dibunyikan.

    Pelatih Kepala Borneo FC, Fabio Lefundes, memastikan bahwa ruang ganti timnya tetap dinaungi optimisme tinggi jelang laga kandang terakhir di Samarinda.

    Lefundes menyadari betul adanya kekecewaan, khususnya dari jajaran manajemen, pasca kegagalan meraup poin penuh saat bertandang ke markas Persijap Jepara di laga sebelumnya. Namun, ia memastikan kondisi psikologis pemain sama sekali tidak goyah.

    Bagi pelatih berpaspor Brasil tersebut, mentalitas sebuah tim adalah cerminan langsung dari sosok yang berdiri di pinggir lapangan.

    "Mental para pemain itu berawal dari mental pelatih kepalanya. Jika mental saya abal-abal atau goyah, maka saya akan menggoyahkan mental mereka. Tapi, mental saya tidak pernah goyah," tegas Lefundes dalam sesi Pre-Match Press Conference di Samarinda, Jumat (22/5/2026).

    Lefundes kemudian membagikan sebuah analogi filosofis yang menjadi pegangannya dalam membangun daya juang tim. 

    Ia menanamkan prinsip bahwa setiap orang memulai segalanya dari sebuah nol besar, sehingga tidak ada alasan untuk takut kehilangan atau menyerah pada keadaan.

    "Saya tidak akan pernah mau bekerja dengan pemain yang mudah menyerah. Saat saya lahir, saya tidak punya apa-apa. Saya tidak punya rambut, tidak punya gigi, dan tidak punya pakaian. Saya mulai dari nol, begitu juga dengan para pemain. Oleh karena itu, selama kita masih punya satu persen peluang, kita akan terus berjuang untuk hidup," tuturnya.

    Sikap pantang menyerah inilah yang diklaim Lefundes menjadi kunci mengapa skuad Pesut Etam mampu tampil konsisten dan mematahkan prediksi banyak pihak. 

    Di awal musim, hampir tidak ada yang menjagokan Borneo FC bisa melaju sejauh ini dan bersaing memperebutkan takhta juara hingga pekan terakhir.

    "Kami berhasil meningkatkan level kompetisi tahun ini. Sepanjang sejarah liga dengan sistem poin penuh, ini adalah pertama kalinya terjadi hingga pekan terakhir masih ada dua tim yang bersaing menjadi juara. Kami sangat bangga dengan apa yang telah kami capai, karena kami tahu persis betapa tidak mudahnya perjalanan ini," tambahnya.

    Borneo FC bertekad mengamankan tiga poin sebagai kado perpisahan yang manis bagi publik Samarinda yang tak henti memberikan dukungan sepanjang musim.

    (Sf/Rs)

    Olahraga

    Selama Ada 1 Persen Peluang, Fabio Lefundes Haramkan Skuad Borneo FC Menyerah

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    22 Mei 2026 pukul 22:55 WITA

    Pelatih kepala Borneo FC, Fabio Lefundes yang mengajarkan tanpa ada kata menyerah. (foto: Borneo FC)

    Samarinda - Memasuki pekan pamungkas atau pekan ke-34 BRI Super League 2025/2026, kans Borneo FC Samarinda untuk merengkuh gelar juara musim ini memang tak sebesar rivalnya. 

    Namun, untuk urusan mentalitas, skuad Pesut Etam diharamkan mengibarkan bendera putih sebelum peluit panjang akhir kompetisi benar-benar dibunyikan.

    Pelatih Kepala Borneo FC, Fabio Lefundes, memastikan bahwa ruang ganti timnya tetap dinaungi optimisme tinggi jelang laga kandang terakhir di Samarinda.

    Lefundes menyadari betul adanya kekecewaan, khususnya dari jajaran manajemen, pasca kegagalan meraup poin penuh saat bertandang ke markas Persijap Jepara di laga sebelumnya. Namun, ia memastikan kondisi psikologis pemain sama sekali tidak goyah.

    Bagi pelatih berpaspor Brasil tersebut, mentalitas sebuah tim adalah cerminan langsung dari sosok yang berdiri di pinggir lapangan.

    "Mental para pemain itu berawal dari mental pelatih kepalanya. Jika mental saya abal-abal atau goyah, maka saya akan menggoyahkan mental mereka. Tapi, mental saya tidak pernah goyah," tegas Lefundes dalam sesi Pre-Match Press Conference di Samarinda, Jumat (22/5/2026).

    Lefundes kemudian membagikan sebuah analogi filosofis yang menjadi pegangannya dalam membangun daya juang tim. 

    Ia menanamkan prinsip bahwa setiap orang memulai segalanya dari sebuah nol besar, sehingga tidak ada alasan untuk takut kehilangan atau menyerah pada keadaan.

    "Saya tidak akan pernah mau bekerja dengan pemain yang mudah menyerah. Saat saya lahir, saya tidak punya apa-apa. Saya tidak punya rambut, tidak punya gigi, dan tidak punya pakaian. Saya mulai dari nol, begitu juga dengan para pemain. Oleh karena itu, selama kita masih punya satu persen peluang, kita akan terus berjuang untuk hidup," tuturnya.

    Sikap pantang menyerah inilah yang diklaim Lefundes menjadi kunci mengapa skuad Pesut Etam mampu tampil konsisten dan mematahkan prediksi banyak pihak. 

    Di awal musim, hampir tidak ada yang menjagokan Borneo FC bisa melaju sejauh ini dan bersaing memperebutkan takhta juara hingga pekan terakhir.

    "Kami berhasil meningkatkan level kompetisi tahun ini. Sepanjang sejarah liga dengan sistem poin penuh, ini adalah pertama kalinya terjadi hingga pekan terakhir masih ada dua tim yang bersaing menjadi juara. Kami sangat bangga dengan apa yang telah kami capai, karena kami tahu persis betapa tidak mudahnya perjalanan ini," tambahnya.

    Borneo FC bertekad mengamankan tiga poin sebagai kado perpisahan yang manis bagi publik Samarinda yang tak henti memberikan dukungan sepanjang musim.

    (Sf/Rs)