Olahraga

    Sambut Porprov VIII Kaltim, Sejumlah Venue Olahraga di Paser Capai 50 Persen Lebih

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    25 September 2026 pukul 20:58 WITA

    Kabid Disporapar Paser, Abdi Permana. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser terus menggenjot pembangunan dan rehabilitasi sejumlah venue olahraga di Kecamatan Tanah Grogot demi menyukseskan gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim).

    Sebagai tuan rumah ajang olahraga terbesar di Kaltim tersebut, Pemkab Paser menargetkan seluruh fasilitas olahraga pendukung dapat diselesaikan tepat waktu sesuai standar pertandingan.

    Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, Abdi Permana menyebut progres pengerjaan fisik sebagian besar venue hingga kini rata-rata telah melampaui angka 50 persen.

    "Untuk pembangunan fisik rata-rata sudah di atas 50 persen pembangunan," kata Abdi Permana, Jumat (25/9/2026).

    Ia menjelaskan, pengerjaan Gedung Olahraga (GOR) Sepak Takraw tercatat menjadi yang paling lambat lantaran baru mencapai 38 persen akibat kendala teknis kelengkapan atap.

    Abdi menilai, keterlambatan pada GOR Sepak Takraw dipicu oleh kesalahan miskomunikasi saat proses pra fabrikasi kerangka atap yang dilakukan sebelumnya.

    Kesalahan kalkulasi pada proses pembengkokan (bending) atap lengkung kuda-kuda membuat matrerial tidak dapat langsung dipasang saat tiba di lokasi pengerjaan.

    "Sewaktu bending atap lengkung kuda-kudanya ada kesalahan. Pada akhirnya yang harusnya tinggal pasang harus dirakit ulang di sini," tambahnya.

    Akibatnya, para pekerja di lapangan harus merakit ulang seluruh struktur kerangka atap dari awal di lokasi proyek yang memakan waktu dan mengganggu jadwal semula.

    Disporapar Kabupaten Paser juga telah memanggil pihak penyedia jasa dan konsultan pengawas untuk menyusun strategi percepatan guna mengejar ketertinggalan pengerjaan.

    Pihak kontraktor menerapkan metode kerja paralel yaitu melanjutkan pengerjaan bagian lantai, pengecatan hingga pemasangan keramik teras tanpa perlu menunggu seluruh struktur atap selesai terpasang.

    Di sisi lain, progres pada venue olahraga lainnya menunjukkan hasil positif, salah satunya Gedung Bulu Tangkis baru yang pembangunannya telah mencapai 90 persen dan kini hanya menyisakan tahap penyelesaian.

    Sementara itu, untuk kolam renang yang saat ini mencapai progres 60 persen, pengerjaannya dipastikan tetap fungsional untuk pertandingan Porprov 2026 meskipun belum dilengkapi tribun penonton akibat keterbatasan penganggaran.

    (Sf/Lo)

    Olahraga

    Sambut Porprov VIII Kaltim, Sejumlah Venue Olahraga di Paser Capai 50 Persen Lebih

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    25 September 2026 pukul 20:58 WITA

    Kabid Disporapar Paser, Abdi Permana. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser terus menggenjot pembangunan dan rehabilitasi sejumlah venue olahraga di Kecamatan Tanah Grogot demi menyukseskan gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim).

    Sebagai tuan rumah ajang olahraga terbesar di Kaltim tersebut, Pemkab Paser menargetkan seluruh fasilitas olahraga pendukung dapat diselesaikan tepat waktu sesuai standar pertandingan.

    Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, Abdi Permana menyebut progres pengerjaan fisik sebagian besar venue hingga kini rata-rata telah melampaui angka 50 persen.

    "Untuk pembangunan fisik rata-rata sudah di atas 50 persen pembangunan," kata Abdi Permana, Jumat (25/9/2026).

    Ia menjelaskan, pengerjaan Gedung Olahraga (GOR) Sepak Takraw tercatat menjadi yang paling lambat lantaran baru mencapai 38 persen akibat kendala teknis kelengkapan atap.

    Abdi menilai, keterlambatan pada GOR Sepak Takraw dipicu oleh kesalahan miskomunikasi saat proses pra fabrikasi kerangka atap yang dilakukan sebelumnya.

    Kesalahan kalkulasi pada proses pembengkokan (bending) atap lengkung kuda-kuda membuat matrerial tidak dapat langsung dipasang saat tiba di lokasi pengerjaan.

    "Sewaktu bending atap lengkung kuda-kudanya ada kesalahan. Pada akhirnya yang harusnya tinggal pasang harus dirakit ulang di sini," tambahnya.

    Akibatnya, para pekerja di lapangan harus merakit ulang seluruh struktur kerangka atap dari awal di lokasi proyek yang memakan waktu dan mengganggu jadwal semula.

    Disporapar Kabupaten Paser juga telah memanggil pihak penyedia jasa dan konsultan pengawas untuk menyusun strategi percepatan guna mengejar ketertinggalan pengerjaan.

    Pihak kontraktor menerapkan metode kerja paralel yaitu melanjutkan pengerjaan bagian lantai, pengecatan hingga pemasangan keramik teras tanpa perlu menunggu seluruh struktur atap selesai terpasang.

    Di sisi lain, progres pada venue olahraga lainnya menunjukkan hasil positif, salah satunya Gedung Bulu Tangkis baru yang pembangunannya telah mencapai 90 persen dan kini hanya menyisakan tahap penyelesaian.

    Sementara itu, untuk kolam renang yang saat ini mencapai progres 60 persen, pengerjaannya dipastikan tetap fungsional untuk pertandingan Porprov 2026 meskipun belum dilengkapi tribun penonton akibat keterbatasan penganggaran.

    (Sf/Lo)