Cari disini...
Olahraga
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi saat memberikan sambutan pada acara PSSI Grasroot Festival di Samarinda. (Foto: HO-Asprov Kaltim)
Samarinda - Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menjadi salah satu lokasi terpilih dalam rangkaian program pembinaan sepak bola usia dini PSSI bertajuk PSSI Grassroots Football Festival.
Acara yang berlangsung di Stadion Sempaja ini dipenuhi antusiasme luar biasa dari ratusan anak-anak usia grassroot atau di bawah 12 tahun.
Festival ini berjalan sukses dan lancar, bahkan semangat para peserta, baik anak-anak maupun orang tua, semakin berlipat ganda dengan kehadiran langsung sejumlah tokoh penting sepak bola nasional.
Mereka adalah Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri, Pelatih Timnas U-17 Bima Sakti, serta didampingi oleh Mahruzar Naution dan Jackson F Tiago.
Dalam keterangannya, perwakilan PSSI, Yunus Nusi menyampaikan festival ini adalah bagian dari upaya PSSI untuk mengembangkan sepak bola di usia dini, dan kegiatan serupa akan terus berlanjut.
"Ini bagian dari yang dilakukan oleh PSSI untuk Grassroot Football Festival, dan kami akan berlanjut terus-menerus ke seluruh polosok Tanah Air," ujar Yunus Nusi.
Yunus Nusi juga berharap PSSI akan selalu memberikan support untuk daerah-daerah dalam rangka pembinaan sepak bola di usia dini.
"Insyaallah PSSI akan membuat program yang lebih maksimal lagi untuk pembinaan sepak bola di usia dini di daerah-daerah. Tunggu kami di kota Anda, di provinsi Anda," tambahnya.
Direktur Teknik PSSI, Coach Indra Sjafri, menyebutkan bahwa di Samarinda, festival ini diikuti oleh 140 pemain usia grassroot.
Uniknya, tidak hanya pemain laki-laki, beberapa pemain perempuan juga turut berpartisipasi.
"Ada beberapa pemain perempuan juga, di mana kita PSSI juga butuh sumber-sumber pemain perempuan yang lebih banyak ke depannya," imbuhnya.
Sementara itu, Jackson F Tiago dari Asprov Kaltim melihat kegiatan ini sebagai momen inspiratif bagi pelatih lokal.
"Mereka bisa melihat bagaimana kita bisa membuat bahagia anak-anak maupun orang tua dengan kegiatan yang PSSI punya ini," ujar Coach Jackson.
Ia juga menambahkan bahwa Asprov Kaltim kini mulai menyusun rencana untuk menghidupkan kegiatan serupa secara mandiri karena dinilai sangat bermanfaat, baik dari aspek olahraga maupun sosial.
Jackson F Tiago juga mengungkapkan bahwa sejumlah talenta muda berbakat sudah tercatat dan akan diserahkan kepada talent scouting PSSI.
"Ada beberapa nama, saya tadi sudah diberikan amanah untuk mencatat nama, ada cukup banyak talenta yang kita bisa kembangkan. Itu akan menjadi data kita, nanti kita akan serahkan ke Coach Indra maupun pihak talent scouting PSSI," ungkap Jackson.
Ia berharap dengan nama-nama yang memiliki potensi dan tercatat ini dapat menjadi bintang di masa yang akan datang.
"Insyaallah nanti dalam beberapa tahun ke depan, anak-anak yang hadir di Stadion Sempaja ini bisa menghiasi wajah sepak bola Indonesia di masa yang akan datang," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Olahraga

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi saat memberikan sambutan pada acara PSSI Grasroot Festival di Samarinda. (Foto: HO-Asprov Kaltim)
Samarinda - Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menjadi salah satu lokasi terpilih dalam rangkaian program pembinaan sepak bola usia dini PSSI bertajuk PSSI Grassroots Football Festival.
Acara yang berlangsung di Stadion Sempaja ini dipenuhi antusiasme luar biasa dari ratusan anak-anak usia grassroot atau di bawah 12 tahun.
Festival ini berjalan sukses dan lancar, bahkan semangat para peserta, baik anak-anak maupun orang tua, semakin berlipat ganda dengan kehadiran langsung sejumlah tokoh penting sepak bola nasional.
Mereka adalah Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri, Pelatih Timnas U-17 Bima Sakti, serta didampingi oleh Mahruzar Naution dan Jackson F Tiago.
Dalam keterangannya, perwakilan PSSI, Yunus Nusi menyampaikan festival ini adalah bagian dari upaya PSSI untuk mengembangkan sepak bola di usia dini, dan kegiatan serupa akan terus berlanjut.
"Ini bagian dari yang dilakukan oleh PSSI untuk Grassroot Football Festival, dan kami akan berlanjut terus-menerus ke seluruh polosok Tanah Air," ujar Yunus Nusi.
Yunus Nusi juga berharap PSSI akan selalu memberikan support untuk daerah-daerah dalam rangka pembinaan sepak bola di usia dini.
"Insyaallah PSSI akan membuat program yang lebih maksimal lagi untuk pembinaan sepak bola di usia dini di daerah-daerah. Tunggu kami di kota Anda, di provinsi Anda," tambahnya.
Direktur Teknik PSSI, Coach Indra Sjafri, menyebutkan bahwa di Samarinda, festival ini diikuti oleh 140 pemain usia grassroot.
Uniknya, tidak hanya pemain laki-laki, beberapa pemain perempuan juga turut berpartisipasi.
"Ada beberapa pemain perempuan juga, di mana kita PSSI juga butuh sumber-sumber pemain perempuan yang lebih banyak ke depannya," imbuhnya.
Sementara itu, Jackson F Tiago dari Asprov Kaltim melihat kegiatan ini sebagai momen inspiratif bagi pelatih lokal.
"Mereka bisa melihat bagaimana kita bisa membuat bahagia anak-anak maupun orang tua dengan kegiatan yang PSSI punya ini," ujar Coach Jackson.
Ia juga menambahkan bahwa Asprov Kaltim kini mulai menyusun rencana untuk menghidupkan kegiatan serupa secara mandiri karena dinilai sangat bermanfaat, baik dari aspek olahraga maupun sosial.
Jackson F Tiago juga mengungkapkan bahwa sejumlah talenta muda berbakat sudah tercatat dan akan diserahkan kepada talent scouting PSSI.
"Ada beberapa nama, saya tadi sudah diberikan amanah untuk mencatat nama, ada cukup banyak talenta yang kita bisa kembangkan. Itu akan menjadi data kita, nanti kita akan serahkan ke Coach Indra maupun pihak talent scouting PSSI," ungkap Jackson.
Ia berharap dengan nama-nama yang memiliki potensi dan tercatat ini dapat menjadi bintang di masa yang akan datang.
"Insyaallah nanti dalam beberapa tahun ke depan, anak-anak yang hadir di Stadion Sempaja ini bisa menghiasi wajah sepak bola Indonesia di masa yang akan datang," tutupnya.
(Sf/Rs)