Olahraga

    Plt Kepala Dispora Kaltim Jagokan Inggris di Piala Dunia 2026, Begini Susunan Skuad dan Peluangnya

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    16 Juni 2026 pukul 12:56 WITA

    Plt Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading jagokan inggris di Piala Dunia. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Rasman Rading ternyata memiliki jagoan tersendiri dalam ajang Piala Dunia 2026. 

    Ia memilih mendukung Tim Nasional Inggris ketimbang negara dengan tradisi juara kuat seperti Brazil maupun Argentina.

    Pilihan tersebut diungkapkan Rasman saat berdiskusi santai tentang kemeriahan pesta sepak bola dunia mendatang. 

    Ia mengakui dukungannya untuk skuad The Three Lions tidak lepas dari daya tarik kompetisi liga domestik mereka yang sangat menghibur para penikmat sepak bola.

    "Saya saat ini Inggris. Walaupun mungkin tidak banyak yang mengidolakannya, tapi saya karena liganya lebih menarik ya," ucap Rasman Rading di Samarinda, Senin (15/6/2026).

    Rasman menyadari sebagian besar pendukung sepak bola lebih suka menjagokan negara yang sering mengangkat trofi dalam beberapa dekade terakhir. 

    Namun, ia optimis akan selalu ada kejutan dalam turnamen sekelas Piala Dunia sekaligus mengingatkan bahwa Inggris juga memiliki sejarah besar.

    "Termasuk tim yang sama sekali enggak diprediksi orang. Kan Inggris kita ingat pernah juara dunia tahun 1966," tambahnya.

    Perjalanan skuad asuhan Thomas Tuchel di turnamen mendatang memang patut dinantikan dan akan menghadapi tantangan yang tidak mudah. 

    Pada fase undian Inggris dipastikan berada dalam satu grup yang cukup kompetitif bersama Kroasia, Ghana dan Panama.

    Di atas kertas Inggris memiliki rekor pertemuan sejarah yang cukup meyakinkan saat berhadapan dengan salah satu rival terkuat di fase grup tersebut, yakni Kroasia. 

    Dari 11 pertemuan terakhir mereka The Three Lions sukses mengamankan enam kemenangan berbanding tiga kekalahan, sementara dua laga lainnya berakhir dengan skor imbang.

    Secara materi pemain timnas Inggris kali ini membawa kombinasi antara penggawa berpengalaman dan energi pemain muda yang bernilai sangat fantastis.

    Keseluruhan nilai pasar dari susunan pemain yang dibawa ke Amerika Utara tersebut ditaksir menyentuh angka lebih dari Rp24 triliun, menjadikannya salah satu skuad termahal di turnamen ini.

    Lini tengah mereka akan dikendalikan oleh perpaduan solid antara Declan Rice, Jude Bellingham, serta Kobbie Mainoo. 

    Jude Bellingham sendiri datang ke Piala Dunia membawa modal statistik luar biasa setelah sukses mencetak 24 gol dan 15 assist di semua kompetisi sepanjang musim 2025-2026 bersama Real Madrid.

    Sementara itu barisan pertahanan mereka akan dijaga oleh sosok tangguh seperti John Stones, Marc Guéhi dan Jarell Quansah. 

    Ujung tombak serangan masih mempercayakan penyerang gaek Harry Kane yang disokong oleh kecepatan sayap lincah Bukayo Saka dan Marcus Rashford.

    Kepercayaan diri tim juga sedang memuncak berkat performa meyakinkan mereka dalam lima laga pemanasan internasional terakhir sebelum turnamen dimulai.

    Pasukan Inggris berhasil membukukan tiga kemenangan dan satu hasil imbang serta hanya menderita satu kekalahan dengan torehan dua belas gol ke gawang lawan.

    Sayangnya di balik komposisi bertabur bintang dan rentetan catatan positif tersebut persiapan skuad Inggris justru diwarnai kontroversi tajam terkait keputusan sang pelatih. 

    Thomas Tuchel menuai kritik keras usai secara mengejutkan membuang sejumlah nama besar seperti Phil Foden, Cole Palmer, Trent Alexander-Arnold, hingga Harry Maguire.

    Absennya deretan pemain inti ini seketika memicu rumor panas dan konspirasi di kalangan media Inggris mengenai dugaan perseteruan internal. Harry Maguire secara pribadi bahkan sempat mengungkapkan kekecewaan mendalam atas pencoretan dirinya yang dirasa sangat mendadak.

    Berhembus kabar bahwa Foden dan Palmer ditinggalkan karena sang pelatih menilai penampilan mereka di level klub belakangan ini kurang memuaskan. 

    Di sisi lain pencoretan Trent Alexander-Arnold diduga kuat karena gaya permainannya dianggap rawan dan tidak sesuai dengan skema taktis ketat yang dirancang Tuchel.

    Terlepas dari polemik pemilihan skuad tim jagoannya antusiasme menyambut ajang empat tahunan ini tetap tinggi di lingkungan Dispora Kaltim. 

    Rasman memastikan pihaknya berencana menggelar acara nonton bareng untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin merasakan keseruan turnamen.

    "Ya nobar barengnya itu kita usahakan kalau di aula mungkin di lobby karena ada apa namanya ada di bawah kan ada pidetron ya mungkin kira-kira semifinal atau final ya," ungkapnya.

    Fasilitas nonton melalui layar videotron besar tersebut dipastikan terbuka lebar untuk masyarakat umum. 

    (Sf/Lo)

    Olahraga

    Plt Kepala Dispora Kaltim Jagokan Inggris di Piala Dunia 2026, Begini Susunan Skuad dan Peluangnya

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    16 Juni 2026 pukul 12:56 WITA

    Plt Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading jagokan inggris di Piala Dunia. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Rasman Rading ternyata memiliki jagoan tersendiri dalam ajang Piala Dunia 2026. 

    Ia memilih mendukung Tim Nasional Inggris ketimbang negara dengan tradisi juara kuat seperti Brazil maupun Argentina.

    Pilihan tersebut diungkapkan Rasman saat berdiskusi santai tentang kemeriahan pesta sepak bola dunia mendatang. 

    Ia mengakui dukungannya untuk skuad The Three Lions tidak lepas dari daya tarik kompetisi liga domestik mereka yang sangat menghibur para penikmat sepak bola.

    "Saya saat ini Inggris. Walaupun mungkin tidak banyak yang mengidolakannya, tapi saya karena liganya lebih menarik ya," ucap Rasman Rading di Samarinda, Senin (15/6/2026).

    Rasman menyadari sebagian besar pendukung sepak bola lebih suka menjagokan negara yang sering mengangkat trofi dalam beberapa dekade terakhir. 

    Namun, ia optimis akan selalu ada kejutan dalam turnamen sekelas Piala Dunia sekaligus mengingatkan bahwa Inggris juga memiliki sejarah besar.

    "Termasuk tim yang sama sekali enggak diprediksi orang. Kan Inggris kita ingat pernah juara dunia tahun 1966," tambahnya.

    Perjalanan skuad asuhan Thomas Tuchel di turnamen mendatang memang patut dinantikan dan akan menghadapi tantangan yang tidak mudah. 

    Pada fase undian Inggris dipastikan berada dalam satu grup yang cukup kompetitif bersama Kroasia, Ghana dan Panama.

    Di atas kertas Inggris memiliki rekor pertemuan sejarah yang cukup meyakinkan saat berhadapan dengan salah satu rival terkuat di fase grup tersebut, yakni Kroasia. 

    Dari 11 pertemuan terakhir mereka The Three Lions sukses mengamankan enam kemenangan berbanding tiga kekalahan, sementara dua laga lainnya berakhir dengan skor imbang.

    Secara materi pemain timnas Inggris kali ini membawa kombinasi antara penggawa berpengalaman dan energi pemain muda yang bernilai sangat fantastis.

    Keseluruhan nilai pasar dari susunan pemain yang dibawa ke Amerika Utara tersebut ditaksir menyentuh angka lebih dari Rp24 triliun, menjadikannya salah satu skuad termahal di turnamen ini.

    Lini tengah mereka akan dikendalikan oleh perpaduan solid antara Declan Rice, Jude Bellingham, serta Kobbie Mainoo. 

    Jude Bellingham sendiri datang ke Piala Dunia membawa modal statistik luar biasa setelah sukses mencetak 24 gol dan 15 assist di semua kompetisi sepanjang musim 2025-2026 bersama Real Madrid.

    Sementara itu barisan pertahanan mereka akan dijaga oleh sosok tangguh seperti John Stones, Marc Guéhi dan Jarell Quansah. 

    Ujung tombak serangan masih mempercayakan penyerang gaek Harry Kane yang disokong oleh kecepatan sayap lincah Bukayo Saka dan Marcus Rashford.

    Kepercayaan diri tim juga sedang memuncak berkat performa meyakinkan mereka dalam lima laga pemanasan internasional terakhir sebelum turnamen dimulai.

    Pasukan Inggris berhasil membukukan tiga kemenangan dan satu hasil imbang serta hanya menderita satu kekalahan dengan torehan dua belas gol ke gawang lawan.

    Sayangnya di balik komposisi bertabur bintang dan rentetan catatan positif tersebut persiapan skuad Inggris justru diwarnai kontroversi tajam terkait keputusan sang pelatih. 

    Thomas Tuchel menuai kritik keras usai secara mengejutkan membuang sejumlah nama besar seperti Phil Foden, Cole Palmer, Trent Alexander-Arnold, hingga Harry Maguire.

    Absennya deretan pemain inti ini seketika memicu rumor panas dan konspirasi di kalangan media Inggris mengenai dugaan perseteruan internal. Harry Maguire secara pribadi bahkan sempat mengungkapkan kekecewaan mendalam atas pencoretan dirinya yang dirasa sangat mendadak.

    Berhembus kabar bahwa Foden dan Palmer ditinggalkan karena sang pelatih menilai penampilan mereka di level klub belakangan ini kurang memuaskan. 

    Di sisi lain pencoretan Trent Alexander-Arnold diduga kuat karena gaya permainannya dianggap rawan dan tidak sesuai dengan skema taktis ketat yang dirancang Tuchel.

    Terlepas dari polemik pemilihan skuad tim jagoannya antusiasme menyambut ajang empat tahunan ini tetap tinggi di lingkungan Dispora Kaltim. 

    Rasman memastikan pihaknya berencana menggelar acara nonton bareng untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin merasakan keseruan turnamen.

    "Ya nobar barengnya itu kita usahakan kalau di aula mungkin di lobby karena ada apa namanya ada di bawah kan ada pidetron ya mungkin kira-kira semifinal atau final ya," ungkapnya.

    Fasilitas nonton melalui layar videotron besar tersebut dipastikan terbuka lebar untuk masyarakat umum. 

    (Sf/Lo)