Cari disini...
Olahraga
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Polres Kutai Timur (Kutim) mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam praktik perjudian maupun taruhan pertandingan selama Piala Dunia FIFA 2026.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan momentum Piala Dunia harus menjadi sarana hiburan dan pemersatu masyarakat, bukan dimanfaatkan untuk praktik perjudian atau taruhan pertandingan.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat Kutim agar tidak tergiur dengan berbagai bentuk taruhan yang menjanjikan keuntungan instan,” ujar AKBP Fauzan.
Ia mengatakan, praktik perjudian saat ini tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga melalui berbagai situs dan aplikasi online yang menawarkan taruhan pertandingan sepak bola.
Menurut Fauzan, banyak orang awalnya hanya mencoba memasang taruhan dengan nominal kecil. Namun, kebiasaan tersebut dapat berkembang dan menimbulkan berbagai persoalan.
“Perjudian bukan jalan untuk mendapatkan keuntungan. Justru lebih banyak membawa kerugian dan berpotensi memicu masalah sosial, seperti konflik keluarga, gangguan ekonomi, hingga tindak kriminal lainnya. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk menjauhi segala bentuk perjudian,” katanya.
Karena itu, Polres Kutim mengajak masyarakat menikmati pertandingan Piala Dunia secara sehat dengan mendukung tim favorit tanpa taruhan.
Selain memberikan imbauan, kepolisian juga akan meningkatkan pengawasan dan menindak praktik perjudian yang ditemukan selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Polres Kutim turut meminta masyarakat berperan aktif dengan melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas perjudian, baik yang dilakukan secara terbuka maupun secara online.
"Kerja sama masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan bebas dari praktik perjudian," tambahnya.
Fauzan juga mengajak masyarakat mengisi momen Piala Dunia dengan kegiatan positif, seperti menggelar nonton bareng secara tertib, mempererat silaturahmi dan menjunjung tinggi sportivitas.
"Piala Dunia adalah pesta olahraga yang membawa semangat persaudaraan. Mari kita nikmati pertandingan dengan cara yang sehat, positif dan sesuai aturan hukum. Jangan sampai euforia sepak bola justru membuat kita terjerat dalam praktik perjudian yang merugikan,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Olahraga

Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Polres Kutai Timur (Kutim) mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam praktik perjudian maupun taruhan pertandingan selama Piala Dunia FIFA 2026.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan momentum Piala Dunia harus menjadi sarana hiburan dan pemersatu masyarakat, bukan dimanfaatkan untuk praktik perjudian atau taruhan pertandingan.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat Kutim agar tidak tergiur dengan berbagai bentuk taruhan yang menjanjikan keuntungan instan,” ujar AKBP Fauzan.
Ia mengatakan, praktik perjudian saat ini tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga melalui berbagai situs dan aplikasi online yang menawarkan taruhan pertandingan sepak bola.
Menurut Fauzan, banyak orang awalnya hanya mencoba memasang taruhan dengan nominal kecil. Namun, kebiasaan tersebut dapat berkembang dan menimbulkan berbagai persoalan.
“Perjudian bukan jalan untuk mendapatkan keuntungan. Justru lebih banyak membawa kerugian dan berpotensi memicu masalah sosial, seperti konflik keluarga, gangguan ekonomi, hingga tindak kriminal lainnya. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk menjauhi segala bentuk perjudian,” katanya.
Karena itu, Polres Kutim mengajak masyarakat menikmati pertandingan Piala Dunia secara sehat dengan mendukung tim favorit tanpa taruhan.
Selain memberikan imbauan, kepolisian juga akan meningkatkan pengawasan dan menindak praktik perjudian yang ditemukan selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Polres Kutim turut meminta masyarakat berperan aktif dengan melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas perjudian, baik yang dilakukan secara terbuka maupun secara online.
"Kerja sama masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan bebas dari praktik perjudian," tambahnya.
Fauzan juga mengajak masyarakat mengisi momen Piala Dunia dengan kegiatan positif, seperti menggelar nonton bareng secara tertib, mempererat silaturahmi dan menjunjung tinggi sportivitas.
"Piala Dunia adalah pesta olahraga yang membawa semangat persaudaraan. Mari kita nikmati pertandingan dengan cara yang sehat, positif dan sesuai aturan hukum. Jangan sampai euforia sepak bola justru membuat kita terjerat dalam praktik perjudian yang merugikan,” pungkasnya.
(Sf/Lo)