Olahraga

    Piala Dunia 2026: Memori Qatar 2022 dan Misi Balas Dendam Sepatu Emas Messi atas Mbappe

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    23 Juni 2026 pukul 22:28 WITA

    Dua nama pengoleksi gol terbanyak di Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe dan Lionel Messi. (Foto: kolase oleh seputarfakta.com)

    ​Samarinda – Panggung Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan trofi paling bergengsi sejagat, tetapi juga menjadi arena balas dendam pribadi antara dua raksasa sepak bola modern, yakni Lionel Messi dan Kylian Mbappe. 

    Publik tentu masih ingat drama epik yang tersaji di Stadion Lusail pada final Piala Dunia Qatar 2022 lalu.

    ​Kala itu, Messi memang berhasil mengantarkan Argentina merengkuh trofi juara setelah puasa puluhan tahun. 

    Namun, ada satu gelar individu yang lepas dari genggaman La Pulga di detik-detik terakhir, yaitu trofi Sepatu Emas (Golden Boot).

    ​Pada edisi 2022, perburuan gelar pencetak gol terbanyak berlangsung sangat sengit hingga peluit panjang final dibunyikan. 

    Mbappe keluar sebagai pemenang Sepatu Emas berkat torehan ajaib 8 golnya, termasuk hat-trick di partai puncak, unggul sangat tipis dari Messi yang mengoleksi 7 gol. 

    ​Kini, empat tahun berselang, roda nasib  berputar dan menyajikan panggung rematch yang sempurna. 

    Di fase grup Piala Dunia 2026 ini, situasinya berbalik. Messi untuk sementara memimpin perburuan dengan raihan 5 gol, sementara Mbappe menempel ketat di posisi kedua dengan 4 gol.

    ​Bagi Messi, yang kemungkinan besar menjalani Piala Dunia terakhirnya, keunggulan satu gol ini bukan sekadar angka. 

    Ini adalah momentum terbaiknya untuk melunasi utang di Qatar dan merengkuh Sepatu Emas, sebuah pencapaian untuk menutup karier internasionalnya.

    ​Di sisi lain, Mbappe yang berstatus sebagai juara bertahan Sepatu Emas jelas pantang menyerah. 

    Insting pembunuhnya di turnamen besar selalu berlipat ganda saat berada di bawah tekanan. 

    Namun, ambisi Mbappe untuk mengejar defisit satu gol dari Messi di laga penutup fase grup diprediksi tidak akan mudah, mengingat ketatnya pertahanan tim lawan yang harus dihadapi Prancis.

    ​Di laga terakhir Grup J, Argentina dijadwalkan bersua dengan Yordania. Di atas kertas, laga ini menjadi santapan empuk bagi lini serang Albiceleste. 

    Yordania saat ini terpuruk di dasar klasemen tanpa raihan poin setelah menelan dua kekalahan beruntun, serta telah kebobolan 5 gol.

    ​Rapuhnya lini pertahanan wakil Asia ini menjadi lampu hijau bagi Messi. Jika berkaca pada efektivitasnya saat mencetak hat-trick ke gawang Aljazair, laga kontra Yordania ini berpotensi besar menjadi panggung bagi La Pulga untuk kembali mencetak lebih dari satu gol sebelum tensi tinggi babak gugur dimulai.

    ​Berbanding terbalik dengan Messi, jalan Kylian Mbappe di laga pamungkas Grup I diprediksi bakal jauh lebih terjal. 

    Prancis harus melakoni partai hidup-mati demi status juara grup melawan Norwegia.

    ​Norwegia bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Mereka menyapu bersih dua laga awal dengan kemenangan (6 poin) dan sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi.

    ​(sf/Rs)

    Olahraga

    Piala Dunia 2026: Memori Qatar 2022 dan Misi Balas Dendam Sepatu Emas Messi atas Mbappe

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    23 Juni 2026 pukul 22:28 WITA

    Dua nama pengoleksi gol terbanyak di Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe dan Lionel Messi. (Foto: kolase oleh seputarfakta.com)

    ​Samarinda – Panggung Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan trofi paling bergengsi sejagat, tetapi juga menjadi arena balas dendam pribadi antara dua raksasa sepak bola modern, yakni Lionel Messi dan Kylian Mbappe. 

    Publik tentu masih ingat drama epik yang tersaji di Stadion Lusail pada final Piala Dunia Qatar 2022 lalu.

    ​Kala itu, Messi memang berhasil mengantarkan Argentina merengkuh trofi juara setelah puasa puluhan tahun. 

    Namun, ada satu gelar individu yang lepas dari genggaman La Pulga di detik-detik terakhir, yaitu trofi Sepatu Emas (Golden Boot).

    ​Pada edisi 2022, perburuan gelar pencetak gol terbanyak berlangsung sangat sengit hingga peluit panjang final dibunyikan. 

    Mbappe keluar sebagai pemenang Sepatu Emas berkat torehan ajaib 8 golnya, termasuk hat-trick di partai puncak, unggul sangat tipis dari Messi yang mengoleksi 7 gol. 

    ​Kini, empat tahun berselang, roda nasib  berputar dan menyajikan panggung rematch yang sempurna. 

    Di fase grup Piala Dunia 2026 ini, situasinya berbalik. Messi untuk sementara memimpin perburuan dengan raihan 5 gol, sementara Mbappe menempel ketat di posisi kedua dengan 4 gol.

    ​Bagi Messi, yang kemungkinan besar menjalani Piala Dunia terakhirnya, keunggulan satu gol ini bukan sekadar angka. 

    Ini adalah momentum terbaiknya untuk melunasi utang di Qatar dan merengkuh Sepatu Emas, sebuah pencapaian untuk menutup karier internasionalnya.

    ​Di sisi lain, Mbappe yang berstatus sebagai juara bertahan Sepatu Emas jelas pantang menyerah. 

    Insting pembunuhnya di turnamen besar selalu berlipat ganda saat berada di bawah tekanan. 

    Namun, ambisi Mbappe untuk mengejar defisit satu gol dari Messi di laga penutup fase grup diprediksi tidak akan mudah, mengingat ketatnya pertahanan tim lawan yang harus dihadapi Prancis.

    ​Di laga terakhir Grup J, Argentina dijadwalkan bersua dengan Yordania. Di atas kertas, laga ini menjadi santapan empuk bagi lini serang Albiceleste. 

    Yordania saat ini terpuruk di dasar klasemen tanpa raihan poin setelah menelan dua kekalahan beruntun, serta telah kebobolan 5 gol.

    ​Rapuhnya lini pertahanan wakil Asia ini menjadi lampu hijau bagi Messi. Jika berkaca pada efektivitasnya saat mencetak hat-trick ke gawang Aljazair, laga kontra Yordania ini berpotensi besar menjadi panggung bagi La Pulga untuk kembali mencetak lebih dari satu gol sebelum tensi tinggi babak gugur dimulai.

    ​Berbanding terbalik dengan Messi, jalan Kylian Mbappe di laga pamungkas Grup I diprediksi bakal jauh lebih terjal. 

    Prancis harus melakoni partai hidup-mati demi status juara grup melawan Norwegia.

    ​Norwegia bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Mereka menyapu bersih dua laga awal dengan kemenangan (6 poin) dan sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi.

    ​(sf/Rs)