Olahraga

    Piala Dunia 2026: Argentina hingga Kolombia, Mengukur Peluang di Babak 32 Besar

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    28 Juni 2026 pukul 13:54 WITA

    Puluhan tim nasional yang sudah mengisi papan fase gugur Piala Dunia 2026. (Foto: Kolase oleh seputarfakta.com)

    Samarinda - Fase grup Piala Dunia 2026 telah selesai. Sebanyak 32 tim kini masuk ke fase gugur pertama dalam format baru turnamen edisi kali ini.

    Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama dengan 48 peserta. FIFA menjelaskan bahwa dua tim teratas dari 12 grup lolos otomatis ke Round of 32, disusul delapan tim peringkat ketiga terbaik.

    Format ini membuat fase grup tidak lagi berhenti pada persaingan juara dan runner-up grup. Tim peringkat ketiga juga tetap punya peluang hidup, tetapi harus membayar mahal setiap kesalahan kecil di tiga laga awal.

    Babak gugur kali ini akan menguji kualitas tim secara lebih keras. Tim yang ingin menjadi juara harus melewati delapan pertandingan, bukan tujuh seperti format lama.

    Situasi itu membuat manajemen tenaga menjadi faktor penting. Rotasi pemain, pemulihan fisik dan pemilihan jalur pertandingan kini sama pentingnya dengan kualitas teknis di lapangan.

    Norwegia menjadi salah satu contoh paling menarik. Mereka sudah memastikan tempat di fase gugur sebelum laga terakhir grup melawan Prancis.

    Pelatih Stale Solbakken kemudian membuat 10 perubahan dalam susunan pemain. Erling Haaland dan Martin Odegaard tidak dimainkan sejak awal. Keputusan itu berakhir dengan kekalahan 1-4 dari Prancis. Namun Solbakken tetap membela pilihannya.

    Dikutip dari Reuters, Solbakken mengatakan bahwa ia tidak menyesali keputusan tersebut. Ia menilai keputusan itu dibuat untuk menjaga peluang Norwegia melangkah lebih jauh.

    “Saya tidak menyesal,” kata Solbakken kepada Reuters.

    Ia juga menyebut bahwa memainkan Haaland dalam laga yang sudah tidak menentukan posisi lolos akan menjadi risiko besar. Apalagi Haaland sudah mencetak empat gol di turnamen ini.

    Secara strategi, langkah Norwegia masuk akal. Mereka mengorbankan gengsi satu laga untuk menjaga kondisi pemain inti.

    Namun, ada risiko psikologis yang tidak bisa diabaikan. Kekalahan besar sebelum fase gugur bisa mengganggu kepercayaan diri dan memberi tekanan tambahan kepada tim.

    Norwegia akan menghadapi Pantai Gading di Round of 32. Mereka tetap punya peluang lolos, tetapi jalur berikutnya bisa membawa mereka bertemu Brasil atau Jepang.

    Karena itu, Norwegia terlihat seperti tim dengan potensi besar, tetapi batas realistisnya masih berada di 16 besar. Mereka bisa menembus perempat final hanya jika mampu menjaga efisiensi dan mendapat jalur yang lebih terbuka.

    Portugal juga masuk fase gugur dengan situasi yang tidak sepenuhnya ideal. Mereka bermain imbang 0-0 melawan Kolombia di laga terakhir Grup K.

    Hasil itu membuat Kolombia menjadi juara grup. Portugal harus puas finis di posisi kedua dengan lima poin.

    Reuters melaporkan bahwa laga Portugal melawan Kolombia berlangsung sengit di Miami. Kedua tim sudah lolos, tetapi pertandingan tetap berjalan intens karena posisi juara grup dipertaruhkan.

    Portugal punya momen berbahaya melalui Bruno Fernandes dan Joao Felix. Namun penyelesaian akhir mereka belum cukup tajam.

    Di sisi lain, Kolombia memperlihatkan organisasi permainan yang matang. Mereka mampu melewati tekanan Portugal dengan kombinasi pergerakan, teknik, dan transisi cepat.

    Pelatih Portugal Roberto Martinez mengakui bahwa laga berjalan terlalu terbuka. Dikutip Reuters, Martinez mengatakan Portugal memberi Kolombia pertandingan yang mereka inginkan.

    Kondisi ini membuat Portugal masuk fase gugur dengan beban besar. Mereka akan menghadapi Kroasia, tim yang sangat terbiasa dengan tekanan pertandingan eliminasi.

    Kroasia bukan lawan yang mudah untuk ditaklukkan. Mereka bisa memperlambat tempo, menjaga struktur, dan menyeret pertandingan ke wilayah mental.

    Portugal punya kualitas individu lebih tinggi. Namun, jika mereka kembali kehilangan kontrol di lini tengah, Kroasia bisa menjadi jebakan besar.

    Prediksi paling realistis, Portugal masih bisa melewati Kroasia dengan margin tipis. Namun perjalanan mereka bisa berhenti di 16 besar jika harus menghadapi Spanyol pada laga berikutnya.

    Di luar tim besar, Cape Verde menjadi cerita paling kuat dari fase grup. Mereka tampil sebagai debutan dan langsung lolos ke fase gugur.

    Reuters mencatat Cape Verde lolos setelah bermain 0-0 melawan Arab Saudi. Tiga hasil imbang cukup membawa mereka finis kedua di Grup H.

    Cape Verde juga menjadi negara terkecil yang pernah mencapai fase gugur Piala Dunia. Negara dengan populasi sekitar 500 ribu jiwa itu kini akan menghadapi Argentina.

    Gelandang Cape Verde, Deroy Duarte, menggambarkan momen itu sebagai mimpi. Dikutip Reuters, ia mengatakan bahwa sejak kecil ia bermimpi bermain di Piala Dunia.

    “Saya merasa seperti sedang bermimpi,” kata Duarte.

    Namun, tantangan Cape Verde kini sangat besar. Argentina bukan hanya juara bertahan, tetapi juga salah satu tim paling stabil di turnamen.

    Cape Verde punya disiplin dan keberanian. Tetapi melawan Argentina, mereka harus bertahan nyaris sempurna dan memaksimalkan setiap peluang kecil.

    Argentina sendiri terlihat berada di jalur yang lebih nyaman. Mereka memuncaki grup dan akan menghadapi Cape Verde di Miami.

    Dengan pengalaman, kedalaman skuad, dan kualitas Lionel Messi, Argentina tetap menjadi salah satu kandidat kuat. Mereka punya peluang besar menembus perempat final, bahkan semifinal.

    Brasil juga tetap masuk daftar kandidat utama. Namun laga melawan Jepang tidak boleh dianggap mudah.

    Jepang adalah tim yang rapi, cepat, dan disiplin dalam transisi. Mereka bisa menghukum tim yang terlalu terbuka saat menyerang.

    Meski begitu, Brasil masih punya kualitas teknis yang lebih tinggi. Jika lini depan mereka efisien, Brasil seharusnya tetap bisa melangkah ke babak berikutnya.

    Prancis berada dalam posisi kuat setelah mengalahkan Norwegia. Mereka punya skuad dalam, kecepatan, dan kemampuan menyerang dari banyak sisi.

    Namun, kemenangan besar atas Norwegia harus dibaca dengan hati-hati. Norwegia tidak memainkan banyak pemain utama dalam laga tersebut.

    Sky Sports mencatat bahwa Prancis berpotensi berada di jalur berat setelah fase 32 besar. Jika Jerman juga lolos, duel besar bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan.

    Spanyol menjadi tim lain yang tampil rapi. Mereka memuncaki Grup H dan menunjukkan kontrol permainan yang stabil.

    Namun jalur Spanyol juga tidak ringan. Mereka bisa bertemu pemenang Portugal melawan Kroasia pada fase berikutnya.

    Inggris juga masih berada dalam lapisan kandidat kuat. Mereka akan menghadapi DR Congo, tim yang lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

    Di atas kertas, Inggris lebih unggul. Tetapi DR Congo punya kekuatan fisik dan transisi yang bisa mengganggu jika Inggris lambat membangun serangan.

    Kolombia layak disebut sebagai kuda hitam serius. Mereka memuncaki grup di atas Portugal dan akan menghadapi Ghana.

    Pelatih Kolombia Nestor Lorenzo mengingatkan bahwa peluang yang terbuang bisa berbahaya di fase gugur. Dikutip Reuters, ia mengatakan bahwa tim elite akan menghukum jika terlalu banyak peluang gagal dimanfaatkan.

    Kolombia punya keseimbangan menarik. Mereka tidak hanya menyerang cepat, tetapi juga mampu menjaga struktur saat kehilangan bola.

    Dari semua cerita fase grup, satu hal terlihat jelas. Piala Dunia 2026 bukan lagi turnamen yang hanya memberi ruang nyaman untuk nama besar.

    Format baru membuat lebih banyak tim bertahan hidup. Namun fase gugur tetap akan memisahkan tim yang punya rencana matang dari tim yang hanya mengandalkan reputasi.

    Norwegia datang dengan strategi rotasi berani. Portugal datang dengan tekanan setelah gagal menjadi juara grup.

    Cape Verde membawa kisah debutan yang menyentuh. Kolombia membawa ambisi sebagai penantang serius.

    Sementara itu, Argentina, Brasil, Prancis, Spanyol, dan Inggris tetap menjadi poros utama perebutan gelar. Mereka punya kualitas, tetapi tidak ada lagi jalur yang benar-benar aman.

    Fase 32 besar akan menjadi titik seleksi pertama. Di sinilah cerita indah bisa berlanjut, tetapi juga bisa berhenti secara brutal hanya dalam 90 menit. Sumber tulisan merujuk pada FIFA, Reuters, Sky Sports dan SB Nation.

    (Sf/Lo)

    Olahraga

    Piala Dunia 2026: Argentina hingga Kolombia, Mengukur Peluang di Babak 32 Besar

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    28 Juni 2026 pukul 13:54 WITA

    Puluhan tim nasional yang sudah mengisi papan fase gugur Piala Dunia 2026. (Foto: Kolase oleh seputarfakta.com)

    Samarinda - Fase grup Piala Dunia 2026 telah selesai. Sebanyak 32 tim kini masuk ke fase gugur pertama dalam format baru turnamen edisi kali ini.

    Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama dengan 48 peserta. FIFA menjelaskan bahwa dua tim teratas dari 12 grup lolos otomatis ke Round of 32, disusul delapan tim peringkat ketiga terbaik.

    Format ini membuat fase grup tidak lagi berhenti pada persaingan juara dan runner-up grup. Tim peringkat ketiga juga tetap punya peluang hidup, tetapi harus membayar mahal setiap kesalahan kecil di tiga laga awal.

    Babak gugur kali ini akan menguji kualitas tim secara lebih keras. Tim yang ingin menjadi juara harus melewati delapan pertandingan, bukan tujuh seperti format lama.

    Situasi itu membuat manajemen tenaga menjadi faktor penting. Rotasi pemain, pemulihan fisik dan pemilihan jalur pertandingan kini sama pentingnya dengan kualitas teknis di lapangan.

    Norwegia menjadi salah satu contoh paling menarik. Mereka sudah memastikan tempat di fase gugur sebelum laga terakhir grup melawan Prancis.

    Pelatih Stale Solbakken kemudian membuat 10 perubahan dalam susunan pemain. Erling Haaland dan Martin Odegaard tidak dimainkan sejak awal. Keputusan itu berakhir dengan kekalahan 1-4 dari Prancis. Namun Solbakken tetap membela pilihannya.

    Dikutip dari Reuters, Solbakken mengatakan bahwa ia tidak menyesali keputusan tersebut. Ia menilai keputusan itu dibuat untuk menjaga peluang Norwegia melangkah lebih jauh.

    “Saya tidak menyesal,” kata Solbakken kepada Reuters.

    Ia juga menyebut bahwa memainkan Haaland dalam laga yang sudah tidak menentukan posisi lolos akan menjadi risiko besar. Apalagi Haaland sudah mencetak empat gol di turnamen ini.

    Secara strategi, langkah Norwegia masuk akal. Mereka mengorbankan gengsi satu laga untuk menjaga kondisi pemain inti.

    Namun, ada risiko psikologis yang tidak bisa diabaikan. Kekalahan besar sebelum fase gugur bisa mengganggu kepercayaan diri dan memberi tekanan tambahan kepada tim.

    Norwegia akan menghadapi Pantai Gading di Round of 32. Mereka tetap punya peluang lolos, tetapi jalur berikutnya bisa membawa mereka bertemu Brasil atau Jepang.

    Karena itu, Norwegia terlihat seperti tim dengan potensi besar, tetapi batas realistisnya masih berada di 16 besar. Mereka bisa menembus perempat final hanya jika mampu menjaga efisiensi dan mendapat jalur yang lebih terbuka.

    Portugal juga masuk fase gugur dengan situasi yang tidak sepenuhnya ideal. Mereka bermain imbang 0-0 melawan Kolombia di laga terakhir Grup K.

    Hasil itu membuat Kolombia menjadi juara grup. Portugal harus puas finis di posisi kedua dengan lima poin.

    Reuters melaporkan bahwa laga Portugal melawan Kolombia berlangsung sengit di Miami. Kedua tim sudah lolos, tetapi pertandingan tetap berjalan intens karena posisi juara grup dipertaruhkan.

    Portugal punya momen berbahaya melalui Bruno Fernandes dan Joao Felix. Namun penyelesaian akhir mereka belum cukup tajam.

    Di sisi lain, Kolombia memperlihatkan organisasi permainan yang matang. Mereka mampu melewati tekanan Portugal dengan kombinasi pergerakan, teknik, dan transisi cepat.

    Pelatih Portugal Roberto Martinez mengakui bahwa laga berjalan terlalu terbuka. Dikutip Reuters, Martinez mengatakan Portugal memberi Kolombia pertandingan yang mereka inginkan.

    Kondisi ini membuat Portugal masuk fase gugur dengan beban besar. Mereka akan menghadapi Kroasia, tim yang sangat terbiasa dengan tekanan pertandingan eliminasi.

    Kroasia bukan lawan yang mudah untuk ditaklukkan. Mereka bisa memperlambat tempo, menjaga struktur, dan menyeret pertandingan ke wilayah mental.

    Portugal punya kualitas individu lebih tinggi. Namun, jika mereka kembali kehilangan kontrol di lini tengah, Kroasia bisa menjadi jebakan besar.

    Prediksi paling realistis, Portugal masih bisa melewati Kroasia dengan margin tipis. Namun perjalanan mereka bisa berhenti di 16 besar jika harus menghadapi Spanyol pada laga berikutnya.

    Di luar tim besar, Cape Verde menjadi cerita paling kuat dari fase grup. Mereka tampil sebagai debutan dan langsung lolos ke fase gugur.

    Reuters mencatat Cape Verde lolos setelah bermain 0-0 melawan Arab Saudi. Tiga hasil imbang cukup membawa mereka finis kedua di Grup H.

    Cape Verde juga menjadi negara terkecil yang pernah mencapai fase gugur Piala Dunia. Negara dengan populasi sekitar 500 ribu jiwa itu kini akan menghadapi Argentina.

    Gelandang Cape Verde, Deroy Duarte, menggambarkan momen itu sebagai mimpi. Dikutip Reuters, ia mengatakan bahwa sejak kecil ia bermimpi bermain di Piala Dunia.

    “Saya merasa seperti sedang bermimpi,” kata Duarte.

    Namun, tantangan Cape Verde kini sangat besar. Argentina bukan hanya juara bertahan, tetapi juga salah satu tim paling stabil di turnamen.

    Cape Verde punya disiplin dan keberanian. Tetapi melawan Argentina, mereka harus bertahan nyaris sempurna dan memaksimalkan setiap peluang kecil.

    Argentina sendiri terlihat berada di jalur yang lebih nyaman. Mereka memuncaki grup dan akan menghadapi Cape Verde di Miami.

    Dengan pengalaman, kedalaman skuad, dan kualitas Lionel Messi, Argentina tetap menjadi salah satu kandidat kuat. Mereka punya peluang besar menembus perempat final, bahkan semifinal.

    Brasil juga tetap masuk daftar kandidat utama. Namun laga melawan Jepang tidak boleh dianggap mudah.

    Jepang adalah tim yang rapi, cepat, dan disiplin dalam transisi. Mereka bisa menghukum tim yang terlalu terbuka saat menyerang.

    Meski begitu, Brasil masih punya kualitas teknis yang lebih tinggi. Jika lini depan mereka efisien, Brasil seharusnya tetap bisa melangkah ke babak berikutnya.

    Prancis berada dalam posisi kuat setelah mengalahkan Norwegia. Mereka punya skuad dalam, kecepatan, dan kemampuan menyerang dari banyak sisi.

    Namun, kemenangan besar atas Norwegia harus dibaca dengan hati-hati. Norwegia tidak memainkan banyak pemain utama dalam laga tersebut.

    Sky Sports mencatat bahwa Prancis berpotensi berada di jalur berat setelah fase 32 besar. Jika Jerman juga lolos, duel besar bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan.

    Spanyol menjadi tim lain yang tampil rapi. Mereka memuncaki Grup H dan menunjukkan kontrol permainan yang stabil.

    Namun jalur Spanyol juga tidak ringan. Mereka bisa bertemu pemenang Portugal melawan Kroasia pada fase berikutnya.

    Inggris juga masih berada dalam lapisan kandidat kuat. Mereka akan menghadapi DR Congo, tim yang lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

    Di atas kertas, Inggris lebih unggul. Tetapi DR Congo punya kekuatan fisik dan transisi yang bisa mengganggu jika Inggris lambat membangun serangan.

    Kolombia layak disebut sebagai kuda hitam serius. Mereka memuncaki grup di atas Portugal dan akan menghadapi Ghana.

    Pelatih Kolombia Nestor Lorenzo mengingatkan bahwa peluang yang terbuang bisa berbahaya di fase gugur. Dikutip Reuters, ia mengatakan bahwa tim elite akan menghukum jika terlalu banyak peluang gagal dimanfaatkan.

    Kolombia punya keseimbangan menarik. Mereka tidak hanya menyerang cepat, tetapi juga mampu menjaga struktur saat kehilangan bola.

    Dari semua cerita fase grup, satu hal terlihat jelas. Piala Dunia 2026 bukan lagi turnamen yang hanya memberi ruang nyaman untuk nama besar.

    Format baru membuat lebih banyak tim bertahan hidup. Namun fase gugur tetap akan memisahkan tim yang punya rencana matang dari tim yang hanya mengandalkan reputasi.

    Norwegia datang dengan strategi rotasi berani. Portugal datang dengan tekanan setelah gagal menjadi juara grup.

    Cape Verde membawa kisah debutan yang menyentuh. Kolombia membawa ambisi sebagai penantang serius.

    Sementara itu, Argentina, Brasil, Prancis, Spanyol, dan Inggris tetap menjadi poros utama perebutan gelar. Mereka punya kualitas, tetapi tidak ada lagi jalur yang benar-benar aman.

    Fase 32 besar akan menjadi titik seleksi pertama. Di sinilah cerita indah bisa berlanjut, tetapi juga bisa berhenti secara brutal hanya dalam 90 menit. Sumber tulisan merujuk pada FIFA, Reuters, Sky Sports dan SB Nation.

    (Sf/Lo)