Cari disini...
Olahraga
Sempat unggul dua gol, Persiba Balikpapan harus menerima kekalahan setelah skor berbalik 3-2 dari Rans Nusantara. (Foto: Media Persiba)
Balikpapan — Persiba Balikpapan harus menelan kekecewaan pada laga perdana Liga 2 Pegadaian 2026/2027. Keunggulan dua gol yang sudah dibangun sejak babak pertama gagal dipertahankan hingga pertandingan berakhir.
Bermain menghadapi RANS Nusantara di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (13/9/2026), Persiba sempat tampil meyakinkan dan unggul 2-0. Namun, tekanan RANS pada babak kedua membuat situasi berbalik. Persiba akhirnya kalah 3-2.
Persiba membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan lima menit. Takumu Nishihara mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan dengan posisi diving header setelah memanfaatkan sepak pojok yang dikirim Ryohei Yoshihama.
Gol tersebut membuat Persiba semakin percaya diri. Pada menit ke-19, Ryohei Yoshihama menggandakan keunggulan melalui sepakan mendatar yang gagal dihentikan lini pertahanan RANS.
Memasuki babak kedua, permainan berubah. RANS meningkatkan intensitas serangan dan mulai memberikan tekanan lebih besar ke pertahanan Persiba.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-64 setelah Amankhom memperkecil ketertinggalan RANS melalui sundulan.
Persiba yang terus mendapat tekanan kemudian kehilangan kendali permainan. Pada menit ke-89, Jan Martin Hoel Anderson mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Petaka bagi Persiba terjadi pada masa tambahan waktu. Dedik Setiawan berhasil memanfaatkan peluang untuk mencetak gol ketiga RANS sekaligus membalikkan keadaan menjadi 3-2.
Pelatih Persiba Balikpapan, Sudirman, mengakui keunggulan dua gol pada babak pertama tidak cukup untuk memastikan kemenangan.
Menurutnya, Persiba sebenarnya menjalani pertandingan dengan cukup baik. Namun, sejumlah pergantian pemain akibat cedera membuat koordinasi di lapangan tidak berjalan maksimal.
“Permasalahan pertama adalah ada beberapa pemain kami yang cedera sehingga harus diganti. Dengan penggantian itu terjadi banyak miskomunikasi di dalam lapangan,” kata Sudirman.
Ia menilai kondisi tersebut membuat sejumlah pemain kehilangan fokus ketika memasuki fase akhir pertandingan. Tekanan RANS semakin besar dan Persiba kesulitan keluar dari situasi tersebut.
“Pemain-pemain dalam tekanan di akhir-akhir babak kedua tadi, sehingga gol-gol itu terjadi dengan mudahnya,” ujarnya.
Sudirman juga menyebut minimnya waktu persiapan menjadi salah satu tantangan Persiba menghadapi kompetisi musim ini. Tim hanya memiliki waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan diri dan telah menjalani empat pertandingan uji coba.
Meski demikian, ia menilai persoalan utama dalam laga perdana bukan semata-mata kondisi fisik maupun persiapan. Hilangnya fokus setelah pergantian pemain menjadi salah satu evaluasi penting.
“Saya pikir justru saat penggantian pemain, pemain-pemain jadi hilang fokus,” akunya.
Sudirman juga menyoroti keputusan menarik Ryohei Yoshihama. Pemain asal Jepang tersebut tampil baik dan mencetak satu gol, tetapi dinilai mulai kurang membantu pertahanan ketika Persiba berada dalam tekanan.
Ia kemudian memasukkan pemain muda dengan harapan lini pertahanan Persiba menjadi lebih kuat. Namun, keputusan tersebut belum memberikan hasil yang diharapkan.
“Pemain yang saya masukkan adalah pemain muda. Mungkin mental mereka belum siap dengan pertandingan yang sangat ketat tadi, sehingga banyak lubang yang bisa diciptakan oleh RANS United pada babak kedua,” tutur Sudirman.
Kekalahan tersebut menjadi evaluasi awal bagi Persiba sebelum melanjutkan perjalanan di kompetisi. Tim berjuluk Beruang Madu harus memperbaiki konsentrasi dan komunikasi agar keunggulan yang sudah diperoleh tidak kembali terlepas.
Sementara itu, perwakilan pemain Persiba, Akbar, mengakui laga perdana tersebut cukup menguras tenaga. Ia menyebut Persiba mulai kehilangan fokus pada sekitar 25 menit terakhir pertandingan.
“Untuk pertandingan tadi saya rasa cukup melelahkan buat kami. Kami unggul di babak pertama, terus di 25 menit terakhir kami seperti kehilangan fokus,” tambah Akbar.
Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Persiba dan masyarakat Balikpapan atas hasil tersebut.
“Kami seluruh pemain minta maaf buat supporter dan warga Balikpapan,” ujarnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Olahraga

Sempat unggul dua gol, Persiba Balikpapan harus menerima kekalahan setelah skor berbalik 3-2 dari Rans Nusantara. (Foto: Media Persiba)
Balikpapan — Persiba Balikpapan harus menelan kekecewaan pada laga perdana Liga 2 Pegadaian 2026/2027. Keunggulan dua gol yang sudah dibangun sejak babak pertama gagal dipertahankan hingga pertandingan berakhir.
Bermain menghadapi RANS Nusantara di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (13/9/2026), Persiba sempat tampil meyakinkan dan unggul 2-0. Namun, tekanan RANS pada babak kedua membuat situasi berbalik. Persiba akhirnya kalah 3-2.
Persiba membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan lima menit. Takumu Nishihara mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan dengan posisi diving header setelah memanfaatkan sepak pojok yang dikirim Ryohei Yoshihama.
Gol tersebut membuat Persiba semakin percaya diri. Pada menit ke-19, Ryohei Yoshihama menggandakan keunggulan melalui sepakan mendatar yang gagal dihentikan lini pertahanan RANS.
Memasuki babak kedua, permainan berubah. RANS meningkatkan intensitas serangan dan mulai memberikan tekanan lebih besar ke pertahanan Persiba.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-64 setelah Amankhom memperkecil ketertinggalan RANS melalui sundulan.
Persiba yang terus mendapat tekanan kemudian kehilangan kendali permainan. Pada menit ke-89, Jan Martin Hoel Anderson mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Petaka bagi Persiba terjadi pada masa tambahan waktu. Dedik Setiawan berhasil memanfaatkan peluang untuk mencetak gol ketiga RANS sekaligus membalikkan keadaan menjadi 3-2.
Pelatih Persiba Balikpapan, Sudirman, mengakui keunggulan dua gol pada babak pertama tidak cukup untuk memastikan kemenangan.
Menurutnya, Persiba sebenarnya menjalani pertandingan dengan cukup baik. Namun, sejumlah pergantian pemain akibat cedera membuat koordinasi di lapangan tidak berjalan maksimal.
“Permasalahan pertama adalah ada beberapa pemain kami yang cedera sehingga harus diganti. Dengan penggantian itu terjadi banyak miskomunikasi di dalam lapangan,” kata Sudirman.
Ia menilai kondisi tersebut membuat sejumlah pemain kehilangan fokus ketika memasuki fase akhir pertandingan. Tekanan RANS semakin besar dan Persiba kesulitan keluar dari situasi tersebut.
“Pemain-pemain dalam tekanan di akhir-akhir babak kedua tadi, sehingga gol-gol itu terjadi dengan mudahnya,” ujarnya.
Sudirman juga menyebut minimnya waktu persiapan menjadi salah satu tantangan Persiba menghadapi kompetisi musim ini. Tim hanya memiliki waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan diri dan telah menjalani empat pertandingan uji coba.
Meski demikian, ia menilai persoalan utama dalam laga perdana bukan semata-mata kondisi fisik maupun persiapan. Hilangnya fokus setelah pergantian pemain menjadi salah satu evaluasi penting.
“Saya pikir justru saat penggantian pemain, pemain-pemain jadi hilang fokus,” akunya.
Sudirman juga menyoroti keputusan menarik Ryohei Yoshihama. Pemain asal Jepang tersebut tampil baik dan mencetak satu gol, tetapi dinilai mulai kurang membantu pertahanan ketika Persiba berada dalam tekanan.
Ia kemudian memasukkan pemain muda dengan harapan lini pertahanan Persiba menjadi lebih kuat. Namun, keputusan tersebut belum memberikan hasil yang diharapkan.
“Pemain yang saya masukkan adalah pemain muda. Mungkin mental mereka belum siap dengan pertandingan yang sangat ketat tadi, sehingga banyak lubang yang bisa diciptakan oleh RANS United pada babak kedua,” tutur Sudirman.
Kekalahan tersebut menjadi evaluasi awal bagi Persiba sebelum melanjutkan perjalanan di kompetisi. Tim berjuluk Beruang Madu harus memperbaiki konsentrasi dan komunikasi agar keunggulan yang sudah diperoleh tidak kembali terlepas.
Sementara itu, perwakilan pemain Persiba, Akbar, mengakui laga perdana tersebut cukup menguras tenaga. Ia menyebut Persiba mulai kehilangan fokus pada sekitar 25 menit terakhir pertandingan.
“Untuk pertandingan tadi saya rasa cukup melelahkan buat kami. Kami unggul di babak pertama, terus di 25 menit terakhir kami seperti kehilangan fokus,” tambah Akbar.
Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Persiba dan masyarakat Balikpapan atas hasil tersebut.
“Kami seluruh pemain minta maaf buat supporter dan warga Balikpapan,” ujarnya.
(Sf/Lo)