Cari disini...
Olahraga
Pemain Persiba Balikpapan terus melakukan penekanan di pertahanan lawan untuk dapat menghasilkan gol. (Foto: Official Persiba/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Harapan Persiba Balikpapan meraih poin saat menjamu Kendal Tornado FC pupus setelah menelan kekalahan 1-3 dalam lanjutan pertandingan di Stadion Batakan, Balikpapan, Minggu (28/12/2025) malam.
Tim berjuluk Beruang Madu harus mengakui keunggulan tim tamu, yang mencetak tiga gol, dua di antaranya melalui titik penalti.
Gol tunggal Persiba dicetak oleh Takumu Nishihara pada menit ke-49 babak kedua. Sementara itu, Kendal Tornado FC mencetak gol melalui Patrick Dos Santos Cruz lewat dua tendangan penalti pada menit 45+9 dan 45+15 babak pertama, serta satu gol tambahan pada menit ke-82.
Pelatih Persiba Balikpapan, M. Nasuha, menilai timnya tampil cukup baik pada babak pertama, sebelum terjadinya gol pembuka dari Kendal. Ia mengaku mempertanyakan keputusan penalti pertama yang diberikan wasit.
“Saya sendiri tidak tahu apakah itu handball atau bukan. Seharusnya VAR bisa lebih teliti dengan menarik rekaman sebelum terjadinya penalti,” ucap Nasuha usai pertandingan.
Nasuha juga menyinggung insiden terhentinya pertandingan selama sekitar 10 menit karena permintaan pengecekan VAR. Menurutnya, terdapat dugaan handball yang tidak direspons wasit sebelum terjadinya penalti.
“Kalau setelah dicek memang tidak handball dan penalti itu benar, tentu kami terima. Tapi keputusan seperti ini sangat merugikan satu tim jika tidak dicek dengan benar,” jelasnya.
Meski kalah, Nasuha tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya. Ia menilai tim telah menunjukkan kerja keras dan semangat juang tinggi di tengah kondisi yang dihadapi.
“Saya sangat mengapresiasi pemain. Perjuangan mereka luar biasa. Kami harus menerima kekalahan ini dengan lapang dada, karena Kendal juga bermain sangat baik,” akunya.
Perwakilan pemain Persiba, Abdul Rahman, mengatakan tim akan tetap fokus menatap pertandingan ke depan meski hasil tidak berpihak.
“Walaupun banyak kekurangan dan kami memberi kesempatan lawan lewat penalti, kami tetap fokus ke depan. Bertahan sampai sejauh ini dengan kondisi tim sekarang saja sudah luar biasa,” tambahnya.
Sementara itu, pelatih Kendal Tornado FC, Stefan, mengucapkan terima kasih kepada para pemainnya yang dinilai tampil maksimal dalam laga yang tidak mudah.
“Ini pertandingan yang sulit. Persiba punya fighting spirit yang luar biasa dan ingin memenangkan pertandingan,” terang Stefan.
Ia juga menegaskan keyakinannya terhadap lini depan Kendal yang mampu memaksimalkan setiap peluang menjadi gol.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Olahraga

Pemain Persiba Balikpapan terus melakukan penekanan di pertahanan lawan untuk dapat menghasilkan gol. (Foto: Official Persiba/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Harapan Persiba Balikpapan meraih poin saat menjamu Kendal Tornado FC pupus setelah menelan kekalahan 1-3 dalam lanjutan pertandingan di Stadion Batakan, Balikpapan, Minggu (28/12/2025) malam.
Tim berjuluk Beruang Madu harus mengakui keunggulan tim tamu, yang mencetak tiga gol, dua di antaranya melalui titik penalti.
Gol tunggal Persiba dicetak oleh Takumu Nishihara pada menit ke-49 babak kedua. Sementara itu, Kendal Tornado FC mencetak gol melalui Patrick Dos Santos Cruz lewat dua tendangan penalti pada menit 45+9 dan 45+15 babak pertama, serta satu gol tambahan pada menit ke-82.
Pelatih Persiba Balikpapan, M. Nasuha, menilai timnya tampil cukup baik pada babak pertama, sebelum terjadinya gol pembuka dari Kendal. Ia mengaku mempertanyakan keputusan penalti pertama yang diberikan wasit.
“Saya sendiri tidak tahu apakah itu handball atau bukan. Seharusnya VAR bisa lebih teliti dengan menarik rekaman sebelum terjadinya penalti,” ucap Nasuha usai pertandingan.
Nasuha juga menyinggung insiden terhentinya pertandingan selama sekitar 10 menit karena permintaan pengecekan VAR. Menurutnya, terdapat dugaan handball yang tidak direspons wasit sebelum terjadinya penalti.
“Kalau setelah dicek memang tidak handball dan penalti itu benar, tentu kami terima. Tapi keputusan seperti ini sangat merugikan satu tim jika tidak dicek dengan benar,” jelasnya.
Meski kalah, Nasuha tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya. Ia menilai tim telah menunjukkan kerja keras dan semangat juang tinggi di tengah kondisi yang dihadapi.
“Saya sangat mengapresiasi pemain. Perjuangan mereka luar biasa. Kami harus menerima kekalahan ini dengan lapang dada, karena Kendal juga bermain sangat baik,” akunya.
Perwakilan pemain Persiba, Abdul Rahman, mengatakan tim akan tetap fokus menatap pertandingan ke depan meski hasil tidak berpihak.
“Walaupun banyak kekurangan dan kami memberi kesempatan lawan lewat penalti, kami tetap fokus ke depan. Bertahan sampai sejauh ini dengan kondisi tim sekarang saja sudah luar biasa,” tambahnya.
Sementara itu, pelatih Kendal Tornado FC, Stefan, mengucapkan terima kasih kepada para pemainnya yang dinilai tampil maksimal dalam laga yang tidak mudah.
“Ini pertandingan yang sulit. Persiba punya fighting spirit yang luar biasa dan ingin memenangkan pertandingan,” terang Stefan.
Ia juga menegaskan keyakinannya terhadap lini depan Kendal yang mampu memaksimalkan setiap peluang menjadi gol.
(Sf/Rs)