Cari disini...
Olahraga
Serangan demi serangan terus dilakukan pemain Persiba Balikpapan, namun belum memberikan hasil yang diinginkan. (Foto: Persiba/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Harapan Persiba Balikpapan untuk mencuri poin saat menghadapi Kendal Tornado FC di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (12/4/2026) pupus. Tim berjuluk Beruang Madu harus mengakui keunggulan tuan rumah setelah kalah telak dengan skor 0-3 tanpa balas.
Asisten Pelatih Persiba, Gunawan Dwi Cahyo, mengakui timnya tampil kurang maksimal, terutama dalam menjaga konsentrasi hingga akhir pertandingan.
“Banyak yang harus dievaluasi dari pertandingan malam ini. Kami jujur kecewa karena tidak bisa fokus di menit-menit akhir, sehingga lawan bisa mencetak gol,” ucap Gunawan dalam konferensi pers.
Menurut Gunawan, kesalahan di penghujung laga seharusnya bisa dihindari. Ia menegaskan tim pelatih akan segera melakukan pembenahan agar kesalahan serupa tidak terulang pada pertandingan berikutnya.
“Ke depan, kami harus memperbaiki kesalahan-kesalahan malam ini dan tampil lebih siap di laga selanjutnya,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan pemain Persiba, Lorensius Amanat Sabda, menilai hasil negatif ini berdampak besar terhadap peluang tim dalam perburuan poin. Meski demikian, ia memastikan semangat tim tidak akan padam.
“Kekalahan ini tentu menyulitkan kami dalam mengejar poin. Tetapi kami tidak akan menyerah dan akan terus berjuang di pertandingan berikutnya,” akunya.
Sabda menyoroti sejumlah kesalahan kecil yang berujung fatal, seperti kurang disiplin dalam bertahan dan lemahnya fokus sepanjang pertandingan.
“Kami perlu evaluasi dari kesalahan-kesalahan kecil yang akhirnya berujung gol untuk lawan. Fokus harus dijaga dari awal hingga akhir pertandingan,” akunya.
Terkait evaluasi teknis, ia menambahkan bahwa situasi bola mati dan distribusi bola yang kurang akurat menjadi celah yang dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol.
“Dari beberapa situasi seperti free kick dan umpan yang kurang tepat, pemain lawan jadi lebih mudah mencetak gol,” ujarnya.
Meski menelan kekalahan, peluang Persiba untuk memperbaiki posisi di klasemen masih terbuka. Dengan sisa tiga pertandingan, tim diharapkan mampu memaksimalkan setiap laga untuk keluar dari tekanan zona bawah.
“Kami tidak ingin terlalu memikirkan tim lain. Fokus kami adalah memperbaiki performa sendiri. Setiap pertandingan harus kami maksimalkan untuk mendapatkan hasil terbaik,” tutur Sabda.
Dia menegaskan, kerja keras menjadi kunci utama jika Persiba ingin bertahan dan bersaing di kompetisi.
“Kalau kami ingin bertahan, kami harus bekerja keras di setiap pertandingan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Olahraga

Serangan demi serangan terus dilakukan pemain Persiba Balikpapan, namun belum memberikan hasil yang diinginkan. (Foto: Persiba/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Harapan Persiba Balikpapan untuk mencuri poin saat menghadapi Kendal Tornado FC di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (12/4/2026) pupus. Tim berjuluk Beruang Madu harus mengakui keunggulan tuan rumah setelah kalah telak dengan skor 0-3 tanpa balas.
Asisten Pelatih Persiba, Gunawan Dwi Cahyo, mengakui timnya tampil kurang maksimal, terutama dalam menjaga konsentrasi hingga akhir pertandingan.
“Banyak yang harus dievaluasi dari pertandingan malam ini. Kami jujur kecewa karena tidak bisa fokus di menit-menit akhir, sehingga lawan bisa mencetak gol,” ucap Gunawan dalam konferensi pers.
Menurut Gunawan, kesalahan di penghujung laga seharusnya bisa dihindari. Ia menegaskan tim pelatih akan segera melakukan pembenahan agar kesalahan serupa tidak terulang pada pertandingan berikutnya.
“Ke depan, kami harus memperbaiki kesalahan-kesalahan malam ini dan tampil lebih siap di laga selanjutnya,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan pemain Persiba, Lorensius Amanat Sabda, menilai hasil negatif ini berdampak besar terhadap peluang tim dalam perburuan poin. Meski demikian, ia memastikan semangat tim tidak akan padam.
“Kekalahan ini tentu menyulitkan kami dalam mengejar poin. Tetapi kami tidak akan menyerah dan akan terus berjuang di pertandingan berikutnya,” akunya.
Sabda menyoroti sejumlah kesalahan kecil yang berujung fatal, seperti kurang disiplin dalam bertahan dan lemahnya fokus sepanjang pertandingan.
“Kami perlu evaluasi dari kesalahan-kesalahan kecil yang akhirnya berujung gol untuk lawan. Fokus harus dijaga dari awal hingga akhir pertandingan,” akunya.
Terkait evaluasi teknis, ia menambahkan bahwa situasi bola mati dan distribusi bola yang kurang akurat menjadi celah yang dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol.
“Dari beberapa situasi seperti free kick dan umpan yang kurang tepat, pemain lawan jadi lebih mudah mencetak gol,” ujarnya.
Meski menelan kekalahan, peluang Persiba untuk memperbaiki posisi di klasemen masih terbuka. Dengan sisa tiga pertandingan, tim diharapkan mampu memaksimalkan setiap laga untuk keluar dari tekanan zona bawah.
“Kami tidak ingin terlalu memikirkan tim lain. Fokus kami adalah memperbaiki performa sendiri. Setiap pertandingan harus kami maksimalkan untuk mendapatkan hasil terbaik,” tutur Sabda.
Dia menegaskan, kerja keras menjadi kunci utama jika Persiba ingin bertahan dan bersaing di kompetisi.
“Kalau kami ingin bertahan, kami harus bekerja keras di setiap pertandingan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)