Cari disini...
Olahraga
Pemain Persiba Balikpapan terus mencoba masuk ke lini pertahanan lawan. (Foto: Media Official Persiba/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Persiba Balikpapan kembali menelan kekalahan dalam kompetisi Liga 2 2026/2027. Kali ini, tim berjuluk Beruang Madu tersebut takluk 0-2 dari Deltras FC di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (4/10/2026).
Kekalahan tersebut menjadi yang keempat bagi Persiba pada kompetisi musim ini.
Pelatih Persiba Balikpapan, Sudirman, mengakui pertandingan menghadapi Deltras berlangsung cukup berat.
“Terlebih, Deltras merupakan salah satu tim yang berada di posisi teratas klasemen,” akui Sudirman dalam konferensi pers.
Menurut Sudirman, Persiba sebenarnya mampu menahan Deltras pada babak pertama dan berupaya mencegah lawan menciptakan gol.
Namun, konsentrasi dan fokus pemain menurun pada babak kedua. Kondisi tersebut dimanfaatkan Deltras melalui situasi bola mati dan serangan balik, hingga mampu mencetak dua gol.
“Di babak kedua konsentrasi dan fokus pemain berkurang. Bola set-piece dan counter attack menjadikan kedudukan menjadi 2-0,” katanya
Pelatih Persiba mengatakan, hasil pertandingan merupakan bagian dari sepak bola. Menurut dia, sebuah pertandingan hanya menghasilkan tiga kemungkinan, yakni menang, imbang, atau kalah.
Ia juga menyebut Persiba masih membutuhkan waktu untuk membangun kekompakan tim. Sebagai tim yang mengalami banyak perubahan pada musim ini, para pemain masih dalam proses menemukan chemistry dan meningkatkan kepercayaan diri.
“Persiba sebagai tim baru perlu waktu untuk menyesuaikan, mencari chemistry, dan terus membangun kepercayaan diri di antara pemain. Tentunya bukan hal yang mudah untuk bisa menyatu sebagai tim, karena pertandingan yang kami hadapi selalu berat,” ujarnya.
Dirinya menegaskan, Persiba akan melakukan evaluasi setelah kembali mengalami kekalahan. Kata dia, pemain maupun tim pelatih harus melakukan introspeksi untuk mengetahui berbagai persoalan yang masih menjadi kendala.
“Saya pikir yang harus kami lakukan adalah mengintrospeksi diri. Semua pemain dan kami sebagai pelatih juga harus tahu masalah itu. Yang penting kami tetap berusaha memberikan yang terbaik buat Persiba. Mudah-mudahan di pertandingan berikutnya kami bisa mencapai hasil yang maksimal seperti yang kami harapkan sejak awal kompetisi ini,” harapnya.
Sementara itu, perwakilan pemain Persiba, Abdul Rachman, mengucapkan selamat kepada Deltras atas kemenangan tersebut.
Rachman mengakui Persiba masih memiliki sejumlah persoalan, terutama dalam memaksimalkan peluang. Rachman menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari banyaknya perubahan dalam komposisi tim pada musim ini.
“Masalah peluang mungkin lagi-lagi harus kami sadari bahwa tim ini banyak perubahan musim ini dan kami masih akan terus berkembang, walaupun secara hasil pertandingan kami selalu kalah,” ungkapnya.
Ia meminta rekan-rekannya tidak kehilangan semangat meski Persiba kembali gagal meraih hasil positif.
“Saya sebagai pemain mungkin mengingatkan kepada teman-teman semua untuk introspeksi sendiri. Yang paling penting tidak putus asa, tetap semangat, karena perjalanan ini baru awal,” ujarnya.
Seluruh pemain optimistis Persiba mampu bangkit apabila seluruh pemain tetap menjaga kebersamaan. Ia berharap evaluasi dan proses pembenahan tim dapat membawa hasil yang lebih baik pada pertandingan berikutnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Olahraga

Pemain Persiba Balikpapan terus mencoba masuk ke lini pertahanan lawan. (Foto: Media Official Persiba/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Persiba Balikpapan kembali menelan kekalahan dalam kompetisi Liga 2 2026/2027. Kali ini, tim berjuluk Beruang Madu tersebut takluk 0-2 dari Deltras FC di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (4/10/2026).
Kekalahan tersebut menjadi yang keempat bagi Persiba pada kompetisi musim ini.
Pelatih Persiba Balikpapan, Sudirman, mengakui pertandingan menghadapi Deltras berlangsung cukup berat.
“Terlebih, Deltras merupakan salah satu tim yang berada di posisi teratas klasemen,” akui Sudirman dalam konferensi pers.
Menurut Sudirman, Persiba sebenarnya mampu menahan Deltras pada babak pertama dan berupaya mencegah lawan menciptakan gol.
Namun, konsentrasi dan fokus pemain menurun pada babak kedua. Kondisi tersebut dimanfaatkan Deltras melalui situasi bola mati dan serangan balik, hingga mampu mencetak dua gol.
“Di babak kedua konsentrasi dan fokus pemain berkurang. Bola set-piece dan counter attack menjadikan kedudukan menjadi 2-0,” katanya
Pelatih Persiba mengatakan, hasil pertandingan merupakan bagian dari sepak bola. Menurut dia, sebuah pertandingan hanya menghasilkan tiga kemungkinan, yakni menang, imbang, atau kalah.
Ia juga menyebut Persiba masih membutuhkan waktu untuk membangun kekompakan tim. Sebagai tim yang mengalami banyak perubahan pada musim ini, para pemain masih dalam proses menemukan chemistry dan meningkatkan kepercayaan diri.
“Persiba sebagai tim baru perlu waktu untuk menyesuaikan, mencari chemistry, dan terus membangun kepercayaan diri di antara pemain. Tentunya bukan hal yang mudah untuk bisa menyatu sebagai tim, karena pertandingan yang kami hadapi selalu berat,” ujarnya.
Dirinya menegaskan, Persiba akan melakukan evaluasi setelah kembali mengalami kekalahan. Kata dia, pemain maupun tim pelatih harus melakukan introspeksi untuk mengetahui berbagai persoalan yang masih menjadi kendala.
“Saya pikir yang harus kami lakukan adalah mengintrospeksi diri. Semua pemain dan kami sebagai pelatih juga harus tahu masalah itu. Yang penting kami tetap berusaha memberikan yang terbaik buat Persiba. Mudah-mudahan di pertandingan berikutnya kami bisa mencapai hasil yang maksimal seperti yang kami harapkan sejak awal kompetisi ini,” harapnya.
Sementara itu, perwakilan pemain Persiba, Abdul Rachman, mengucapkan selamat kepada Deltras atas kemenangan tersebut.
Rachman mengakui Persiba masih memiliki sejumlah persoalan, terutama dalam memaksimalkan peluang. Rachman menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari banyaknya perubahan dalam komposisi tim pada musim ini.
“Masalah peluang mungkin lagi-lagi harus kami sadari bahwa tim ini banyak perubahan musim ini dan kami masih akan terus berkembang, walaupun secara hasil pertandingan kami selalu kalah,” ungkapnya.
Ia meminta rekan-rekannya tidak kehilangan semangat meski Persiba kembali gagal meraih hasil positif.
“Saya sebagai pemain mungkin mengingatkan kepada teman-teman semua untuk introspeksi sendiri. Yang paling penting tidak putus asa, tetap semangat, karena perjalanan ini baru awal,” ujarnya.
Seluruh pemain optimistis Persiba mampu bangkit apabila seluruh pemain tetap menjaga kebersamaan. Ia berharap evaluasi dan proses pembenahan tim dapat membawa hasil yang lebih baik pada pertandingan berikutnya.
(Sf/Rs)